Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anak

ANAK MENGARUNGI DUNIA MAYA SENDIRI

  Oleh Indah Sriwindhari   Siang menjelang sore, sang nenek sibuk mencari cucunya yang entah kemana pergi bermain sejak siang pulang sekolah. Walaupun sudah berteriak-teriak memanggil, si cucu tetap tidak menjawab. Akhirnya menjelang azan ashar si cucu pulang. Tanpa menunggu si cucu masuk ke dalam rumah, ia langsung dimarahi neneknya. Ternyata ia tadi pergi ke warnet di seberang jalan dekat rumahnya. Tujuannya hanya satu, main game online. Sang nenek marah, bukan karena tujuan si cucu pergi  ke warnet, namun marah karena takut ketabrak mobil sebab letak warnet yang berada di seberang jalan umum.  Beberapa waktu kemudian sang orangtua membeli sebuah laptop dan modem internet agar si anak dapat bermain games online di rumah. Alasannya biar aman, aman dalam pengawasan. Anak senang dan orangtuanya pun merasa aman. Namun, sangat disayangkan, ternyata kejadian ini adalah salah satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Sebuah pertanyaan bagi ayah dan ...

Ketahanan Keluarga Ujung Tombak Cegah Konten Negatif

*Masyarakat Banda Aceh Diajak Saling Melengkapi menutup Konten Negatif Banda Aceh - Ketahanan keluarga sebagai ujung tombak dalam upaya mencegah konten negatif di masyarakat, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Fadhil, S.Sos, MM saat menjadi narasumber nasional pada Webinar Literasi Digital Indonesia Cakap Digital, Kamis (26/08/2021). Fadhil juga mengatakan di masyarakat Banda Aceh pendekatan perspektif budaya dan agama yang masih kental, menjadi salah satu upaya pencegahan konten negatif tersebut. “Peran kita sebagai masyarakat dalam mencegah konten negatif ini dengan pendekatan budaya dan agama dalam hal ini ketahanan keluargalah yang menutup konten ini,” kata Fadhil. Saat ini, kata Fadhil gadget sudah digunakan oleh siapapun termasuk anak-anak untuk proses belajar selama masa pandemi, tetapi peran orang tua yang memanfaatkan gadget yang   harus bisa memproteksi konten-konten tersebut dan membatasi ...

PERAN KELUARGA DALAM PENGEMBANGAN ANAK BERBAKAT

 Oleh : Rusli Djuned S,Sn. Akhir-akkhir ini, masalah bakat dan kreativitas sering dibicarakan di dalam masyarakat, lebih-lebih pemerintah sendiri, telah memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang berbakat agar mereka dapat mengembangkan kemauannya secara optimal. Oleh karena itu anak berbakat adalah potensi sumber daya manusia yang unggul. Kemauan dan kejayaan suatu Bangsa dan Negara, tergantung keluarga bagaimana menghargai dan membina potensi unggul dan intelektuanya. Penulis bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sebagai peran penting keluarga dalam mengoptimalisasi potensi anak berbakat, untuk menuju proses perubahan bangsa menjadi global modern yang ditandai oleh ilmu pengetahuan dan tehnologi, dilandasi oleh norma dan moralitas. Peran Keluarga dalam Pebinaan Anak Berbakat Anak yang berbakat, tidak semuanya dapat mengembangkan bakat. Sering terjadi dipengaruhi oleh dua unsur utama yaitu unsur bakat umum, sebagai kemampuan bawaan dan unssu...

Obsesi Anak-Anak Menjadi YouTubers itu Apa?

Oleh Tabrani Yunis S udah lumayan lama saya membuat YouTube. Ya, sudah lebih kurang empat tahun dan kini memasuki lima tahun. Berawal dari keinginan untuk klomempopularkan majalah Anak Cerdas, majalahnya anak-anak yang kreatif, innovatif dan edukatif yang terbit edisi cetak sebulan sekali. Namun, sayangnya tampilan video yang diunggah tidak melalui proses editing sebagaimana layaknya video-video kreatif yang dibuat oleh orang-orang yang terbilang piawai dengan kegiatan pembuatan video untuk YouTube. YouTube yang diberi nama POPOT dan Nyanyak ini tampil apa adanya. Tidak ada sentuhan tangan para videographer yang hebat, tidak pula ada campur tangan para video editor yang canggih. Pokoknya video yang dibuat apa adanya. Cobalah kunjungi Youtube mereka, Anak Cerdas Magazine. Pasti tidak dijumpai iringan musik atau tulisan-tulisan indah yang mewarnainya. Wajar saja, kalau durasi setiap video yang diunggah tanpa ada skenario, karena hanya merekam suatu kegiatan tanpa rencana. Idealnya kalau ...

