Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan

KELUARLAH DARI ZONA NYAMAN

  Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur Seminggu ini, hari yang bermakna bagi kami. Kami merayakan hari ultah pernikahan kami dan juga hari ultah saya yang tanggalnya berdekatan. Berdasarkan angka saat ini saya lebih tua dari sebelumnya. Tapi rasanya sih sama saja dengan kemarin-kemarin. I still feel like forty punjul rodok akeh.  Biasanya kami membuat pesta kecil dan mengundang keluarga dan teman-teman untuk makan bersama di rumah atau di resto untuk merayakannya.Tapi kali ini kami ingin merayakannya dengan cara yang lain. Kali ini kami ingin merayakannya berdua saja. Let's say honeymoon yang ke sekian ribu kalinya. Lagipula pandemi juga belum benar-benar berlalu dan kumpul-kumpul dalam jumlah besar juga masih dilarang. Karena ini hari penting, maka kami perlu membuat sebuah resolusi untuk hidup kami. Resolusi kami untuk tahun-tahun ke depan adalah untuk menikmati hidup dengan cara baru, yaitu berani melakukan hal-hal baru dan berani keluar dari zona nyaman k...

Memilih Sekolah, Membangun Masa Depan

  Oleh Tabrani Yunis Bagian ke tiga Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP Negeri Manggeng, Aceh Barat Daya (dulu Aceh Selatan) pada tahun 1978-1979, ibu saya berkata:  “Top (nama kecil pangilan ibu), Ibu ingin bertanya sedikit tentang sekolahmu, bagaimana kelanjutan pendidikanmu? Kiita tidak punya biaya. Kalaupun mau sekolah hanya ada dua pilihan, pertama, bersekolah di kampung dan kamu masuk SMA yang ada di kampung saja atau pilihan kedua, kamu melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Tapak Tuan” .   Inilah dua pilihan berat yang harus saya hadapi saat itu. Kedua pilihan ini tidak menjadi permintaan saya. Kalau melanjutkan ke SMA, saya akan menganggur setelah itu. Karena pasti tidak mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang lokasinya berada di Kota Banda Aceh. Lalu, kalau masuk SPG, saya tidak punya minat sedikitpun untuk menjadi guru. Saya menganggap menjadi guru adalah sebuah bencana. Bencana karena melihat kondisi kehidupan guru yang sangat tidak beruntung....

Perjalanan Mengubah Nasib

  Oleh Tabrani Yunis           Bagian ke dua    Dilahirkan dari keluarga miskin atau kaya, bukanlah sebuah pilihan. Artinya, tidak seorang pun bisa memilih agar lahir atau tidak lahir dari keluarga miskin. Begitu juga sebaliknya tidak bisa menolak atau meminta agar lahir dari keluarga kaya. Itu adalah ketentuan Allah semata. Namun, orang akan lahir dari keluarga miskin dan juga ada dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi. Keduanya bukan karena mereka bisa memilih. Yang jelas, hidup dari kedua strata tersebut pasti beda nikmatnya. Beda hidup si kaya dan si miskin. Biasanya, anak yang lahir di kekuarga kaya, bisa menikmati hidup dalam segala kemudahan dan tergantung seberapa sejahteranya atau kayanya orang tua mereka. Mereka bisa menikmati apa yang disebut hidup sejahtera. Sementara anak yang lahir dari keluarga miskin, menikmati apa adanya sesuai dengan kemampuan orang miskin. Tak dapat dipungkiri pula, dalam banyak kasus, keluarga miskin juga ...

Mengukir Perjalanan

Oleh Tabrani Yunis Bagian Pertama Kata pepatah, jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Pepatah ini, tentu tidak berlaku bagi semua orang. Artinya,  tidak semua orang akan bisa hidup lebih lama dan tidak semua orang bisa berjalan lebih jauh. Syarat untuk bisa berjalan lebih banyak dan lebih jauh tersebut bukan ditentukan oleh satu faktor. Banyak faktor yang mungkin bisa membuat seseorang untuk bisa mewujudkan aktivitas berjalan lebih banyak dan lebih jauh tersebut. Bisa jadi karena faktor usia yang begitu pendek. Namun, ada orang yang usianya panjang, namun langkahnya tidak begitu panjang. Artinya perjalanan yang ia tempuh, hanya terbatas di area kelahiran. Ia tidak mendapatkan kesempatan uituk bisa melangkahkan kaki lebih jauh, karena terbatasnya uang, ilmu, teman dan pengetuhuan, serta karier yang tidak gemilang, sehingga tidak ada sumber keuangan yang membuat ia bisa menempuh perjalanan yang jauh. Seperti kita ketahui bahwa  untuk mendapatkan ...

