Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gemar menulis

Merawat Produktivitas Menulis

Oleh Tabrani Yunis   Sejak merebaknya penyebaran virus corona atawa Covid 19 yang berawal dari Wuhan, Cina di bulan Desember 2019 yang kemudian terus ke negara lain di dunia, seperti Italia, Amerika, India hingga Indonesia, telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Covid 19 memaksa manusia di permukaan bumi untuk takluk pada diakibatkan oleh virus Corona tersebut. Segala sektor kehidupan terguncang, ibarat pesawat terbang yang tengah mengalami turbulance. Bukan hanya terguncang, tetapi menyebabkan kematian. Kematian usaha-usaha manusia dan bahkan merenggut jutaan nyawa manusia di permukaan bumi ini.    Virus Corona atau Covid19 yang kini masih terus melanda secara global ini, telah menyebabkan masyarakat dunia berada dalam ketakutan. Ketakutan akan terinfeksi Covid 19 yang mematikan tersebut. Akibatnya semua orang galau dan ketakutan. Ketakutan tersebut membuat kita, harus mencari cara agar tidak tertular dengan virus tersebut. Di tengah sulitnya menda...

Apakah Tulisan Anda Cukup Menarik dan Penting Dibaca?

Oleh Tabrani Yunis. ( Sebuah Catatan Yang Tercecer)  Bagian ke dua Ini adalah tulisan lanjutan. Ya, lanjutan dari tulisan sebelumnya yang diposting di  www.potretonline.com pada tanggal 20 Juli 2019 lalu, dengan judul “ Berbincang Tentang Menulis, sembari menikmati Mie Aceh”. Tulisan yang menjadi catatan yang tercecer, agar tidak lupa. Sebut saja ini sebuah tulisan untuk melawan lupa. Dengan harapan tulisan ini bisa menjadi pengingat ( reminder ) akan sebuah kegiatan yang sangat positif dalam membangun kapasitas menulis orang-orang muda di Aceh kala ada pihak yang peduli dan mau berbuat untuk orang muda Aceh, walau sudah hampir setahun berselang. Maka, wajar pula tulisan ini disebut sebagai catatan yang tercecer, di mana bagian pertama mungkin sudah dibaca. Kalau pun belum, bisa dicari di  www.potretonline.com . Nah, apa yang perlu dicatat dalam tulisan bagian kedua ini adalah terkait dengan lokasi atau location. Walau ini selama ini, dalan masyaraka...

Menulis Esai dan Artikel, Menulis Masa Depan

Oleh YURNALDI Penulis Penerima Literacy Award    dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018. Konsultan Media, Mentor Kepenulisan dan Jurnalistik, Wartawan Utama, dan Editor Buku. Penulis Buku Kumpulan Esai “ Kritik Presiden dan Jurnalisme Hoax ” (2018) dan “Jawara Menulis Artikel” (2013). Tentang Literasi Bicara literasi, belakangan marak sekali Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Bangsa yang besar dan    maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Akan tetapi bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia. Literasi dalam konteks ini, bukan sebatas bebas dari buta aksara, akan tetapi bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup ( life skill ), agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain. Bangsa dengan b...

Membaca Untuk Menulis

Dok. blog.ub.ac.id Oleh Dony Purnomo Guru SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah Membaca bagi seorang penulis adalah asupan yang sangat penting. Ibarat ingin menjalankan kendaraan harus mengisinya dahulu dengan bahan bakar. Membaca sebelum menulis merupakan hal yang penting, karena tanpa membaca tak akan pernah ada tulisan yang berkualitas. Seberapa banyak buku yang harus dibaca? Jika ditanya jumlah buku yang dibaca, maka tergantung materi apa yang akan dituliskan. Jika materi yang akan ditulis membutuhkan banyak referensi, maka baca materi yang relevan sebanyak-banyakanya. Mengapa membaca menjadi hal penting dalam menulis? Menulis adalah proses mengeksploarasi dan meramu ide, sehingga ide yang disajikan menjadi menarik dan enak untuk dinikmati oleh para pembacanya. Dengan membaca  kita akan memperoleh banyak manfaat. Pertama, membaca akan memperkuat ide. Semakin banyak buku yang ditulis, maka akan semakin memperkaya materi yang disampaikan dalam tulisan. Melalu...

Enam Cara Menjadikan Menulis Sebagai Tradisi

Oleh Tabrani Yunis Ketika ditanyakan “ apa hobi anda?” Maka, Sering kita mendengar atau menemukan jawabannya, hobi saya menulis. Artinya, ia tersebut punya kesukaan untuk menulis. Bisa sekadar suka, bisa pula memang suka. Namun, kalau hanya suka, belum tentu menjadikan menulis sebagai sebuah tradisi. Apalagi kalau menulis hanya sekali, lalu berhenti dan suka lagi. Itu pun karena ada sesuatu yang disuka. Yang begini,    kita sebut sebagai aktivitas menulis karena suka, bukan sebagai sebuah tradisi atau kebiasaan yang menjadi kebutuhan. Sehingga, seperti disebutkan di atas, kegiatan menulis dilakukan hanya kapan suka, bukan sebagai kebiasaan atau tradisi. Bukan pula sebagai sebuah kebutuhan hidup.  Idealnya menulis itu menjadi sebagai    sebuah kebiasaan atau tradisi dalam hidup, menjadi kebutuhan hidup, karena sebagai manusia yang baik dan berguna adalah manusia yang pembelajar. Manusia pembelajar memiliki kebutuhan membaca dan menulis, mengekspre...

Cintai Alam, Alam Akan Bersahabat Dengan Kita

Dok. POTRET Oleh M. Zaky Siswa  kelas XI IPA B, SMA Negeri 1 Bireun, Aceh Seperti yang telah kita tahu bahwa lingkungan adalah sesuatu yang ada di sekitar kita yang mempengaruhi hidup kita, baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan juga tempat tinggal makhluk hidup ciptaan Tuhan. Kita juga memanfaatkan berbagai hasil dari lingkungan, seperti pohon, air dan benda lainnya yang sering kita pakai. Seharusnya, karena lingkungan hidup kita, adalah tempat kita hidup, tempat kita memanfaatkan segala yang ada di lingkungan hidup kita, juga tempat hidup semua makhluk hidup, kita juga menjaga dan merawat lingkungan. Hal ini penting, karena lingkungan yang terawat, terjaga dan lestari, akan memberikan jaminan akan kehidupan kita yang baik. Namun,  apa yang terjadi pada lingkungan sekarang ?  Kiranya, semua kita tahu, kita bisa menyaksikan apa yang terjadi terhadap lingkungan hidup kita selama ini. Ternyata, lingkungan di sekitar kita banyak yang...

Sebuah Awal Berujung Bahagia

Oleh Chandra Sentosa Kelas X IPS A, SMA Negeri 1 Bireun, Aceh Menulis itu, sebuah aktivitas yang mengasyikan. Artinya, membuat kita senang dan menikmatinya. Saya selama ini suka menulis. Tulisan yang suka saya tulis berupa artikel di salah satu wadah berita online di tanah air kita, Indonesia. Saya suka menulis di media ini berawal dari kebiasaan saya membaca di media tersebut. Saya suka artikel yang berhubungan dengan inspirasi dan  gaya hidup. Ya, mulai dari sanalah saya bertekat menghasilkan karya-karya tulis yang dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Walau sebenarnya menulis itu mengasyikan dan menyenangkan, dalam proses menulis, saya sering dihadapkan dengan kendala. Kendala yang paling sering dirasakan adalah ide. Kadangkala, ketika ada keinginan menulis, saya tidak punya ide untuk menulis. Ya, saya mau menulis apa, atau tentang apa. Sehingga, hal ini benar-benar memerlukan upaya keras untuk mencari ide. Saya harus berselancar di du...

Impian Menerbitkan Buku Itu, Akan Menjadi Kenyataan

Ilustrasi : EF Oleh Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Bandar Dua, Pidie Jaya Paling tidak, ada dua kebiasaan dan kegemaran saya yang saya selalu lalukan. Sejak dulu saya suka melukis, baik itu pemandangan,bunga ataupun bangunan.  Bahkan, karena begitu sukanya, saya membeli buku arsitek.  Kebiasaan dan kegemaran saya yang kedua, dari dulu  saya membaca. Saya membaca  novel, cerpen ataupun teks biografi seseorang dan cerita perjuangan. Setiap hari, berjam-jam saya habiskan waktu untuk membaca dan menulis, karena menurut saya dengan membaca dan  menulis kita dapat mengurangi beban pikiran kita. Itulah salah satu keuntungan membaca dan menulis. Wajar saja kalau ada yang menyebut saya kutu buku. Kerika pertama mendengar ada yang mengatakan saya kutu buku, saya pernah tersinggung dan marah. Ya, waktu itu saya begitu marah dikatakan begitu, karena saya pada waktu itu belum mengetahui pengertiannya. Namun, setelah saya ta...