Oleh :Hasbi Yusuf Ketika masa kecil, kami tinggal bersama orang tua di sebuah desa yang agak jauh dari keramaian kota. Kehidupan di desa saat itu sungguh menyenangkan. Suasana kehidupan masyarakat sangatlah akrab, antara satu warga dengan warga yang lainnya terasa seperti bersaudara. Hampir semua kegiatan besar dilakukan bersama-sama secara gotong royong. Gotong royong merupakan energi dan potensi terbesar yang dimiliki masyarakat desa, tidak terkecuali dalam menyambut dan mengisi kegiatan bulan Ramadan. Sebulan sebelum masuk bulan Ramadan, Peutuwa Meunasah (imam Meunasah) bersama tokoh masyarakat mengadakan rapat menyambut bulan suci Ramadan. Rapat ini dilaksanakan untuk memastikan segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kegiatan desa dalam menyambut dan mengisi kegiatan bulan Ramadan. Agenda rapat biasanya terkait penujukan personil kegiatan, petugas masak ie bu lada, petugas kebersihan dan cuci piring, dengan termasuk pembahasan tentang penentuan besar insen...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas