Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pijay

Global Wakaf - ACT Aceh Bangun Sumur Wakaf di Dayah Al-Munawwarah Pidie Jaya

Pidie Jaya  -25/04/21. Potretonline.com.  Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pidie Jaya membantu Dayah Al-Munawwarah yang berada di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya mendapatkan akses air bersih dengan membuat sumur wakaf untuk para santri disana pada hari Sabtu (24/4). ACT Aceh datang bersama pewakaf sumur, ibu Hj. Yusniar binti Abdurrahman, bersilaturahmi dan berkunjung ke dayah dalam rangka melihat langsung implementasi dan proses pembangunan sumur tersebut. Dayah yang telah didirikan tahun 2004 tersebut kesulitan air bersih sejak dipindahkan ke lokasi baru, karena air sumur yang tersedia selalu keruh dan lambat laun pasti akan berdampak buruk kepada kesehatan santri karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Dari sini saya berharap apa yang dibangun ini akan terus bermanfaat dan terus mengalir untuk santri-santri yang mengaji dan beribadah di dayah ini. Semoga juga dengan ini, ada lebih banya...

DARI MASA LALU UNTUK MASA MENDATANG

Oleh Syauqi, S.Ag. M.Pd. Guru Bahasa Inggris di MTs Jeumala Amal, Lhueng Putu, Pidie Jaya, Aceh               Armi seorang anak yang rajin dan patuh kepada kedua orang tuanya. Dia selalu belajar dan menuruti nasehat orang tuanya. Walau masih duduk di bangku SD kelas 4, namun Armi sudah bisa mengaji. Dia selalu mengaji di rumahnya setiap selesai shalat maghrib, sehingga suaranya terdengar sampai ke jalan. Setelah selesai mengaji, Armi mengambil buku pelajaran dan membacanya, lalu pergi bermain dengan kawan-kawannya.              Suatu malam, Armi ngambek. Ia tidak mau mengaji setelah maghrib, tidak mau belajar. Dia hanya ingin pergi main dengan kawan-kawannya. Orang tuanya tidak bisa berkata apa-apa, karena baru kali itu Armi tidak mau mengaji, sehingga mereka membiarkan ketika Armi keluar dari rumah setelah shalat maghrib.       ...

Memori Kenangan

Puisi Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Bandar Dua, Ule Glee, Pidie Jaya Pagi... Aku terbangun Kepalaku melayang Diantara cerahnya pagi Dan gelapnya malam Ayam berkokoh Seisi bumi menyambut pagi Air menguyur tubuhku Kesejukan melandaku Seragam putih abu-abu menempel di badanku Tas mungil tergantung di bahuku Aku melaksanakan aktivitasku Aku seorang siswa SMA Dulu... Itu dulu.. Sekarang harus siap menguburnya dalam-dalam Kenangan.. Semua telah jadi kenangan Memori itu telah lenyap Jangan ada tangisan kawan Semua demi impian Yang harus kita kejarkan..

Merindukanmu

Ilustrasi : Sumber Trenlis.co     Oleh Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Ule Gle, Bandar Dua, Pidie jaya Dari kecil kita bersama Kita arungi hidup ini Kenakalanku membuatmu marah Kau sering memarahiku Tapi tak pernah membenciku Omelan sang ibu  Sama-sama kita makan tiap hari.. Kakak.. Aku rindu Rindu kebersamaan denganmu Kakak.. Karena pendidikan Membuat kita terpisah Kakak.. Semua itu demi masa depan kita nanti Kakak.. Aku sangat merindukanmu..

Impian Menerbitkan Buku Itu, Akan Menjadi Kenyataan

Ilustrasi : EF Oleh Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Bandar Dua, Pidie Jaya Paling tidak, ada dua kebiasaan dan kegemaran saya yang saya selalu lalukan. Sejak dulu saya suka melukis, baik itu pemandangan,bunga ataupun bangunan.  Bahkan, karena begitu sukanya, saya membeli buku arsitek.  Kebiasaan dan kegemaran saya yang kedua, dari dulu  saya membaca. Saya membaca  novel, cerpen ataupun teks biografi seseorang dan cerita perjuangan. Setiap hari, berjam-jam saya habiskan waktu untuk membaca dan menulis, karena menurut saya dengan membaca dan  menulis kita dapat mengurangi beban pikiran kita. Itulah salah satu keuntungan membaca dan menulis. Wajar saja kalau ada yang menyebut saya kutu buku. Kerika pertama mendengar ada yang mengatakan saya kutu buku, saya pernah tersinggung dan marah. Ya, waktu itu saya begitu marah dikatakan begitu, karena saya pada waktu itu belum mengetahui pengertiannya. Namun, setelah saya ta...