My First Journey Abroad

By Ananda Nayla Tabrani Yunis  Grade 5 of Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Banda Aceh, Indonesia     November 2018 was the great moment I had.  After I was sick and stayed in a hospital for three days. It made me could not go to school, because I was not able to stand and I fell dizzy. I spent three days in the hospital and I got better, then I went home.  One day after, my father made a big surprise. It was really big surprise. He purchased a 4 days’ tour package to Malaysia and Singapore. I was really happy, because I had never been abroad, even to Malaysia and Singapore.   So, in the early morning. It was November, 17,2018, I packed up and prepared something we needed. After that we went to the airport to fly by the airplane. We flew with Air Asia from SIM airport to Kuala Lumpur with my father and mother. We went there with a group.  It was around 1hour.  My sister, Aqila Azalea Tabrani Yunis and me were very excited. My ...

Anak-Anak Palestina, Anak-Anak Luar Biasa

dok. ACT Oleh Nurmila Rusda Berdomisili di Langsa, Aceh Anak Palestina adalah anak-anak yang paling tidak beruntung di dunia ini. Mengapa mereka menjadi anak yang paling tidak beruntung? Dikatakan demikian, karena pada dasarnya anak-anak di mana pun mereka berada, hakikatnya mereka tetaplah anak-anak. Mereka selalu punya keinginan untuk menghabiskan waktu dengan bermain dan mendapatkan kasih sayang dari siapa pun, terutama keluarga dan kedua orang tuanya. Begitu pula dengan anak Palestina yang lahir dan dibesarkan di daerah yang terlibat langsung dengan konflik berkepanjangan. Kondisi anak-anak Palestina sangat berbeda dengan anak lainnya. Umumnya mereka harus berhadapan langsung dengan hal-hal yang seharusnya tidak mereka dapatkan dan mereka lakukan pada usia mereka. Sedari mereka kecil, mereka sudah disuguhkan pemandangan yang sangat menyedihkan. Mereka menjadi saksi kekejaman yang terjadi, mereka menyaksikan bagaimana orang tua mereka disiksa dan bahkan diculik di depan ...

Pentingnya Mengenal Karakter Anak

Oleh: Muhammad Syawal Djamil* Meskipun sudah hidup bersama dan juga menjadi warisan biologisnya, karakter seorang anak belum tentu berhasil dikenal dengan baik oleh tiap orang tua. Sering kali, karena sikap otoriter dan komunikasi satu arah yang dibangun dalam keluarga, membuat orang tua cenderung tidak mengenal dan memahami anaknya sendiri.  Padahal, mau diakui atau tidak, mengenal anak secara mendalam merupakan kemestian bagi orang tua dalam menunaikan tanggung jawabnya.  Dengan mengenal anak dengan baik, orang tua akan membantu mengantarkan anaknya mengeksplorasi bakat dan minatnya, yang tentunya mempermudah pula anak meraih cita-citanya. Memahami karakter anak tidaklah mudah, bahkan ada orang tua --bisa dikatakan-- tidak mengenal anaknya sendiri. Faktanya ketika seorang anaknya ditengarai dan dijumpai melakukan suatu penyimpangan dalam masyarakat, semisal mem-bully temannya, mencuri barang temannya dan lain sebagainya. Maka ketika dihadapkan pada orang ...

Pengerahan Anak Dalam Situasi Berisiko di Gedung DPR RI

Koalisi Nasional NGO Pemantau Hak Anak (Koalisi NGO)  meyakini bahwa perlindungan anak harus diterapkan untuk memenuhi tumbuh kembang dan kepentingan terbaik bagi anak. Hal ini haruslah tidak terbatas pada pencegahan, penanganan maupun pemulihan bagi anak yang menjadi anak korban pengerahan dalam situasi beresiko. Kami beranggapan bahwa, penyaluran aspirasi yang diikuti oleh pelajar setingkat SMA, (25/09/2019) di Gedung DPR RI, merupakan bentuk dari pengerahan anak dalam situasi beresiko.  Kami menyesalkan penanganan aksi masa yang dilakukan oleh Polri dengan penggunaan kekerasan yang berujung kriminalisasi pada anak-anak tersebut. Sampai sekarang (26/09), meskipun sebagian anak telah dipulangkan, namun sejumlah anak masih ditahan di Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus kejahatan.   Kami juga kecewa atas lemahnya kinerja pemerintah dalam melakukan deteksi dini dalam upaya pencegahan pengerahan anak. Berbagai media menyebutkan bahwa a...

Pneumonia dan Kebiasaan Merokok Masyarakat Indonesia

Oleh :  Harri   Santoso Menurut laporan SEAMIC Health Statistic (2001) dalam Pneumonia Komuniti ,Tahun 2003) disebutkan bahwa Influenza dan Pneumonia merupakan penyebab kematian nomor 6 di Indonesia, nomor 9 di Brunei Darussalam, nomor 7 di Malaysia, nomor 3 di Singapura, nomor 6 di Thailand dan nomor 3 di Vietnam. Laporan World Health Organization (WHO) 1999(dalam Pneumonia Komuniti, 2003) menyebutkan bahw a penyebab kematian tertinggi akibat penyakit infeksi di dunia adalah infeksi saluran napas akut termasuk pneumonia dan influenza. Dan menurut hasil Survei Kesehatan Rumah TanggaDepkes tahun 2001, penyakit infeksi saluran napas bawah menempati urutan ke-2 sebagai penyebab kematian di Indonesia. ​Fakta di atas menunjukan betapa berbahayanya penyakit Pneumonia bagi manusia baik dewasa maupun anak-anak khususnya balita. Pneumonia adalah penyakit peradangan paruyang disebabkan oleh mikro organisme (bakteri, virus, jamur dan parasit), pneumonia dapat menimbulkan se...

