Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Passive Income Bukan Hanya “Milik” MLM

Oleh Dewi Muliyawan Zaman sekarang,  passive income sudah menjadi istilah yang sangat populer. Di televisi, radio dan surat kabar, istilah ini cukup sering disebut-sebut. Sayangnya masih banyak orang yang belum mengerti sepenuhnya arti  passive income itu. Sebenarnya secara sederhana  passive income berarti pendapatan yang bisa kita peroleh tanpa harus bekerja. Beberapa rekan saya mengira kalau  passive income itu sama dengan bisnis  multi level marketing . Jadi menurut mereka, satu-satunya cara untuk mendapatkan  passive income adalah bergabung dengan bisnis MLM. Bahkan ada juga teman yang tidak percaya kalau  passive income  itu benar-benar ada. Menurut mereka mendapatkan uang tanpa bekerja adalah sesuatu yang mustahil. Padahal dalam dunia keuangan,  passive income punya posisi sangat penting. Semua orang yang punya cita-cita untuk hidup sejahtera hingga di akhir usianya, sepatutnya memiliki  passive income . Mengapa kita perlu memilik...

Pelaku Usaha di Banda Aceh Ikuti Bimtek Tata Cara Penginputan OSS-RBS

  Banda Aceh - Potretonline.com, 30/10/21. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Online Single Submission - Risk   Based  Approach  (OSS-RBA) di Rasamala Hotel, Selasa (26/10/2021). Pada kegiatan tersebut, Kepala DPMPTSP Muchlish, SH menyebutkan, kegiatan ini diikuti oleh 38 pelaku usaha yang berasal dari berbagai sektor usaha baik perhotelan, industri, ritel, Real Estate serta sektor usaha lainnya di Wilayah Kota Banda Aceh. "Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai ketentuan pelaksanaan penanaman modal serta meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia dan kemandirian layanan OSS-RBA bagi pelaku usaha," jelasnya. Adapun narasumber pada acara tersebut yaitu Ibu Elvi Zulfiani Meutia, ST.M.Eng.Sc  selaku Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Banda Aceh dengan materi yang disajikan 

AKU BENCI SEMBILAN NAGA

Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya Seorang teman terang-terangan bilang bahwa dia benci pada keturunan China karena mereka menguasai perekonomian negara kita. “90% perekonomian kita dikuasai oleh mereka, utamanya oleh Sembilan Naga.” Katanya dengan sewot sambil sok tahu apa itu Sembilan Naga. “Kan memang itu yang kita kehendaki?”, jawab saya dengan slow. Tentu saja dia jengkel dengan jawaban saya tersebut. “Maksudmu…?! ,” tanyanya dengan nada sewot.  “Kan yang lain sudah kita kuasai dan kita tidak memberi kesempatan pada warga keturunan China, kecuali di bidang ekonomi.” jawab saya. “Semua bidang yang lain itu kita kuasai sepenuhnya, 99.9%. Coba perhatikan dari jutaan orang yang bergerak di bidang politik ada berapa gelintir sih warga keturunan China? Lha wong ada Ahok satu saja yang memusuhi sampai jutaan orang gitu lho! Para kepala daerah dan wakilnya, para ketua DPR, DPRD, dan anggotanya dari Sabang sampai Merauke itu semua orang kita. hampir tidak ada yang keturunan Chi...

Mei 2021, Terjadi Inflasi Sebesar 0,17 Persen di Banda Aceh

Banda Aceh -Potretonline.com, 07/06/21. Pada Bulan Mei 2021, Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,17 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,23 pada April 2021 menjadi 106,41 pada Mei 2021, akibat adanya perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2021 dan secara umum menunjukkan kenaikan pada Mei 2021 . Hal ini merujuk pada laporan BPS Kota Banda Aceh terkait Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banda Aceh, Fadhil S.Sos., MM mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender Januari-Mei 2021 sebesar 0,45 persen dan tingkat inflasi pada Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,73 persen.  “Inflasi di Banda Aceh sendiri terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” katanya, Senin, (07/06/2021). Sementara itu secara teknis Kepala Bidang Statistik Diskominfotik, Nourchalis, SE menjelaskan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2...

BPUM 2021 untuk Banda Aceh Cair, Ini Link Pengecekannya

Banda Aceh -Potretonline.com,06/06/21. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI telah menetapkan nama-nama penerima Bantuan Modal Kerja Produktif kepada Pelaku Usaha Mikro terdampak Covid-19 untuk Tahun 2021 dengan bantuan sebesar Rp. 1.200.000 per pelaku UMKM.   Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, M. Nurdin, S.Sos mengatakan untuk Kota Banda Aceh sudah ditetapkan sebanyak 6.173 penerima Bantuan Pemerintah bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 telah ditetapkan dengan Keputusan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia.   Nurdin mengatakan, bagi pelaku usaha yang sudah mendaftarkan diri dapat melakukan pengecekan melalui link yang sudah disediakan. “Nama-nama Penerima BPUM Tahun 2021 dari Kota Banda Aceh dapat diakses melalui link ini bit.ly/Penerima_BPUMBNA2021, ” kata Nurdin, Sabtu (05/06/2021) saat dikonfirmasi melalui telepon.   Nantinya, kata Nurdin Para penerim...

Kiat Srikandi Banna Tani Putar Ekonomi

Banda Aceh - Senyum merekah di kebun kangkung nan hijau. Senda gurau berulang pecah, saat belasan perempuan itu mencabut kangkung.  “Ini panen yang kedua setelah kami mulai sejak bulan Oktober lalu,” kata Nurjariah, warga Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Perempuan paruh baya itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Banna Tani. Ia memimpin 25 ibu rumah tangga lainnya, menggarap lahan kosong sekitar 20 meter persegi. Nurjariah berbagi cerita. Sebelum panen tiba, kelompoknya menghadapi sejumlah tantangan. Bila hujan datang kebun tergenang. Bekicot dan serangan juga rajin melumat tanaman. Menurutnya sebelum menjadi kebun, lahan yang mereka garap tanah kosong penuh ilalang. Lantas ia dan rekan-rekannya membersihkan, membangun rumah bibit, menimbun tanah, hingga membuat bedeng. “Buat bedeng ini kami kerjain sendiri para ibu-ibu kami hanya pakai bantuan orang untuk nimbun karena tidak sanggup,” kata perempuan kelahiran Aceh Tamiang tahun 1968 itu. Jadilah kebun asri. Tumbuh subur ...

Disdik Dayah Banda Aceh Sukses Laksanakan Pelatihan Ekonomi Kreatif Bagi Dayah

Banda Aceh – Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi santri dan guru dayah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh sukses dilaksanakan selama tiga hari sejak 14-16 September 2020 dan mendapatkan respon sangat baik dari peserta.  Kepala Disdik Dayah Tgk.Tarmizi M. Daud, S. Ag, M. Ag berharap apa yang sudah didapatkan dari pelatihan ini bisa dimanfaatkan bagi individu maupun di lingkungan dayah setempat.  "Alasannya karena tahun 2027 Dana Otsus sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 akan berakhir, maka dari itu untuk urgensi kemandirian dayah, dituntut dayah/ pondok pesantren harus mampu melahirkan sumber pendapatan, sehingga dayah benar-benar mandiri," jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2020). Tgk. Tarmizi berharap juga dengan pelatihan ekonomi dayah lahir ide-ide baru dan cemerlang dalam membangun ekonomi mandiri untuk masa depan dayah Kota Banda Aceh.  Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Arifullah, ustadz dari Pesantren Modern Darul...

Pasar Al-Mahirah Lamdingin Tetap Beraktivitas

Banda Aceh - Pasar Al-Mahirah Lamdingin tetap beraktivitas setelah beberapa waktu lalu pedagang kembali berjualan ke Pasar Peunayong lama disebabkan omzet penjualan menurun dan kurang pembeli. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag), M Nurdin, S.Sos mengatakan pedagang yang kembali pindah ke Pasar Al Mahirah Lamdingin ini dikarenakan pasar ikan di Peunayong tidak mampu menampung jumlah pedagang, sehingga membuat sebagian pedagang yang tidak tertampung kembali berjualan di Pasar Al Mahirah Lamdingin. “Lokasinya sudah sangat sempit sehingga membuat pedagang yang sebagiannya tidak bisa berjualan di sana karena itu mereka kembali ke sini,” kata Nurdin, pada Kamis (10/09/2020) di Pasar Al-Mahirah Lamdingin saat memantau aktivitas pasar. Nurdin mengatakan, ada 39 orang/lapak pedagang ikan dan 10 orang/lapak pedagang sayur yang sudah kembali berjualan di Pasar Al Mahirah Lamdingin. Sementara itu, untuk pedagang lain yang mau kembali pindah Pasar Al Mahirah La...

