Oleh Nurdin F.Joes Teteskan sedikit saja airmata kita Masih banyak saudara kita, pedih menderita Ada yang belum makan pagi Sementara kita sudah selesai mencuci tangan, menutup makan malam Teteskan sedikit saja airmata kita Tetangga kita masih mengurung diri di rumah yatim, miskin, dan duafa Sementara kita sudah berkeliling kota Meniup terompet kegembiraan Merayakan tahun yang berganti Teteskan sedikit saja airmata kita Tubuh jiwa petani terbakar matahari Tanah ladangnya kering kerontang Irigasi yang kita bangun tak berfungsi Dan benih tanaman yang kita salurkan banyak pula yang palsu Sementara kita telah banyak mengambil laba Teteskan sedikit saja airmata kita Para nelayan mengayuh sampan Mencari nafkah anak istrinya Matanya perih menatap sampan sampan bermesin Bergerak secepat angin Sementara bantuan yang kita berikan Sering-sering cacat tercela Teteskan sedikit saja airmata kita Saudara kita tertatih ke taman-taman perobatan Mencari beberapa butir obat p...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas