Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Depdikbud

Reformasi Bukan Deformasi Birokrasi

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Semua warga negara yang terdidik baik akan faham beda reformasi dengan deformasi. Reformasi adalah membentuk ulang formasi yang ada sedangkan deformasi adalah menghancurkan formasi. Dalam ilmu metalurgi ada istilah deformasi plastis yang arti sederhananya seperti plastik yang mulur tak kembali ke bentuk semula atau baja per mobil yang ditempa menjadi golok.  Beberapa periode Presiden sesudah era reformasi, dibentuklah Kementrian Reformasi Birokrasi (RB) yang ditempelkan ke Kementrian Penertiban Aparatur Negara (PAN), sehingga munculah Kementrian PAN/RB. Banyak kebijakan baru yang ditelurkan oleh kebijakan ini yang salah satunya kesempatan masuknya pihak non ASN/PNS menempati posisi setara eselon-1 (Kepala Badan, Dirjen dan Deputi).  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah salah satu Kementrian yang paling dinamis. Mungkin agar Kebudayaan fokus dan punya nilai jual, maka Kebudayaan dilepas dari Depdikbud menjadi Depdiknas. Kemudian Dep...

Mendidik Menteri

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Numerasi, literasi membaca dan sains adalah kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, mata pelajaran itu diberikan selama 6 tahun di jenjang SD/MI dan 3 tahun di SMP/MTsN, agar semua rakyat yang secara fisik dan psikis normal menguasainya. Sekalipun demikian, fakta yang ada, 78 % tidak kompeten dan World Bank mengatakan sebagai "Buta Fungsional" yang tidak siap menghadapi era abad 21. Menjadi pejabat tinggi negara juga wajib menguasai atau "Literate" hal dasar yaitu pengetahuan pengelolaan dasar sistem administrasi pemerintahan wajib, khusus sistem regulasi. Mengapa ? Karena tugas pemerintah adalah "to regulate" menjadi regulator dan mempraktekannya. "Payung Hukum" bagi seorang pengelola Negara menjadi sebuah kata "suci". Dengan payung hukum ada landasan bersikap dan tentu akhirnya mengikuti kaidah "Good Governance". Seorang petinggi negara sepert...