Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru

Guru Honorer Terima 10 Ribu Sebulan, Begini Penjelasan Kadisdikbud Aceh Tengah

  Takengon - Potretonline.com, 18/12/21. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 44 Takengon yang berlokasi di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah akhir-akhir ini disoroti, baik di media lokal maupun media nasional yang memberitakan guru honorer hanya memperoleh gaji Rp.10 ribu/bulan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tengah, Drs Uswatuddin MAP kepada media, Sabtu (18/12) menjelaskan awal sejarah pendirian SMP Negeri 44 Takengon. "Berdirinya SMP Negeri 44 atas usulan masyarakat Desa Bah Kecamatan Ketol, karena anak-anak mereka jauh untuk bersekolah ke ibukota kecamatan, sehingga harus didirikan SMP," kata Uswatuddin. Dikatakannya, atas usulan masyarakat Desa Bah dari pihak Disdikbud Aceh Tengah menyetujui dan memberikan izin operasional untuk dibuka SMP di sana agar siswa tamatan SD tidak jauh bersekolah ke ibukota kecamatan. Kadisdikbud Aceh Tengah menjelaskan, masyarakat Desa Bah secara gotong-royong mendirikan ruang belajar walupun masih sederhana, na...

Digital Literasi Numerasi itu Mudah

By Khairuddin Ketua Harian PP - Jaringan Sekolah Digital Indonesia Literasi - Numerasi menjadi fokus utama dari kurikulum baru 2022, Kurikulum Sekolah Penggerak, selain tetap mengedepankan pendidikan karakter. Memiliki kecakapan mengolah tool literasi - numerasi dalam bentuk digitalisasi merupakan keharusan. Teknologi tetap dikedepankan mengiringi setiap bidang studi dan program-program di sekolah. Bahkan sejak SMP, guru dituntut menggunakan IT dalam pembelajaran di kelas. Bulan Desember yang urung libur, bagusnya sekolah-sekolah memiliki program digitalisasi literasi numerasi sebagai kecakapan jelang kurikulum baru. Syukurnya saat pandemi mendera Indonesia hingga level 4 lalu, banyak guru sudah memiliki kecakapan IT. Tinggal dimanfaatkan saja untuk literasi - numerasi.  Saya malah menjadikan peserta pelatihan lalu sebagai ajang coba-coba platform, baik saat mengisi kegiatan di Dinas Pendidikan Aceh maupun di in house training sekolah-sekolah. Peserta menikmati dengan antusias dan ...

SELAMAT ULANG TAHUN IGI

Oleh Satria Dharma Pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI) “Organisasi profesi guru ini harus mandiri, independen dan mesti digunakan oleh guru untuk memajukan profesinya, meningkatkan kompetensinya, kariernya, wawasan kependidikannya, perlindungan profesinya, meningkatkan kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat. Bendera kebangkitan guru telah kita kibarkan bersama,” Satria Dharma, Pendiri dan Ketua Ikatan Guru Indonesia pertama. Ikatan Guru Indonesia atau IGI pada awalnya terbentuk melalui diskusi di milis The Center for The Betterment of Education (CBE): cfbe@yahoogroups.com. Dua begawan pendidikan muda kala itu, Satria Dharma dan Achmad Rizali, resah dengan kondisi mutu guru di Indonesia. Melalui CBE, keduanya beberapa kali melakukan dialog pendidikan secara nasional. Hasilnya, guru dianggap menjadi persoalan pendidikan yang serius. Di sisi lain, kinerja pemerintah dalam meningkatkan profesionalitas guru juga memprihatinkan. Organisasi guru yang diharapkan bisa menjadi bidan yang...

Guru Beruntung

  Oleh Iklima Guru SMA Negeri 1 Banda Aceh   Penyampaian sesuatu informasi yang baik adalah kewajiban setiap manusia. Dalam sebuah hadis dikatakan; “ (sampaikanlah olehmu dariku walau satu ayat). Namun demikian, kalau hanya melihat pemaknaan hadis ini, maka hanya sekadar menyampaikan/mengajar, dimana pemaknaan ini adalah pemaknaan dari guru secara umum.   Sedangkan pemaknaan guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru akan tampak dalam pemaknaan hadis yang menggambarkan seseorang akan disiksa di hari kiamat dengan terburai isi perutnya, karena dia menyuruh orang lain untuk berbuat makruf, tetapi dia tidak melaksanakannya dan melarang orang lain untuk melakukan kemungkaran.sementara dia melakukannya.  Dalam paragraf tersebut tampak bahwa dengan menjadi seorang guru, secara tidak langsung kita telah menjalani 2 kewajiban. Pertama adalah menyampaikan kemakrufan, ke dua, kewajiban untuk melaksanakan apa yang telah kita sampaikan. Kedua kewajiban tersebut adalah kewajiban y...