Musibah Menghancurkan Negeri Kami

Oleh Ulfia  Ridhayani  SMP N 1 Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh                                                 Tak akan kulupakan kejadian ini ketika Ruhan berguncang bumi memporak-porandakan seluruh pelosok negeri petaka bagi makhluk di bumi              Gelombang tsunami datang  menghujam menghantam menghancurkan isi alam Makhluk-makhluk punah terendam Harta, bahkan nyawa ikut tenggelam Semua kembali pada pemilik alam banyak nyawa, harta dan benda bahkan sanak saudara tak lagi bisa dikenali ditelan bencana tanah ini itulah bencana dari ilahi Musibah ini datang lagi melanda negeri ini gempa menimpa Sulawesi, likuifaksi begitu...

Tentang Ayah Tercinta

Ilustrasi Oleh: Mira Selvira SMPN 1 Satu Atap, Bandar Baru, Pidie Jaya, Aceh. Perkenalkan nama ayahku Asnawi, namun orang-orang sering memanggil ayahaku Nawi. Ayah berasal dari Idie Cut, dari keluarga yang sederhana. Selalu hidup rukun dan bahagia. Kami selalu mensyukuri apa yang kami punya. Ayahku seorang petani. Ia yang selama ini telah menyekolahkanku hingga aku besar. Meski bertani, aya ku kuat menghidupi ibu, abang, kakak, dan adik-adikku. Selalu saja ada rezeki untuk keluarga kami dari Allah. Pada hari Minggu, ayahku pergi ke ladang, ia kembali bekerja. Aku sangat mencintai ayahku. Ayah, kau adalah pahlawan, kau adalah pahlawan di keluarga kita. Ia selalu bekerja keras meski kadang ia sakit. Aku sedih, tetapi bangga juga memiliki seorang ayah yang tangguh tidak pantang menyerah. Aku belajar banyak pada keteguhan ayah yang selalu peduli dan setia pada keluarga. Semoga ayah selalu dalam lindungan Allah.

Cintailah Bumi Kita

Oleh Humairatun Nura Pelajar SMP Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya Apa yang membuat bumi kita kotor dan rusak? Penyebabnya, karena ulah kita sendiri. Bumi ini kotor dan rusak karena perilaku kita, manusia yang semakin tidak bersabahat dengan bumi. Perilaku kita yang cendrung mengotori dan merusak bumi. Kita mengotori dan mersuak bumi, mulai dari hal-hal kecil, hingga pada hal-hal besar. Kita, sebagai manusia, banyak menghasilkan sampah. Sudah banyak menghasilkan sampah, lalu perilaku kita manusia banyak yang tidak baik. Kita berperilaku buruk dalam mengelola sampah. Kita suka membuang sampah sembarangan. Kita mencemari lingkungan dengan sampah yang kita buang sembarangan. Kita membakar sampah dan menyebabkan polusi udara yang membuat kita ikut sakit, ya sakit pada pernafasan kita. Itulah akibatnya. Bisa jadi lebih berat lagi. Membuang sampah sembarangan, telah menyebabkan masyarakat kita mudah terkena penyakit. Padahal, kalau kita mau dengan bijak mengelolanya, sampah-sampah...

Kampung Halamanku

Oleh Mauliana Zaira Kelas VIII A SMP Negeri 1 Trienggadeng, Pidie Jaya Aku berasal dari sebuah kota yang terletak di Padang, Sumatra Barat. Di sana ada banyak tempat hiburan seperti di Jam Gadang, Rumah gadang, kebun binatang dan lain-lain. Aku sudah penah mengunjungi tempat-tempat itu. Aku ingat, ketika pertama sekali datang dan masuk ke rumah gadang. Kala itu, kami harus membayar tiket sebesar Rp 20.000,-. Ya, dua puluh ribu rupiah. Kami juga masuk ke perpustakaan yang berisi buku-buku. Misalnya buku tentang Bung Hatta, Wakil Presiden Indonesia yang pertama itu dan  juga buku-buku sejarah tentang Sumatra Barat. Kami menikmati susasana di pustaka itu. Setelah dari perpustakaan, kami menjelajahi binatang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca yang besar. Di sana  ada kambing berkepala dua, kerbau berkaki delapan dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak dapat aku ceritakan semuanya. Nah, selagi berada di Padang, maka sesudah dari binatang kotak ka...

