Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekolah

Disdikbud Kota Banda Aceh Pantau Hari Pertama Sekolah

BANDA ACEH I Memasuki hari pertama dimulainya kegiatan belajar mengajar disekolah tahun ajaran baru 2021/2022. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh memantau langsung ke beberapa sekolah, Senin (12/07/2021). Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdikbud Kota Banda Aceh, Jailani Yusti SAg MPd didampingi Kasie Kurikulum dan Penilaian SD, Marwan SAg MPd serta Kasubbag Program, Taufiq SE turun langsung ke beberapa SD di Kota Banda Aceh. Kata Jailani, tujuan memantau pada hari pertama dimulainya tahun ajaran baru 2021/2022 sesuai surat edaran Wali Kota Banda tanpa melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. "Surat edaran Wali Kota Banda Aceh itu harus dilaksanakan khususnya pada jenjang pendidikan dasar selama masa Pandemi Covid-19 ini tetap belajar melalui daring," ucap Jailani. Kepala SD Negeri 17 Kota Banda Aceh, Munawar SPd menjelaskan kepada tim yang turun kesekolahnya mengatakan, pada hari ini hanya sebatas pembagian buku paket kepada orang tu...

Belajar Menjadi Guru Super Yang Menghibur

Oleh Tabrani Yunis   Teaching is an art, begitu ungkapan yang pernah saya baca dari sebuah buku yang saya sendirisudah lupa. Karena mengajar itu adalah seni, maka proses mengajar itu bisa diimprovisasi. Kita bisa memolesnya dengan berbagai bentuk kreasi-kreasi baru. Mengemasnya dengan hal-hal yang inovatif. Mengajar tentu saja bukan sekadar mentransfer ilmu dan ketrampilan, tetapi harus memilki fungsi-fungsi lain seperti fungsi hiburan. Nah, sebagai sosok seorang guru yang menganut falsafah guru yang pembelajar, saya mencoba mengembangkan sebuah cara pembelajaran yang dapat menarik minat para peserta didik untuk belajar bahasa Inggris. Karena pengalaman kita dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di sekolah memang lebih banyak hal yang tidak menarik. Pelajaran bahasa Inngris menjadi pelajaran yang membosankan, ditakuti siswa dan sebagaianya. Realitas ini saya temukan berbekal pengalaman mengajar selama 10 tahun. Saya juga sering bersama siswa mengidentifikasi berbagai masal...

Ketika Sekolah Mati Suri

Oleh Tabrani Yunis   Sejak virus Corona atau Covid 19 mewabah dan merajalela di seluruh penjuru dunia ( baca Global), proses belajar di sekolah tidak bisa berjalan, karena Corona atawa Covid 19 menjadi pandemi yang menakutkan. Takut karena virus ini mudah dan sudah menyebar dengan cepat dan jutaan orang sudah terpapar, yang kemudian dinyatakan sebagai ODP, OTG, PDP dan sebagainya. Semakin menakutkan, karena Covid 19 tersebut bukan hanya membuat orang-orang menderita sakit masih terus melonjak,  yang hingga 20 November 2020 kasus positif Corona terus mengalami lonjakan dengan total 56.804.454 kasus, tetapi juga banyak yang meninggal. Tirto.id yang menguktip data dari John Hopkins University (JHU) Jumat, 20/11/20 mencatat jumlah meninggal dunia akibat virus Corona di seluruh dunia adalah sebanyak 1.358.411 kasus. Sementara jumlah kematian akibat Covid 19 di Indonesia mencapai angka 15.678 orang  Mengerikan bukan?   Jelas sangat mengerikan.  Semua orang, ...

Dunia Terus Berubah, Kita Mau Kemana?

Oleh Tabrani Yunis Akhir-akhir ini, ruang publik bagi masyarakat dunia untuk berekspresi, berkreasi dan berinovasi secara sangat produktif di dunia maya tampaknya semakin banyak dan terbuka luas. Bukan hanya itu, bahkan tidak ada batas waktu. Kita bisa mengisinya dengan berbagai macam isi atau content.   Pokoknya, berbagai macam ruang di dunia maya dibuka tanpa ada batas ruang dan waktu. Dahulu, ketika email belum ada, kita berkirim surat lewat jasa pos atau jasa pengiriman yang memakan waktu cukup lama. Untuk mengirim surat di dalam wilayah satu Negara saja, seperto halnya, di dalam negeri Indonesia, untuk mengirimkan surat ke Jakarta saja, bisa menghabiskan waktu satu minggu. Namun kini dengan electronic mail atau yang sering kita sebut dengan singkatannya email, surat kita bisa sampai ke tujuan hanya dalam satu klik dan bisa langsung diterima antar benua dan sebagainya. Tentu saja, bukan kiriman dalam bentuk fisik, seperti lembaran kertas yang dimasukan dal...

UN itu, Buruk Rupa, Cermin Dibelah

  Oleh Tabrani Yunis  Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh Nasib Ujian nasional (UN) di negeri ini terasa tidak mujur. Dikatakan demikian, sejak ujian ini dijadikan sebagai standar nilai lulus sekolah, kegiatan evaluasi hasil pendidikan secara nasional ini terus dihakimi. Ya, buktinya UN yang diselenggarakan oleh pemerintah secara nasional selama ini, terus menjadi controversial. Bahkan kini sudah sampai ke puncak masalah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Muhajir Effendy melemparkan wacana bola panasnya yang penuh sensasi untuk melakukan moratorium ujian Nasional. Dikatakan sebagai wacana, karena niat untuk melakukan moratorium tersebut sudah dipatahkan oleh Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla dan bahkan Presiden RI, Joko Widodo sendiri seperti ditulis di laman Republika.co.id, Senin 19 Desember 2016. Berita tersebut menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo ( Jokowi) memutuskan ujian nasional (UN) tetap akan dijalankan dengan berb...

Datangi BPPD Aceh, Ini Yang disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kota

    Banda Aceh – Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Zahrol Fajri S Ag MH bersama sejumlah pejabat jajaran Dinas yang dipimpinnya melakukan kunjungan ke kantor Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh. Zahrol dan rombongan disambut langsung Kepala BPPD Aceh, Bustami Usman SH MSi diruang kerjanya, Selasa (24/1/2017). Kata Zahrol Fajri, kedatangan pihaknya ke BPPD dalam rangka melakukan sharing informasi sekaligus meminta masukan terhadap penataan kelembagaan Dayah di Kota Banda Aceh. “Sebagai Institusi baru, Saya pikir kita perlu melakukan komunikasi dan meminta masukan dari BPPD Aceh yang notabene sudah lama terbentuk dan telah menjalankan banyak program dalam pembinaan dan pendidikan Dayah di Aceh,” ujar Zahrol. Sementara itu, Bustami Usman memaparkan tentang program kerja Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, serta berbagai kebijakan Gubernur Aceh terkait pembinaan dan bantuan operasional Dayah se-Aceh. Terkait dengan bantuan untuk Dayah, Bustami ...

ABK Itu Berbalut Keistimewaan

Oleh dr. Farah Febriani  Di sebuah sekolah yang terletak di tengah kota Banda Aceh. Plang yang tertera pada lampu merah telah menunjukkan angka 5, ini pertanda sebentar lagi Raudah akan segera sampai pada sebuah sekolah yang dituju. Sudah dua minggu berlalu, Raudah masih tetap bersemangat untuk menjadi volunteer pada sekolah tersebut. Ia yakin, kehadirannya tidak akan sia-sia. Disana tersebar ilmu, pengalaman, arti kesabaran dan tentunya rasa kebersyukuran.  Ia memarkirkan motor hitamnya yang bermerek “Yamaha” diparkiran belakang sekolah tersebut. Kini, di depannya telah berdiri sebuah gedung kokoh berlapiskan cat warna-warni. Di sebelah kanan gedung terdapat beberapa alat permainan yang berupa ayunan, jembatan bergoyang, ban mobil dan kayu pengukur keseimbangan. Sekolah ini terlihat sederhana dan menarik. Terdiri dari tiga ruang belajar, dapur, kamar mandi, ruang kerja serta ruang konsultasi. Ya, situasi seperti ini yang membuat sekolah ini begitu berbeda dengan...