Disdik Dayah Banda Aceh Dukung Pelatihan AKM bagi Guru di Dayah Terpadu Inshafuddin

  Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh Alizar Usman, S.Ag, M.Hum sangat mendukung kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru pondok pesantren yang telah diadakan oleh Dayah Terpadu Inshafuddin, Sabtu (2/10/2021). Alizar mengatakan upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan mutu pengetahuan para guru yang mengajar anak-anak di pondok/dayah. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan bentuk apresiasi kepada dayah yang selalu meningkatkan kualitas SDMnya,” kata Alizar. Workshop peningkatan mutu guru dan pelatihan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). yang diikuti oleh guru dan ustadz-ustadzah Dayah Terpadu Inshafuddin untuk jenjang SMA ini dibuka langsung Direktur Dayah Terpadu Inshafuddin, Drs. Tgk. Abdullah Usman. Abi Abdullah Usman mengajak seluruh warga Dayah Terpadu Inshafuddin untuk membangun dan mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di Dayah Inshafuddin. ”Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah guru mampu memahami tentang pemeta...

Ironi Literasi Numerasi Anak Negeri

    Oleh Arhamni, M.Pd Guru SMK Negeri Penerbangan Aceh di Banda Aceh    Masyarakat Indonesia sudah sangat mengenal istilah UN (ujian nasional) dengan segala pro-kontra. Bertahun-tahun UN didiskusikan kebermaknaan pelaksanaannya bagi lembaga pendidikan, terutama bagi peserta didik yang akhirnya pada tahun 2020 peserta didik tidak lagi mengikuti UN sebagai jaminan untuk kelulusan dari lembaga pendidikan. Mulai tahun 2021 Ujian Nasional (UN) diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.  “Penyelenggaraan UN tahun 2021, diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi) dan penguatan pendidikan karakter,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pada peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar”,di Jakarta, Rabu (11/12/2019).  Masyarakat mungkin belum familiar denga...

Begitu Berharganya Guru

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di  Depok Membaca Cersil Pentalogi Naga Bumi karya Seno Gumira memperoleh inspirasi begitu berharganya seorang guru. Seleksi seorang murid yang ingin berguru silat di Tiongkok jaman kuno itu sangat tidak mudah dan yang diuji adalah kesungguhan serta kesabaran serta kerendahatian calon murid. Ketika menjadi murid, guru sudah menjadi pengganti orangtua sendiri dan mirip sekali dengan tulisan dalam "taklim mutta'alim" yang diacu di dunia pondok pesantren. Intinya, kepatuhan murid adalah mutlak.  Menjadi cendekia dan pegawai pemerintah di Tiongkok jaman kuno memerlukan ujian bertahap mulai dari jenjang kelurahan hingga jenjang nasional di Kotaraja dengan ketua panitia seleksi Kaisar sendiri. Yang diuji adalah filosofi dan karya sastra, peserta bisa ikut ujian berulang kali. Ketika lulus, maka Kaisar akan bangga memiliki pembantu dari rakyatnya yang terbaik. Seringkali, kesetiaan ditambahi dengan memutuskan diri menjadi orang Kebiri. Kisah Kaisar ...

Belajar Mencintai Profesi Guru

Oleh Tabrani Yunis Tidak ada yang tahu seperti apa masa depan seseorang, walau sesungguhnya kita sudah menyiapkan masa depan kita dengan sebuah cita-cita. Misalnya, ketika kecil kita bercita-cita ingin menjadi guru, namun ketika besar malah berubah arah dan tidak menjadi guru. Begitu pula halnya dengan aku. Seperti dalam tulisan sebelumnya, aku sangat ingin menjadi seorang penyuluh pertanian atau ingin menjadi seorang insinyur pertanian, lalu kemudian patah di tengah jalan. Jalan yang harus ditempuh hanya dengan dua cara, yakni pertama harus bersekolah di SMA dan kemudian melanjutkan ke fakultas pertanian hingga mencapai gelar sarjana pertanian, atau dilalui dengan memasuki sekolah kejuruan pertanian, seperti SPMA kala itu. Dengan mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan itu, maka  jalan untuk mewujudkan cita-cita untuk  menjadi penyuluh pertanian atau insinyur pertanian bisa terwujud, namun tidak dengan jalan yang aku harus tempuh. Aku yang bercita-cita ingin menjadi seoran...

Menanti Reformasi Paradigma Peningkatan Kapasitas Guru

Oleh Tabrani Yunis Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh Banyak sekali agenda atau pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Makarim pada periode 2019-2024 ini. Sebagai menteri termuda dan katanya tidak memiliki latarbelakang pendidikan untuk mengurusi dunia pendidikan, ia memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar. Di pundaknya, di satu sisi harus menjalankan visi dan misi Presiden Jokowi untuk menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia emas 2045 sebagai fokusnya. Ia juga harus membuat kompatan-lompatan kemajuan dalam bidang pendidikan nasional dalam menyikapi adanya disrupsi teknologi dan manajemen pendidikan nasional. Bukan hanya itu, Nadiem Makarim juga harus mengejawantahkan pesan Presiden agar pendidikan nasional dikelola dengan teknologi, tanpa harus menggeser tujuan pendidikan. Sementara, persoalan-persoalan pendidikan di tanah air, bagaika...