Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label keluarga

Membaca Sikap Inkonsistensi Orang Tua Dalam Mendidik Anak

  Oleh Tabrani Yunis   Setiap orang tua, apa pun latar belakang kehidupannya, baik yang berlatar belakang ekonomi lemah, menengah, maupun kelas atas, pasti ingin memberikan pendidikan terbaik buat anak-anaknya. Konon lagi dari kalangan elit,  the have alias kaya raya, untuk urusan sekolah pasti ingin menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah – sekolah hebat. Ya, sekolah-sekolah yang favorit maupun sekolah-sekolah yang berlabel sekolah unggul, bahkan dengan label sekolah Internasional seperti dahulu pernah menjamur di Negeri kita tercinta ini. Tak pelak lagi kalau sekolah-sekolah berlabel unggul, favorit dan bahkan internasional, selalu diburu oleh orang tua dan anak. Bila di daerah mereka tidak ada sekolah-sekolah unggul tersebut, orang-orang dari kalangan mampu dan elit, mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah internasional yang berada di kota. Artinya, begitu besar ekspektasi mereka terhadap pendidikan yang berkualitas. Mahalnya biaya pendidikan yang akan dikeluarkan, l...

Ketahanan Keluarga Ujung Tombak Cegah Konten Negatif

*Masyarakat Banda Aceh Diajak Saling Melengkapi menutup Konten Negatif Banda Aceh - Ketahanan keluarga sebagai ujung tombak dalam upaya mencegah konten negatif di masyarakat, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Fadhil, S.Sos, MM saat menjadi narasumber nasional pada Webinar Literasi Digital Indonesia Cakap Digital, Kamis (26/08/2021). Fadhil juga mengatakan di masyarakat Banda Aceh pendekatan perspektif budaya dan agama yang masih kental, menjadi salah satu upaya pencegahan konten negatif tersebut. “Peran kita sebagai masyarakat dalam mencegah konten negatif ini dengan pendekatan budaya dan agama dalam hal ini ketahanan keluargalah yang menutup konten ini,” kata Fadhil. Saat ini, kata Fadhil gadget sudah digunakan oleh siapapun termasuk anak-anak untuk proses belajar selama masa pandemi, tetapi peran orang tua yang memanfaatkan gadget yang   harus bisa memproteksi konten-konten tersebut dan membatasi ...

STUNTING, SEBUAH REFLEKSI DI HARI PANGAN SEDUNIA

Oleh: Dony Purnomo Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri  Jawa Tengah Hari pangan sedunia selalu diperingati setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Hari pangan sedunia awalnya digagas oleh FAO pada pada bulan November tahun 1979. Penetapan hari pangan sedunia dilatarbelakangi oleh keprihatinan dunia terhadap kondisi kemisikinan dan kelaparan yang terjadi di 150 negara di dunia pada saat itu. Setiap tahun tema perayaan hari pangan sedunia selalu berubah. Untuk tahun 2019 ini hari pangan sedunia mengangkat tema “ Tindakan kita adalah masa depan kita”. Pola Pangan sehat untuk #Zerohunger 2030. Tema ini merefleksikan bahwa masalah pangan bukan hanya sekadar ketercukupan pangan, melainkan juga untuk memelihara kesehatan. Indonesia merupakan negara yang masih mengalami permasalahn kesehatan, salah satunya adalah  stunting . Stunting merupakan permasalahan serius yang harus ditangani oleh Indonesia, karena  stunting bukan hanya berdampak secara ind...

UIN Ar-Raniry Bentuk Pusat Kajian Keluarga Bersama KEMENAG RI dan New Castle University, Australia

Oleh Harri Santoso Pada tanggal 30 September – 1 Oktober 2019, saya beserta 3 dosen UIN Ar-Raniry Dr. phil Saiful Akmal, S.Ag.,M.A, Dr. Husni Mubarrak dan Ruslan., MLis memenuhi undangan Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta dalam rangka seleksi beasiswa program singkat   International Graduates Certificates of Family Studies (IGCFS) 2020 yang berlangsung di Kantor Pusat Kemenag di Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat. Bergabung bersama 31 Dosen lainnya yang berasal dari 9 UIN seluruh Indonesia, kami mengikuti serangkain proses seleksi peserta Program IGCFS 2020, mulai dari seleksi wawancara kesiapan psikologis bagi peserta hingga presentasi proposal penelitian di depan penguji dari University of New Castle, Sidney, Australia.               Sebagai informasi,  program ini adalah program yang telah diinisiasi oleh kementerian agama bersama 10 UIN seluruh Indonesia di antaranya, UIN Sumatera U...

DPPPA DAN PKK ACEH LAUNCHING PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA

Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) provinsi Aceh melaunching Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) pada hari Kamis, 15 Maret 2018.   Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh, Nevi Ariani, mengatakan pembentukan PUSPAGA ini bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu yang holistik yang berbasis pada pemenuhan hak anak.   Tempat ini juga sebagai pusat pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan oleh tenaga ahli professional seperti psikolog, konselor dan sarjana profesi bidang psikologi. “Puspaga tidak hanya digunakan untuk pembelajaran keluarga, tapi tempat ini   juga menyediakan fasilitas dan tenaga untuk berkonsultasi bagi anak, bagi orang tua yang ingin belajar seputaran pola asuh anak, atau masalah seputaran hubungan antar suami dan istri,” kata Nevi. Ketua tim penggerak Pe...