Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Banjir

FJL Aceh Nilai Distribusi Data Bencana di Aceh Belum Baik

  BANDA ACEH - Potretonline.com, 03/01/22. Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menilai distribusi data terkait bencana banjir di beberapa kabupaten saat ini belum baik. FJL Aceh menyarankan agar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memfungsikan pusat data informasi dengan maksimal. Kepala Departemen Monitoring, Kampanye, dan Advokasi FJL Aceh Munandar Syamsuddin, melului siaran pers, Senin (3/1/2022) menuturkan BPBA sebagai pemangku data kebencanaan seharusnya memperbarui data bencana setiap hari sehingga media dapat memberitakan lebih akurat. "Memang tugas jurnalis meliput di lapangan, namun untuk kebutuhan data yang akurat harusnya didukung oleh instansi terkait, dalam hal ini pemangku data adalah BPBA," kata Munandar. Penyediaan data satu pintu, kata Munandar, sangat penting agar tidak ada perbedaan penyebutan data antarmedia. Misalnya, data jumlah desa yang tergenang, jumlah pengungsi, dan kondisi terkini mestinya diupdate secara berkala. Perbedaan penyebutan data ak...

Jabodetabek Terendam Banjir Akibat Hujan Intensitas Tinggi dan Luapan Air Kali, ACT Bergerak

  Banda Aceh –  Sejumlah titik di Jabodetabek terendam banjir sebab hujan yang mengguyur sejak Jumat (19/2) malam lalu hingga Sabtu (20/2) pagi ini. Selain hujan, warga menyebut banjir terjadi akibat luapan air dari beberapa Kali di sekeliling tempat kejadian. Tercatat 26 titik di Jakarta tergenang banjir, seperti di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 840 warga mesti mengungsi.  Banjir setinggi 100-230 sentimeter juga melanda kawasan Kemang Selatan, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Warga setempat menyebut banjir kali ini merupakan luapan air bah terbesar dan menandingi rekor ketinggian banjir pada Januari 2020 lalu. Sebanyak tiga pintu air di Jakarta memasuki status siaga 1 atau awas meliputi pintu air Angke Hulu, Karet, dan Sunter Hulu. Kemudian, satu pintu air berstatus siaga 2 yaitu pintu air Manggarai.  Lalu empat pintu air dengan status siaga 3 di antaranya Pesanggrahan, Pasar Ikan, PA Marina, dan Cipinang Hulu. Sedangkan lima pintu a...

Relawan Aceh Ikut Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Jakarta – Banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Aksi Cepat Tanggap (ACT) – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengerahkan para relawan membantu para korban. Adalah Teuku Muhammad Iqbal dan Mulya, relawan medis ACT – MRI asal Aceh ikut membantu korban banjir dengan memberikan layanan kesehatan gratis dalam satu tima tim relawan lainnya. Iqbal merupakan seorang dokter dan Mulya seorang perawat. Mulya mengatakan bahwa keberadaannya di Jakarta awalnya untuk mengantarkan mobil ambulans ACT yang sudah menyelesaikan misi kemanusiaan di empat kabupaten/kota di Aceh. “Waktu kami hampir tiba di Jakarta, kami terima informasi kalau Jakarta dilanda banjir para. Kami langsung menunggu instruksi terkait apa yang bisa kami bantu,” pungkas pemuda asal Bireuen ini, Jakarta Timur, Minggu (5/1). Ia menuturkan, mereka sudah memberikan pelayanan selama dua hari. Salah satu kawasan yang didatangi yakni kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur....