Mensyukuri Nikmat Allah

Oleh Najli Azkia Pelajar SMP Negeri 1 Bandar Dua, Pidie Jaya Ya Allah Engkau menciptakan segala isi bumi Juga diri ini Kepada Mu, Aku bertasbih Bedoa dan bersujud Sebagai bukti aku mensyukuri nikmatMu Kau berikan kami nikmat iman Nikmat Islam yang membimbing hidup Menuju siratal mustaqin Kau lindungi kami dalam setiap hela nafas dengan iman Selamat dunia dan akhirat sebagai tujuan Nikmatmu mengalir ke seluruh negeri Kau taburkan cahaya mentari Alam tumbuh subur dan lestari Semua buat kami penghuni bumi Namun kami bukan orang tahu mensyukuti apa yang telah kau beri Maafkan kami yang tidak peduli

INDAHNYA DUNIA

Oleh Nur Masyitah Pelajar Kelas VIII SMPN 2 Bandar Dua, Pidie Jaya, Aceh Matahari merekah di ufuk timur Membuat dunia menjadi hangat Tetesan air embun yang menyejuk Membuat dunia menjadi dingin Dihiasi  alam yang hijau Dedaunan hewan hewan Sampai dunia ini menjadi indah Ya Allah Sesungguh besar karuniamu Sungguh megah ciptaanmu Kau hiasi berbagai macam bentuk Membuat alam menjadi  Asri dan  menarik dipandang  Oh dunia Kepercayaanku tak salah menilaimu Kau bagi cinta dan kasih Kau bagi rindu dan sayang Sehingga aku tak sabar  Ingin melihat seluruh dunia Hijau daun nan gugur Meninggalkan sarang pada tempatnya Burung-burung yang berterbangan Mengepakkan sayap yang mekar Sungguh banyak keajaiban dunia Oh alam

Hanya Seuntai Kata Untukmu Guruku

Oleh Mawaddah Kelas VII SMP Negeri 3 Meureudu, Pidie Jaya, Aceh Guruku Engkau adalah cahaya Yang menerangi jiwa Menyinari gelapnya dunia Engkau adalah embun  Nan membasahi hati dengan kesejukan Menyuburkan dan menumbuhkan asa Kala hati ditikam kebodohan Kau nayalakan kemuliaan Dalam tugas nan tak berbatas Betapa besar dan beratnya beban yang kau emban Kau layak menjadi pahlawan Kau tak pernah menagih balasan Segala yang kau lakukan Penuh dengan keikhlasan Jasamu bukan untuk dilupakan Ingin kulakukan untuk membalas budimu Namun. Kau tak pernah berharap semua itu Karena ilmu yang kau berikan semua untukku

Disdik Pidie Jaya Kembali Melatih 160 Pelajar Menulis Cerita dan Puisi

Pi die Jaya - Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya kembali menggelar workshop bertajuk "Sosialisasi Menulis Cerita dan Puisi Jenjang SD dan SMP" di Gedung serbaguna Dinas Pendidikan Pidie Jaya yang terletak di tengah kota Meureudu, Pidie jaya pada hari Kamis, 4 Oktober 2018. Workshop yang berlangsung selama satu hari penuh itu diikuti oleh 160 siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Pidie Jaya. Para peserta yang terdiri dari murid SD dan SMP se kabupaten Pidie Jaya tersebut, diundang untuk mengikuti kegiatan literasi yang dibuka secara resmi oleh sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya, Saifuddin, M.Pd. Kegiatan workshop menulis cerita dan puisi ini merupakan rangkaian kegiatan  membangun gerakan literasi di Pidie Jaya yang telah dicanangkan tahun lalu. Seperti halnya pada kegiatan pelatihan dan workshop menulis sebelumnya, para peserta menunjukan minat kesukaan mereka. Hal itu terlihat pada sikap  para peserta yang cukup antusias mengikuti workshop...

Indahnya Pemandangan Alam di Desaku

Oleh: Natasya Ulya Siswi Kelas 8-2 SMPN 7 Satap Bandar Baru, Pidie Jaya Matahari mulai memancarkan cahayanya di ufuk timur, kicauan burung-burungpun menghiasi indahnya pagi. Angin menyapa lembut kulitku ketika kubuka jendela kamarku. Aku menggunakan baju kaos lengan panjang dan dilengkapi celana olah raga sekolahku yang bertuliskan SMP Negeri 7 Satap Bandar Baru. Sekarang hari sudah mulai terang, sehingga aku terburu-buru mengambil sepedaku dan mengayuhnya menuju rumah temanku Mira. Aku dan Mira tinggal di desa Ara kemukiman Musa kecamatan Bandar Baru kabupaten Pidie Jaya. Jarak rumah Mira dengan rumahku tidak terlalu jauh, hanya 500 meter saja sudah sampai. Aku dan Mira sudah janjian kemarin waktu pulang sekolah bahwa hari Minggu pagi kami ingin jalan-jalan sambil menghirup udara segar dan menikmati indahnya pemandangan alam yang ada di desa kami. Aku sudah sampai di rumahnya Mira dan ternyata dia juga sudah siap dengan baju olah raganya. Kami pun langsung mengayuh sep...