Lebih Dekat dan Akrab di Destinasi Wisata Krueng Saweuk.

Oleh Khaidir Rasyid Berdomisili di Panton Labu, Aceh Utara   Wisata alam Krueng Saweuk berada di Gampong Saweuk Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Hari ini penulis seperti biasa di hari libur memanjakan bocah-bocah manoe (mandi) di Krueng Saweuk. Memanjakan bocah-bocah mandi di air sungai yang bersih,dingin serta dangkal. Inilah yang membuat anak-anak betah berlama-lama mandi dan berenang di Krueng Saweuk ini. Tentu bukan saja bocah-bocah, tidak sedikit orang dewasa yang ikut menikmati sejuknya air jernih dan mengalir bersih.   Mungkin ada yang bertanya, mengapa sungai ini disebut sungai Saweuk. Kata Saweuk adalah kata dalam bahasa Aceh yang bila diIndonesiakan berarti sama bagi. Ya sama bagi atau dibagi sama, begitu kalau diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Saweuk sebenarnya adalah nama sebuah gampong kecil (kampung kecil) yang berada di pinggir sungai dengan masyarakat dan pemuda gampong yang ramah,santun serta kompak. Ini lah yang menjadi daya tarik tersendir...

Menceklis Salah Satu Mimpi

Oleh Alisa Sharfina Yuzka Keinginan untuk merasakan kuliah di luar negeri sudah ada sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di umur meranjak 20 tahun ini, saya memiliki kesempatan mengikuti program  Student Exchange  yang diselenggarakan oleh pihak Universitas, tepatnya pada Universitas Islam Ar-Raniry Fakultas Psikologi. Program ini diselenggarakan setiap tahun oleh pihak Fakultas khusus mahasiswa semester 4 dan ini merupakan tahun ke 4 untuk program pertukaran pelajar ke negri Jiran, Malaysia pada Universitas Utara Malaysi (UUM). Untuk mengikuti program ini pihak fakultas akan menyeleksi para calon mahasiswa yaitu seleksi IPK dan TOEFL. Ketika sudah dinyatakan lulus, mahasiswa akan mengurus segala keperluan untuk persiapan berangkat seperti membuat passport, visa, mengisi borong  ( formulir) permohonan, dan sebagainya.             University Utara Malaysia (UUM) merupakan kampu...

Ke Medan atau Tamiang? Ingat Ada PIZZA DAN BURGER L@ F@@Z@

Oleh Febri Mira Rizki Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Piza  (atau  pizza ) adalah hidangan gurih dari  Italia  sejenis  roti  bundar dan pipih, yang dipanggang di  oven  dan biasanya dilumuri  saus tomat , serta  keju  dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya  mozzarella  atau " keju pizza ". Kata "pizza" diambil dari  bahasa Italia   pizza  ( Alfabet Fonetik Internasional  / International Phonetic Alphabet, IPA:  [ˈpiːtsə] ), biasanya berarti " pai , kue,  tart ". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti  phai  (pie). Namun Pizza L@ F@@Z@ yang dimaksud adalah salah satu makanan  homemade  dibuat oleh Febri Mira Rizki (29 Th) dengan suaminya, Edy Susanto (29 Th) lebih kurang setahun yang lalu. Nama L@ F@@Z@ sendiri diambil dari nama panggilan anak kedua mereka. Awal pembuatan P...

Berwisata Sejarah ke Melaka, Malaysia Banyak Hikmah

Oleh Tabrani Yunis Ini adalah kunjungan singkat, yang hanya dalam waktu kurang dari dua jam berada di salah satu kawasan objek wisata di Negara Malaysia. Kunjungan singkat  dan terbatas, karena tiba di kota ini, sudah pukul 10 malam yang membuat tubuh hanya ingin rebah di peraduan, menanti pagi. Keinginan untuk menikmati pesonan wisata di sebuah kota yang terlerak di dekat Selat  Malaka yang  memisahkan antara Aceh dan Malaysia, menjadi sangat menarik, karena memberikan inspirasi dan pelajaran penting, walau sebenarnya bukan sebagai pejabat di Dinas pariwisata. Ya, paling tidak memberikan pelajaran bagi penulis yang kemudian bisa dibagikan lewat tulisan ini. Melaka atau lebih sering disebut Malaka merupakan  kota terakhir dari tujuan wisata  kami dari paket perjalanan tour  4 hari ke dua negara pada tanggal 17 November 2018 hingga 20 November 2018. Dikatakan kota terakhir, karena kota ini adalah destinasi terakhir  kami kunjungi setela...