Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perjalanan

Perjalanan Mengubah Nasib

  Oleh Tabrani Yunis           Bagian ke dua    Dilahirkan dari keluarga miskin atau kaya, bukanlah sebuah pilihan. Artinya, tidak seorang pun bisa memilih agar lahir atau tidak lahir dari keluarga miskin. Begitu juga sebaliknya tidak bisa menolak atau meminta agar lahir dari keluarga kaya. Itu adalah ketentuan Allah semata. Namun, orang akan lahir dari keluarga miskin dan juga ada dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi. Keduanya bukan karena mereka bisa memilih. Yang jelas, hidup dari kedua strata tersebut pasti beda nikmatnya. Beda hidup si kaya dan si miskin. Biasanya, anak yang lahir di kekuarga kaya, bisa menikmati hidup dalam segala kemudahan dan tergantung seberapa sejahteranya atau kayanya orang tua mereka. Mereka bisa menikmati apa yang disebut hidup sejahtera. Sementara anak yang lahir dari keluarga miskin, menikmati apa adanya sesuai dengan kemampuan orang miskin. Tak dapat dipungkiri pula, dalam banyak kasus, keluarga miskin juga ...

Asa Menjadi Guru

                    Foto ketika di SD Bivak Oleh Iskandar Is Kepala SD Negeri 2 Krueng Simpo, Juli, Bireun, Aceh. (Catatan Seorang Guru) Bagian Kedua Saat itu juga tergugahlah hati untuk kelak aku menjadi seorang guru, tak pernah merasa bosan menjalani kehidupan masa sekolah. Setiap hari belajar dan terus belajar dengan penuh semangat. Alhamdulillah di sekolah dasar, aku selalu mendapat peringkat tiga besar. Itu berkat aku selalu rajin belajar. Masa Sekolah Menengah Pertama Mulai tahun 1986, kami berdua dengan adik datang masa berpisah sekolah. Adikku tetap menghabiskan sekolah dasar, sedangkan aku sudah tiba untuk melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Sekarang aku sudah duduk di bangku SMP Negeri Juli. Disini pun aku semakin giat lagi untuk belajar, juga aku tidak lepas dari peringkat tiga besar. Tidak lama kemudian di SMP pun belajar sangat menyenangkan. Disini pun semua gurunya tidak kalah menarik. Mulai dar...

Berwisata Sejarah ke Melaka, Malaysia Banyak Hikmah

Oleh Tabrani Yunis Ini adalah kunjungan singkat, yang hanya dalam waktu kurang dari dua jam berada di salah satu kawasan objek wisata di Negara Malaysia. Kunjungan singkat  dan terbatas, karena tiba di kota ini, sudah pukul 10 malam yang membuat tubuh hanya ingin rebah di peraduan, menanti pagi. Keinginan untuk menikmati pesonan wisata di sebuah kota yang terlerak di dekat Selat  Malaka yang  memisahkan antara Aceh dan Malaysia, menjadi sangat menarik, karena memberikan inspirasi dan pelajaran penting, walau sebenarnya bukan sebagai pejabat di Dinas pariwisata. Ya, paling tidak memberikan pelajaran bagi penulis yang kemudian bisa dibagikan lewat tulisan ini. Melaka atau lebih sering disebut Malaka merupakan  kota terakhir dari tujuan wisata  kami dari paket perjalanan tour  4 hari ke dua negara pada tanggal 17 November 2018 hingga 20 November 2018. Dikatakan kota terakhir, karena kota ini adalah destinasi terakhir  kami kunjungi setela...

Pekat Malam, Rawa-rawa, dan Sepeda

Oleh Iqbal Perdana Staf Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh Siapa sangka, hidup sebuah keluarga di tengah belantara. Pinggiran kota. Siapa sangka, keluarga itu mendiami sebuah rumah yang harus melalui semak dan rawa untuk mengunjunginya. Pula siapa sangka, hidup tiga orang anak yang diasuh oleh seorang ibu, perempuan buta, dan tanpa ayah. Siapa sangka. Ini bukan cerita fiksi. Sungguh, yang demikian itu benar-benar nyata. *** Hari ini saya, Iqbal Perdana, Pak Tabrani Yunis, dan Muhajir kembali mengukur jalan memanggul belasan sepeda. Ukurannya sedang dan besar. Kalau yang besar sudah dilengkapi alat ganti gigi. Kalau melalui jalan yang menanjak bisa diopor gigi rendah, jadi dayungan akan lebih nyaman. Betis tidak akan gembung. Pula jika sedang di medan jalan datar, bisa diopor gigi tinggi. Agar dayungan padu, kecepatan stabil. Hari ini niat kami adalah mengantar amanah, membahagiakan sebelas orang anak. Anak-anak ini spesial. Cobaan y...