Budaya Literasi Dalam Secangkir Kopi

Oleh Don Zakiyamani Komisioner KPK (Komunitas Pecinta Kopi), Berdomisili di Banda Aceh Suatu malam penulis kedatangan tamu istimewa yang baru saja melakukan kegiatan organisasinya di pulau Jawa. Banyak hal yang kami diskusikan terkait dunia pendidikan, perjalanan diskusi akhirnya menemukan terminal yang sangat semrawut bahkan menyedihkan. Perbincangan literasi di Indonesia terkhusus di Aceh adalah terminal diskusi yang penulis maksud. Bang Imran, demikian penulis menyapanya, sebagai Ketua Umum IGI (Ikatan Guru Indonesia) Propinsi Aceh yang baru, beliau banyak berkisah seputar budaya baca dan tulis di Aceh, menurutnya sangat miris dan IGI memiliki visi untuk memulai budaya itu dari para guru. Realitas itu bukan isapan jempol belaka, namun banyak lembaga riset yang memaparkan temuannya sehingga membuat mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang sekaligus dewan penasehat IGI mencanangkan gerakan literasi. Kita tak perlu memperdebatkan validasi dari temuan lembaga rise...

Waspadai Bahaya Internet

Oleh: Shaifuddin Fuady Dosen STAI Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon Internet merupakan jaringan global antarkomputer untuk berkomunikasi dari suatu wilayah ke wilayah lain di belahan dunia. The US Supreme Court mendefinisikan internet sebagai international network of interconnected computers, yang artinya jaringan internasional dari komputer-komputer yang saling berhubungan. Dalam internet terdapat berbagai macam informasi, baik yang memberikan manfaat maupun berdampak negatif. Semua informasi itu dapat diakses lewat internet. Penggunaan internet berkembang dengan pesat. Kini masyarakat dapat dengan mudah mengakses internet di warnet atau melalui laptop dengan modem ataupun wireless-connected, bahkan lewat HP.  Jumlah pengguna internet terus bertambah. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta pengguna internet. Peningkatan pengguna internet diprediksi akan terus meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya. Kementerian Ko...

Ketika Dokter Salah Mengobati Penyakit Pendidikan Aceh

Oleh Tabrani Yunis Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh dan Pimpinan Redaksi Majalah POTRET. Kualitas pendidikan Aceh, dari dulu hingga kini, masih belum banyak berubah. Masih bekum membuat hati kita lega. Masih membuat raut wajah kita kerut, karena sejak dahulu hingga kini, sejak dahulu minim dana, hingga kini banjir dana, kualitas pendidikan di Aceh masih saja digolongkan dalam kategori rendah dibandingkan daerah lain atau secara nasional dan dalam berbagai alat ukur dan objek atau elemen yang diukur. Bila membaca neraca pendidikan nasional (NPD) provinsi Aceh tahun 2015, ada beberapa fakta yang memilukan dan memalukan kita. Pertama, terkait dengan index Pembangunan Manusia (IPM) Aceh, berada pada urutan ke 11 dari 34 provinsi di Indonesia. Kedua, Ditinjau dari hasil proses belajar dengan menggunakan alat ukur ujian nasional (UN), rerata integritas UN siswa Aceh berada pada angka 54.97 sementara secara nasional berada pada angka 63.2...

Pekat Malam, Rawa-rawa, dan Sepeda

Oleh Iqbal Perdana Staf Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh Siapa sangka, hidup sebuah keluarga di tengah belantara. Pinggiran kota. Siapa sangka, keluarga itu mendiami sebuah rumah yang harus melalui semak dan rawa untuk mengunjunginya. Pula siapa sangka, hidup tiga orang anak yang diasuh oleh seorang ibu, perempuan buta, dan tanpa ayah. Siapa sangka. Ini bukan cerita fiksi. Sungguh, yang demikian itu benar-benar nyata. *** Hari ini saya, Iqbal Perdana, Pak Tabrani Yunis, dan Muhajir kembali mengukur jalan memanggul belasan sepeda. Ukurannya sedang dan besar. Kalau yang besar sudah dilengkapi alat ganti gigi. Kalau melalui jalan yang menanjak bisa diopor gigi rendah, jadi dayungan akan lebih nyaman. Betis tidak akan gembung. Pula jika sedang di medan jalan datar, bisa diopor gigi tinggi. Agar dayungan padu, kecepatan stabil. Hari ini niat kami adalah mengantar amanah, membahagiakan sebelas orang anak. Anak-anak ini spesial. Cobaan y...