ACT Kirimkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bengkulu

Jakarta – Banjir tengah melanda wilayah Bengkulu sejak Sabtu (27/4). Sebagai respons awal, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendirikan Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum yang tersebar di lima titik terdampak banjir maupun longsor. Bantuan diyakini semakin bertambah dengan pemberangkatan truk kemanusiaan dan armada bantuan yang dikirimkan hari ini, Senin (29/4) . “Koordinasi dengan lintas lini dengan tim di wilayah Bengkulu, baru saja tuntas. Karena ke depannya, kita akan membentuk kerangka aksi bantuan. Kemudian juga kita akan meluaskan aksi, juga meningkatkan volume dan kekuatan aksi ini,” jelas Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT.  Kerangka aksi bantuan dalam waktu dekat ini diantaranya pengiriman 60 ton bantuan logistik yang diberangkatkan dengan truk dari gudang Humanity Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Bogor. Bantuan logistik yang dikirimkan di antaranya sembako, selimut, popok bayi, susu, biskuit, termasuk juga pakaian untuk korban banjir Ben...

Singkil Banjir Lagi, Sekolah Terpaksa Libur

Oleh Karunia Wirayanda Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singkil Pagi Sabtu, 15 Desember 2018, Singkil kembali dilanda banjir. Banjir semakin sering melanda daerah ini, sehingga sudah menjadi hal biasa yang terjadi di Aceh Singkil. Sebagaimana biasanya, banjir sering terjadi pada bulan Oktober hingga awal bulan Januari. Ketika musim hujan, sungai-sungai kian tak mampu menampung air, hingga  air sungai – sungai itu meluap menggenangi daerah ini. Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, merilis banjir merendam lintas utama Aceh Singkil menuju Kota Subulussalam, tepatnya di Desa Ujung Bawang. Selain itu Desa Pea Bumbung di Kecamatan Singkil juga terendam banjir. Bahkan, SMA Negeri 1 Singkil, tidak pernah luput dari genangan air, seperti apa yang terjadi hari ini, Sabtu. Seringnya terjadi banjir di Singkil yang juga mengalir ke SMA Negeri 1 Singkil itu, telah membuat proses belajar mengajar di sekolah ini terganggu. Kegiatan belajar...

Aceh Bebas Banjir, Mungkinkah?

Oleh: Tahara Dilla Santi, M. Biomed  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2011 menetapkan Indonesia di urutan pertama dunia untuk wilayah rawan bencana tsunami dan tanah longsor, urutan ketiga bencana gempa bumi,dan urutan keenam untuk banjir. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2018, bencana banjir telah terjadi di Indonesia sebanyak 374 kali dengan korban meninggal/hilang 42 orang, luka-luka 45 orang, terdampak dan mengungsi 656.235 orang, rumah rusak berat hingga sedang 266 unit, rusak ringan 926 unit dan terendam 137.159 unit. Kerusakan pada fasilitas kesehatan di tahun yang sama sebanyak 13 unit, rumah ibadah 161 unit dan fasilitas pendidikan 174 unit.  Di Provinsi Aceh, banjirmasih menjadi persoalan utama dan belum dapat teratasi hingga saat ini. Hasil analisis bencana di Aceh sejak tahun 1998 sampai  2009 oleh Tim  Tsunami and Disaster Mitigation Re...

Cintailah Bumi Kita

Oleh Humairatun Nura Pelajar SMP Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya Apa yang membuat bumi kita kotor dan rusak? Penyebabnya, karena ulah kita sendiri. Bumi ini kotor dan rusak karena perilaku kita, manusia yang semakin tidak bersabahat dengan bumi. Perilaku kita yang cendrung mengotori dan merusak bumi. Kita mengotori dan mersuak bumi, mulai dari hal-hal kecil, hingga pada hal-hal besar. Kita, sebagai manusia, banyak menghasilkan sampah. Sudah banyak menghasilkan sampah, lalu perilaku kita manusia banyak yang tidak baik. Kita berperilaku buruk dalam mengelola sampah. Kita suka membuang sampah sembarangan. Kita mencemari lingkungan dengan sampah yang kita buang sembarangan. Kita membakar sampah dan menyebabkan polusi udara yang membuat kita ikut sakit, ya sakit pada pernafasan kita. Itulah akibatnya. Bisa jadi lebih berat lagi. Membuang sampah sembarangan, telah menyebabkan masyarakat kita mudah terkena penyakit. Padahal, kalau kita mau dengan bijak mengelolanya, sampah-sampah...