Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dayah

Santri Dayah Mini Aceh Tertinggi Hasil Uji Kompetensi Santri Tahfidz

Banda Aceh - 03/12/20. Potretonline.com. Santri Dayah Mini Aceh, Kecamatan Syiah Kuala, Fudhal terpilih sebagai juara I Tahun 2020 dalam hasil uji kompetensi santri tahfidz yang diadakan pada, Kamis (5/11/2020). Penghargaan sebagai juara I tersebut diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Banda Aceh Tgk. Alizar Usman, S. Ag, M. Hum turut didampingi oleh Sekdis Muchlis, S.Sos, MM.  Kepala Disdik Dayah Banda Aceh Alizar Usman mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan langsung oleh guru tahfidz yaitu Ust. Zulfikar Al-Hafidz dan Ust. Fadhli Al Hafidz.  "Selain Fudhal, juara juga diraih oleh Afif Rahman Santri Dayah Mabdaul Ulum Al Aziziyah dengan juara II dan Beni Supianto Santri Dayah Mini Aceh dengan juara III," kata Alizar saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020). Lanjutnya, para peraih juara dengan nilai tertinggi juga diberikan insentif pembinaan untuk masing-masing, juara I sebesar Rp.2000.000, juara II, Rp.1....

Disdik Dayah Banda Aceh Sukses Laksanakan Pelatihan Ekonomi Kreatif Bagi Dayah

Banda Aceh – Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi santri dan guru dayah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh sukses dilaksanakan selama tiga hari sejak 14-16 September 2020 dan mendapatkan respon sangat baik dari peserta.  Kepala Disdik Dayah Tgk.Tarmizi M. Daud, S. Ag, M. Ag berharap apa yang sudah didapatkan dari pelatihan ini bisa dimanfaatkan bagi individu maupun di lingkungan dayah setempat.  "Alasannya karena tahun 2027 Dana Otsus sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 akan berakhir, maka dari itu untuk urgensi kemandirian dayah, dituntut dayah/ pondok pesantren harus mampu melahirkan sumber pendapatan, sehingga dayah benar-benar mandiri," jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2020). Tgk. Tarmizi berharap juga dengan pelatihan ekonomi dayah lahir ide-ide baru dan cemerlang dalam membangun ekonomi mandiri untuk masa depan dayah Kota Banda Aceh.  Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Arifullah, ustadz dari Pesantren Modern Darul...

Cara Kalangan Santri Lansia Jaga Salat Berjamaah

Aceh Jaya – “Suatu ketika di malam hari, hujan turun sangat lebat. Jamaah sedang melaksanakan salat magrib dengan kusyuk. Ternyata air hujan telah merembes ke dalam musala. Air menggenangi lantai setinggi mata kaki jamaah. Semua sajadah dan kitab suci Alquran basah. Tapi jamaah tetap larut dalam ibadah salat hingga selesai,” ujar Maturidi, salah seorang Pengurus Dayah Darul Arifin Al-Abati kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Jaya, Aceh Jaya, Kamis (7/11). Dayah tersebut didirikan oleh ulama besar Aceh dari daerah pantai barat selatan Syekh H Hasan Al-Abati sekitar tahun 1963, terkenal dengan tarikat Nahsyabandi. Syekh Hasan merupakan murid langsung dari ulama besar Aceh yakni Abuya Muda Wali Al-Khalidi. Keduanya berbesanan setelah anak dari Syekh Hasan dan Abuya Muda Wali menikah. Syekh Hasan ini juga satu angkatan belajar agama dengan Abon Aziz Samalanga. Kini, Darul Arifin Al-Abati menampung santri lanjut usia berumur sekitar 50 hingga 82 tahun. Rata-rata santri lans...

Potret Senja Dengan Pegiat Literasi Aceh

Oleh Teungku Muhammad Ikbal   "Hafni, kentang goreng ya." "Oke, Teungku." Sore ini kentang goreng terasa nikmat, apalagi suasana mendung memang pas dengan yang namanya gorengan dan tak lupa Hafni  menawarkan kopi.  "Nanti saja, Hafni. Saya jeda dulu." "Oke, Teungku." Begitulah Hafni yang saya kenal, selalu menawarkan kopi dan kentang goreng. "Teungku, lihat! Banyak sepeda bagus di mobil itu." "Mana?" "Itu di seberang jalan." "Lah, itukan mobilnya pak Tabrani Yunis, yang punya majalah POTRET. Sepertinya baru selesai pelatihan menulis di Meureudu, Hafni. Tadi saya sempat komentar di statusnya beliau. "Coba saya foto, siapa tahu ada orangnya di mobil" "Iya, Teungku. Coba saja." jawab jomlo Menasah Reudeup Meulayu sambil meniriskan kentang goreng. "Ckrek....." Foto mobil pick up hitam beliau saya kirim melalui messenger. "Assalamualaikum, pat ...

Disdik Dayah Banda Aceh Dorong Balai Pengajian dan Dayah Miliki Legalitas Kelembagaan

Banda Aceh - Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh (Disdik Dayah) mendorong Lembaga Pendidikan Agama seperti Balai Pengajian, Dayah dan Lembaga sejenisnya untuk memiliki legalitas lembaga.  Hal ini disampaikan Kepala Disdik Dayah Banda Aceh, Zahrol Fajri SAg, Rabu (7/3/2018) di ruang kerjanya.  Katanya, legalitas kelembagaan penting bagi sebuah institusi pendidikan agar terciptanya standarisasi lembaga pendidikan keagamaan Islam sehingga bisa disinergikan dalam data base sistem informasi lembaga pendidikan agama Islam.  "Ini sesuai standarisasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia," ungkap Zahrol Fajri.  Lanjutnya, dengan memiliki legalitas dan memiliki standarisasi makan akan mudah dibina oleh Disdik Dayah dan Kemenag Kota Banda Aceh.  Upaya ini juga dilakukan dalam rangka penataan kelembagaan dan Tata Kelola Manajemen Dayah, Balai Pengajian dan Taman Pendidikan...

TEMPAT PENGAJIANKU TERCINTA

Oleh Siti Humaira Pelajar Kelas IX.1 SMP N.1 Bandar Baru, Pidie Jaya Mungkin kalau ada seseorang yang ingin pandai tentang akhirat atau ingin lebih banyak mengetahui tentang agama Islam dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tempat yang paling tepat untuk mempelajari itu adalah tempat pengajian atau sering disebut dayah. Sama halnya dengan orang tua saya, mereka ingin saya dapat mengetahui banyak hal tentang agama Islam. Mereka juga ingin agar saya dapat mengenal Allah dan tumbuh menjadi perempuan yang salehah yang menjalani kehidupan dengan aturan dan hukum Islam, serta inginkan saya dapat tumbuh menjadi seorang perempuan yang berakhlaqulkalimah. Sehingga mereka memasukkan saya ke sebuah tempat pengajian di desa saya yang bernama “Darul Fuqara’”. Waktu itu saya baru kelas 1 SD. Di sana, saya diajarkan tentang cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Waktu pertama kali saya belajar cara membaca Al-Qur’an dengan tajwid dan makhraj huruf yang ben...