Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Entrepreneurs

Entrepreneur Sejati

Oleh Nova Julia Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Menjadi pengusaha adalah profesi yang paling diidamkan oleh semua kalangan, terlebih oleh kalangan muda-mudi. Ketika digelar dengan dengan sebutan “pengusaha muda” itu menjadi suatu kebangaan kepada diri sendiri.  Pengusaha adalah sebuah profesi yang menjanjikan, dimana kita bisa memperoleh penghasilan dengan hasil dari jerih payah dan usaha sendiri, apalagi jika kita memulai sebuah usaha dengan modal dari 0. Berprofesi sebagai pengusaha dituntut untuk mandiri dan bersedia menangung beban serta menanggung semua risiko yang akan kita dapatkan dalam proses membuka usaha. Karena pasti akan ada kerugain di setiap keuntungan yang kita capai. Itu pasti, pengusaha pasti akan berada pada fase naik turun. Nah!, untuk mempersiapkan itu semua, seorang pengusaha perlu adanya pemahaman tentang entrepreneurship (kewirausahaan). Tidak akan jalan sebuah usaha jika yang menggerakkannya...

Entrepreneur, Solusi Bosan hidup

Oleh Zahra Zulchayra Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI,  Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan ada beberapa faktor pemicu dari perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Satu di antaranya adanya perang dagang antara AS dengan China. Cepat atau lambat hal itu akan memberikan dampak pada kinerja ekspor dan impor Indonesia.  Faktor  lainnya adalah tekanan dari nilai tukar rupiah itu sendiri. Kita tahu bahwa nilai rupiah mengalami penurunan hingga 15.000 rupiah. Hal ini menyebabkan harga barang pokoknya menjadi naik. Beban keluarga tak tertahankan lagi dan bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki pekerjaan dan bahkan yang sedang mencari pekerjaan?. Bukankah ini menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan solusinya ?. Masalah selanjutnya yang dihadapi Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), MEA yang digagas sejak tahun 2003 dihadirkan dalam dek...

Ayo Ikut Rasulullah Jadi Seorang Entrepreneur

Oleh Riska Awalia  Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar Raniry, Banda Aceh. Mendengar kata “entrepreneur” yang sudah tidak asing lagi kita dengar, tetapi sebagian orang mengatakan “menjadi entrepreneur itu tidak keren”. Ooooohhhh No Apa yang kamu pikirkan teman? Pernahkah kamu berfikir bahwa Rasulullah saw saja bekerja sebagai entrepreneur?             Kamu kuliah,  ingin menjadi orang yang terpandang, punya jabatan tinggi. Ya, hanya satu yang terpikirkan olehmu menjadi pegawai adalah seseorang yang sudah wooowww bangat, bagi kamu! Dengan penghasilan yang tetap kamu sudah merasa hebat. Duduk diam bergoyang kaki di atas kursi, ibaratnya singgasana.             Mungkin ya.... Kamu hebat hanya untuk diri mu sendiri, sebab kamu hanya medapatkan satu pintu rezeki saja. Kamu memandang rendah entrepreneur karena ...

Meneladani Jiwa Entrepreneur Ummahatul Mukminin

Oleh; Ahmad Arif* Islam tidak pernah menilai perempuan sebagai masyarakat kelas dua dengan hak dan tanggung jawab yang lebih rendah dari pada kaum lelaki. Islam mewajibkan menuntut ilmu bagi perempuan dan lelaki. Rasulullah Muhammad SAW mewasiatkan agar para orang tua mengutamakan pendidikan anak perempuannya dengan sabdanya,  “ Barang siapa mempuanyai anak perempuan, kemudian mendidiknya, berbuat baik kepadanya dan menikahkannya, maka baginya surga ” (HR. Ibnu Hibban). Panggung sejarah keagungan islam jelas banyak sekali merekam jejak keikutsertaan dan peran aktif kaum perempuan di berbagai bidang. Dalam hal jihad dan pengorbanan kepada islam, tercatat syuhada pertama adalah perempuan bernama Sumayyah binti Khubath yang menyumbangkan nyawanya demi mempertahankan keimanan dan keislamannya hingga titik darah penghabisan. Di bidang ilmu pengetahuan, para shahabiyat (sebutan untuk perempuan-perempuan yang hidup pada zaman Rasulullah) pernah meminta agar diadakan pertemuan kh...

Saatnya Pemuda Aceh Besar Bangkit Menjadi Pengusaha

Sudah saatnya pemuda mandiri. Kuliah bukan untuk mendapatkan pekerjaan. Kuliah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kuliah menggali dan berbagi ilmu, bukan mendengar dan hanya menerima ilmu. Melihat kondisi zaman yang semakin hari semakin menuntut kita untuk bersaing, “siapa cepat dia dapat, siapa lambat tidak selamat”. Kalimat tersebut saya sampaikan pada teman yang akan memulai aksi dalam dunia usaha. Karena bagi mereka yang mempergunakan waktu sebaik mungkin akan selamat dunia akirat. Untuk menjawab tantangan zaman, maka pemuda Aceh Besar yang bergabung dalam wadah PB - IPAR ( Ikatan Pemuda Aceh Besar) berinisiatif bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar dan KADIN Aceh melaksanakan pelatihan selama dua hari di Gedung BP Paud Dikmas, Aceh Besar. Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang antusias ingin menjadi pengusaha dan narasumber yang mengisi materi tersebut berasal dari pen...

Belajar Sukses Dari Orang-Orang Sukses

Oleh Tasya Nazila Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri ( UIN)  Ar- Raniry Banda Aceh Apakah sebenarnya arti sukses itu? Banyak orang yang telah menjelaskan arti sukses. Namun, ukuran sukses itu juga bisa bermacam ragam. Banyak pula yang yang berkata bahwa sukses adalah kemampuan untuk menjalani hidup, sesuai dengan keinginan kita, melakukan apa yang yang paling dinikmati, dikelilingi oleh orang-orang kita senangi dan hormati. Kebanyakan orang yang menganggap pengertian sukses seperti pada saat kita wisuda, pada saat naik jabatan, atau pada saat menerima penobatan sebagai orang teladan, orang terpandai atau sejenisnya. Sukses bukan dalam pengertian seperti itu. Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa kesuksesan dipandang dari seberapa besar materi yang kita punya atau yang kita miliki, atau kepintaran atau hard skills apa yang kita punya untuk mencapai kata sukses. Untuk menjadi sukses kita bisa mulai dengan hal-ha...

Entrepreneur Solusi Bosan Hidup

Oleh Zahra Zulchayra Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan ada beberapa faktor pemicu dari perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Satu diantaranya adanya perang dagang antara AS dengan China. Cepat atau lambat hal itu akan memberikan dampak pada kinerja ekspor dan impor Indonesia.  Faktor  lainnya adalah tekanan dari nilai tukar rupiah itu sendiri. Kita tahu bahwa nilai rupiah mengelami penurunan hingga 15.000 rupiah. Hal ini menyebabkan harga barang pokoknya menjadi naik. Beban keluarga tidak tertahankan lagi, dan bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki pekerjaan dan bahkan yang sedang mencari pekerjaan?. Bukankah ini menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan solusinya ?. Masalah selanjutnya yang dihadapi Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), MEA yang digagas sejak tahun 2003 dihadirkan dalam deklarasi yang dise...