ACT Luncurkan Program Sedekah Modal Usaha Guna Bangkitkan Ekonomi Mikro Terdampak Covid-19 di Aceh

Aceh Selatan – Kasih seorang ibu tidak pernah lekang kepada anak-anaknya. Bila akhirnya sang suami sudah pergi menghadap ilahi, sosok ibu rela banting tulang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Di antara mereka ada yang menjual ikan, menjual mie caluek, bakso goreng, dan berdagang kecil-kecilan di kios. Adalah Indra Wati (43), warga Dusun Ujung Padang, Trumon Tengah, Aceh Selatan, 10 lebih ia menafkahi anaknya dari usaha menjual bakso goreng seorang diri. Karena usahanya ini pula ia berhasil membiayai dua anaknya kuliah, seorang lagi sedang mempersiapkan diri mengenyam pendidikan di dayah. Saat ditemui tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Selatan – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, ia nampak tengah duduk menunggu pelanggan bakso goreng, Aceh Selatan, Senin (1/6). Kehadiran MRI Aceh Selatan – ACT Aceh guna menyerahkan sedekah modal usaha dalam program Sahabat UMI (Usaha Mikro Indonesia). Melalui suntikan modal usaha untuk kaum ibu pedagang tulang pungg...

Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Dalam Mewujudkan Ekonomi Syariah di Era Industri Digital 4.0

Oleh: Rehal Surbakti Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI Ar-Raniry, Banda Aceh  Perkembangan era industri digital 4.0 saat ini sudah merambah ke seluruh aspek kehidupan. Salah sartunya masuk pada bidang ekonomi, baik pada ekonomi mikro maupun ekonomi makro.  Ini  menjadi bukti yang menunjukkan bahwa sekarang ini peran digital  sudah sangat luar biasa.  Terbukti pula, hampir seluruh perekonomian menggunakan sistem teknologi informasi dan komunikasi atau digitalisasi dalam segala hal, baik dalam melakukan pemasaran produk, penjualan dan pembelian serta lainnya, sudah sangat dimudahkan dengan perkembangan industri digital ini. Sehingga mengantarkan kita ke fase disrupsi. Fase yang disebut Era disrupsi ini, merupakan fenomena dimana ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya. Fenomena ini banyak berkembang pada perubahan pola dunia bisnis (ekonomi). Nah, dalam banyak perspektif,  disrupsi ...

Sudahkah Progam Perencanaan Pembangunan dan Anggaran kita Berpihak pada si miskin dan Sensitive Gender?

Oleh: Rika Rahayu AR Sudahkah kita terlibat dalam perencanaan dan perumusan anggaran program pembangunan di desa atau di kota kita? Pertanyaan dari judul di atas sangat penting untuk kita pertanyakan kepada diri kita masing-masing. Karena mengingat sangat kurang keterlibatan kita, terutama kaum perempuan dalam forum-forum perumusan perencanaan anggaran di tingkat kota apalagi di tingkat desa. Padahal seharusnya setiap warga, tanpa kecuali, harus ikut serta dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa tersebut. Mengapa setiap warga harus partisipatif dan pro aktif dalam perencanaan dan anggaran? Jawabannya, karena dengan berpartisipasi secara pro-aktif, kita bisa menyuarakan kebutuhan, ide dan aspirasi kita dalam program pembangunan. Sehingga, akan sesuai dengan harapan dan kebutuhan kita. Bukan hanya itu, hasil dari keikutsertaan kita, akan melahirkan program-program yang berkeadilan. Dengan terlibatnya semua unsure masyarakat dalam proses perencanaan dan penggagara...