Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aksi Sosial

Mahalnya Pengobatan Bocor Jantung Anaknya, Pak Rudi Bersyukur ada Sembako Setengah Harga ACT Aceh

  Banda Aceh –  Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh kembali menghadirkan Operasi Pangan Murah untuk masyarakat Banda Aceh di Kantor Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (5/11/2021). Masyarakat yang hadir sudah membawa kupon yang sebelumnya dibagikan oleh Kecamatan menyasar masyarakat prasejahtera dan yang membutuhkan.  Salah satunya adalah Pak Rudi Hartono, seorang guru ngaji yang anaknya sedang sakit. “Kalau di pasar biasanya yang seperti ini dapatnya diatas harga 100rb, ini alhamdulillah ada yang menyediakan sembakonya di harga yang sangat terjangkau. Apalagi saat ini harga pada mahal, bingung jadinya,” ujarnya setelah mendapatkan paket pangan tersebut. Anak Pak Rudi sakit bocor jantung sejak umur 2,5 bulan. Pengobatannya sudah tertunda 2 tahun karena pandemi, banyak biaya yang beliau keluarkan dalam proses menyembuhkan penyakit anaknya hingga ke Jakarta. Keseharian Pak Rudi hanyalah mengajar mengaji dan agama di rumahnya. ...

Bantu Kebutuhan Masyarakat Akibat Pandemi, ACT Aceh Gelar Operasi Pangan Murah

  Banda Aceh - Potretonline.com, 22/10/21. Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh - MRI bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasikan program Operasi Pangan Murah di Banda Aceh (21/10/2021). Program ini merupakan program kemanusiaan nasional dalam langkah memenuhi kebutuhan pangan berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat prasejahtera dan pekerja harian dalam masa pandemi Covid-19.  Masyarakat datang dengan membawa kupon yang sudah dibagikan sebelumnya oleh perangkat gampong kepada masyarakat prasejahtera yang pantas untuk mendapatkan paket pangan dengan harga yang terjangkau ini. Bermitra dengan swalayan lokal, Operasi Pangan Murah kali ini bekerjasama dengan Aceh Meutuah Swalayan di kawasan Lamnyong, Banda Aceh.  “Bersyukur sekali (ada pangan murah). Kalau beli sendiri, harga beras dan minyak bisa sampai ratusan ribu,” ucap Abu Bakar Rizieq (70), seorang nelayan yang datang ke lokasi operasi pangan murah dengan menggunakan becak barang yang sehari-hari ia gunaka...

SDIT MUHAMMADIYAH MANGGENG-ABDYA PEDULI JANDA DHUAFA 3 ANAK

Murid-murid    SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya kembali melakukan aksi sosial menyantuni anak yatim/dhuafa. Kegiatan rutin yang dilakukan setiap 1 bulan sekali ini melibatkan langsung para murid  SDIT Muhammadiyah Manggeng. Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu 02/09/21 para murid didampingi guru, berkesempatan mengunjungi salah satu rumah yatim/dhuafa yang berada di Desa Sejahtera Kecamatan Manggeng. Dalam kegiatan peduli kali ini hanya dihadiri oleh murid kelas 3. Seluruh murid kelas 3 hadir langsung mengunjungi rumah Rasyida (37) janda dengan 3 anak.  2 diantaranya merupakan anak yatim yang ditinggal ayahnya pada 2015 lalu, yaitu Putri anak pertamanya yang kini duduk di kelas 1 SMA dan anak keduanya Novita sari yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.  Suaminya Samsul Bahri meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Sedangkan putri bungsunya yang kini masih berumur 2 tahun merupakan anak dari pernikahan keduanya.  Sang suami pun kini sud...

ACT Aceh Borong Dagangan, Bang Acong, Sang Difabel yang Berjualan di Atas Kursi Roda

  Banda Aceh – Potretonline.com, 22/08/21.  Matahari hampir berada di atas kepala. Lelaki itu tampak terduduk di kursi rodanya dengan pisau melekat di tangannya, menerawang jalanan dengan tatapan yang kosong. Hari ini tampak sepi, hari Jumat. Tak banyak yang berlalu-lalang, bahkan yang datang hanya sekedar menanyakan harga. Lelaki itu Bernama Supriadi, namun akrab disapa Bang Acong. Ia adalah penjual ikan difabel di daerah Merduati, tepatnya disebelah SD Negeri 8 Banda Aceh. Kedua kakinya tak bisa digerakkan sama sekali, ia berjualan setiap pagi hingga menjelang siang hanya ditemani oleh istrinya. Pria berumur 39 tahun ini adalah warga asli Gampong Merduati, banyak warga mengenal beliau adalah sosok yang gigih dan pekerja keras. Dahulu ia berjualan ikan berkeliling Banda Aceh dan Aceh Besar dengan becaknya, hingga kecelakaan merenggut kakinya hingga lumpuh. “Itu tahun 2016. Saya dulu kecelakaan di Seulawah waktu berkendara pakai becak ikan. Kaki saya yang jadi korbannya, ...

Kisah Nurmis, Basah Kuyup Berjualan Timphan dalam Deras Hujan, Dagangannya Habis Diborong ACT Aceh

Banda Aceh  –Potretonline.com,13/08/21. Hujan dan badai melanda Banda Aceh sore itu. Menjelang magrib, masih ada seorang ibu bersama anaknya duduk di pinggir jala n . Ia terduduk di samping sepeda motornya dengan keranjang yang berisi dagangan dan bermodalkan sedikit spanduk kecil. Sesekali menoleh ke arah kendaraan yang melintas, berharap ada satu atau dua yang menepi membeli timphan, makanan khas Aceh yang ia jual. Memang tak banyak, kurang dari 10 kotak, namun itu pun tak habis terjual hingga menjelang malam.  Kak Nurmis sapaannya, berasal dari Gampong Lampe u ne u rut, Ujong Blang, Aceh Besar. Setiap pukul 3 sore beliau membawa dagangannya ke Ul e e  L heu, salah satu jalur lintas yang ramai di lalui orang-orang. Kak  N urmis memiliki 4 orang anak, dimana anak paling tua beliau masih duduk di bangku sekolah dasar. Kak  N urmis ikut membantu sang suami dalam mencari nafkah dengan berjualan timphan, karena sang suami hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Namun...

PRESIDEN KE SENAYAN, LSG KE JALANAN

Banda Aceh (21/10) - Bertepatan pada hari pelantikan Presiden periode 2019-2024, mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah yang menamai dirinya LSG (Law Student of Gayo) melakukan aksi berbagi makanan dikawasan sekitar kota Banda Aceh. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan oleh LSG dalam kurun waktu dua tahun belakangan.  Meski kegiatan ini baru pertama kali, para anggota LSG sangat antusias.  Dalam aksi ini, para peserta terjun langsung membagikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitaran kota Banda Aceh. Tujuan kegiatan ini yaitu agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah  lebih memperhatikan lagi kondisi masyarakat sekitar berkaitan dengan kesejahteraan rakyatnya.   Pasalnya masyarakat menilai kinerja pemerintah periode sebelumnya kurang maksimal terkait hal kesejahteraan rakyat, sehingga masyarakat sangat berharap kepada pemerintah yang baru dilantik dapat bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, terutama dal...