Oleh Firman Fadilah Mereka saling tatap di depan sebuah kafe. Seorang lelaki dan perempuan. Ke empat mata itu seolah menelisik ragu, kemudian bertanya-tanya apa iya masing-masing di antara mereka sedang berhadapan dengan orang yang benar? Mereka berdua sama-sama memakai masker. Wajah yang semula familiar tampak asing. Namun, dari garis alis dan kerut di dahi membuat mereka kemudian yakin bahwa mereka telah bertemu dengan orang yang tepat. "Selamat pagi," ucap seorang lelaki, memecah kecanggungan. Dalam banyak kesempatan, biasanya lelaki memang terlebih dahulu memulai, kemudian perempuan yang mengakhiri. Mereka melepas masker dan seketika itu tampak sesungging senyum yang masih canggung. Padahal, mereka berdua adalah pasangan yang sudah bertunangan, seminggu yang lalu. Mereka berdua duduk di kursi dengan meja bundar yang melingkar. Meja itu memberi kesempatan bagi mereka untuk duduk berhadapan, bertatap muka, seperti sepasang kekasih lain di seki...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas