Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essai

Seni, Muda, Budaya dan Nasionalisme

  Oleh Hafidh Mulyansyah Putra Berdomisili di Bandung, Jawa Barat     Nasionalisme itu apa sih? Saya bertanya pada diri sendiri ini. Saya paham betul bahwa nasionalisme dibentuk dari 2 gabungan kata, nasional dan isme. Nasional berarti bangsa sendiri dan isme menunjukkan sifat atau karakter, jadi nasionalisme berarti sifat kebangsaan. Definisi simpel itu selalu menjadi isu hangat di bawah langit-langit Indonesia hingga sekarang. Namun apakah kita sadar bahwa apresiasi terhadap penganut sifat kebangsaan ini masih saja kurang dihargai? Terutama pada pelaku seni, lebih spesifik lagi pada pelaku seni muda tradisional, yang saya sebut  the real hero  saat ini. Oke, sebaiknya kita awali dengan menerawang tentang seni tradisional itu sendiri. Siapa itu pelaku seni muda tradisional? Apa sih peran pentingnya? Seberapa pentingnya dalam menumbuhkan sifat kebangsaan ini?    Seni dan budaya, dua kata yang berbeda arti, saling berkaitan, sehingga terkadang disamaart...

BISNIS TANPA MODAL TANPA RISIKO?

Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur Seorang teman mau pinjam uang pada saya. Katanya untuk memulai bisnis. Tidak terlalu besar, tetapi cukup besar jika hilang begitu saja. Mengapa? Karena saya yakin kalau bisnisnya gagal, maka dia tidak akan bisa membayar kembali pinjamannya tersebut. Dan prospek bisnisnya tidak begitu meyakinkan. Dia juga tidak memberi jaminan apa pun dan maunya hanya pinjam begitu saja. Katanya kalau ada jaminan berarti sama saja dengan bank. Lalu apa gunanya teman, katanya.  Jadi saya bilang padanya bahwa kalau dia punya prospek bisnis, sedangkan dia tidak punya modal dan tidak punya sesuatu pun sebagai jaminan,maka dia tidak bisa pinjam pada siapa pun, kecuali sama orang tua yang kaya raya. Tapi ortunya sudah meninggal dan tidak mewariskan kekayaan apa pun. So forget it. Yang kamu butuhkan adalah partner bisnis, kata saya. Kamu bisa tawarkan dan berbagi risiko dan keuntungan dengan partner bisnismu. Saya tidak butuh partner, katanya. Saya bis...

CITRA

Oleh Syauqi, S.Sos, M.Pd Guru MTs  Jeumala Amal,  Lhuengputu, Pidie Jaya   Citra adalah kesan yang ingin diberikan oleh seseorang kepada publik atau khalayaknya agar timbul opini publik yang positif tentang seseorang atau institusi. Bila citra sudah tidak bagus, maka pernilaian seseorang akan sell negatif.  Istilah sekarang disebut “negative thinking”. Walaupun apa yang dilakukan seseorang pada saat itu adalah suatu kebaikan. Seperti kisah berikut ini Ada sebuah kantor Organisasi Masyarakat yang pengurusnya dikenal tidak baik. Karena  bila ada bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat, maka pengurus Organisasi sering memotong bantuannya dengan alasan yang tidak jelas. Sehingga masyarakat menjuluki mereka sebagai tukang potong bantuan. Tidak jauh dari kantor tersebut, tinggallah Amri besama isterinya beserta anak laki-laki bernama Syarif yang berumur 5 tahun. Amri disapa Bang Amri dalam masyarakat.  Suatu hari, Syarif menderita demam disertai batuk. Bang Am...

JURUSAN CARI-CARI MASALAH

(Begitu Kata Wakku) Oleh Ahdaniya Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas  Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh   “Kuliah kok jurusan BK sih kak? Loh emang kenapa “Sahutku heran”. BK itu jurusan cari-cari masalah! Nanti kakak menghadapi anak-anak bandel. Memangnya sanggup? Mending pindah jurusan saja kak, harusnya kalau mau kuliah itu pilih jurusannya matang-matang jangan asal ambil.   Kata-kata yang dilontarkan uwakku membuat aku kaget bukan main, bahkan aku sempat kaku terdiam sejenak. Rasanya bergetar mendengar uwakku mengatakan hal seperti itu tepat di depan aku dan Ibuku. Uwak itu panggilan untuk orang yang lebih tua dari Ayah atau Ibu di daerahku, contohnya seperti abang Ayah ataupun kakaknya Ibu, maka aku akan memanggil mereka dengan sebutan Wak / Uwak.             Sebenarnya bukan sekali dua kali aku mendapat tamparan kata-kata seperti ini, huhhh… rasanya sudah muak aku mendenga...