Diperlukan Orang Sekampung Untuk Membesarkan Seorang Anak

( Refleksi   Hari   Anak   Nasional  2019) Oleh :  Harri   Santoso Judul di atas merupakan terjemahan dari kata It Takes a Village to raise a child, yang merupakan pepatah masyarakat Afrika yang sangat popular. Bagi penulis, pepatah ini setidaknya telah membantah pemahaman besar kita selama ini bahwa keluarga memiliki peran sentral terhadap tumbuh kembang anak. Namun, menurut pepatah ini tidak hanya orang tua atau keluarga inti, namun masyarakat sekampung. Artinya jika kita berbicara masyarakat sekampung, maka disini akan ada peran orang tua kandung tentunya, guru, pemimpin desa, tokoh agama, pihak keamanan, pemuda, tokoh politik dan sebagainya. Singkat kata, It Takes a Village to raise a child adalah sebuah semangat bahwa diperlukan kerjasama menyeluruh dari semua komunitas untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan berkualitas bagi tumbuh kembang anak.  Mentalitas ini menjadikan seluruh anggota masyarakat untuk aktif mengaw...

PERNIKAHAN DINI, SEBUAH REFLEKSI DI HARI ANAK NASIONAL

Oleh: Dony Purnomo Guru SMAN 1 Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah Setiap tanggal 23 Juli, selalu diperingati sebagai hari anak nasional. Berbagai kegiatan dilakukan untuk memperingatinya. Awal mula peringatan hari anak nasional didasari oleh Keputusan Presiden RI No. 44 Tahun 1984 yang dikeluarkan oleh presiden Seoharto saat masih menjadi presiden RI. Hari anak nasional diperingati sebagai wujud untuk menaruh harapan bahwa anak-anak memegang peranan yang penting dalam perjalanan bangsa di masa yang akan datang. Jika merujuk pada tujuan diselenggarakannya hari anak nasional, sebenarnya bukan hanya berfokus pada anak melainkan juga orangtua. Amanah yang terkandung pada hari anak nasional untuk meningkatkan kesadaran orang dewasa mengenai hak, kewajiban  dan tanganggung jawab anak kepada orangtua, masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga orang dewasa dapat memberikan pembelajaran, pendidikan dan pendampingan yang tepat kepada anak. Dalam perjalanannya permasalahan men...

Peran Orang tua dalam Menjaga Anak dari Pengaruh Buruk Gadget

Dok.Pribadi Oleh Safira Rachmana Mahasiswi  Fakultas Kedokteran, Program Studi Psikologi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, membuat masyarakat terbiasa menggunakan alat digital, salah satunya  gadget .  Gadget  adalah suatu perangkat yang memiliki fungsi khusus dan bersifat praktis. Beberapa perangkat yang termasuk kategori  gadget  di antaranya adalah laptop, tablet,  smartphone dan masih banyak lagi. Kecenderungan terhadap penggunaan  gadget ini diamati telah terjadi pada setiap kelompok umur termasuk pada anak-anak. Teknologi informasi seperti gadget memang memberikan manfaat bagi pengguna, salah satunya yaitu anak-anak, tetapi di sisi lain dapat memberikan pengaruh buruk bagi anak. Oleh sebab itu, sudah seharusnya perkembangan teknologi informasi seperti gadget pada anak perlu disikapi dengan bijak oleh orang tua.  Perlu diketahui oleh orang tua bahwa anak-anak berada dalam ...

Bantu Firly Sembuh, Anak Ojek Online yang Lumpuh Kakinya

Foto ACT Banda Aceh – Hati ayah dan ibu mana yang tidak tersayat melihat putrinya berjuang menahan sakit hingga menangis. Begitulah perasaan yang dirasakan Zainal Abidin (30) dan Ega Feliza Rizki (26) melihat putri mereka, Firlyna Zailin (7), menahan sakit menjalani terapi kakinya yang lumpuh. Pada usianya 17 bulan, Firly mengidap cerebal palsy,  gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak.  Gangguan tersebut membuat kaki Firly menekuk serta kesakitan bila diluruskan. Akibatnya, Firly  berjalan dengan cara merangkak. Sedangkan saat tidur ia masih harus menekuk kakinya agar tidak kesakitan.  Sejak usia 17 bulan itu pula, Firly menjalani terapi sampai operasi pemasangan pen gibs. Tak jarang ia menangis kesakitan selama menjalani proses itu. Di hadapan putrinya, Zailin dan Ega mencoba terlihat tegar. Rumah Firly terletak di Jalan SM Raja Lorong Tgk Dilepeu Dusun Tgk Dileu, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta...

FATAR KAMPANYEKAN ANTI ROKOK MELALUI FESTIVAL LAYANG-LAYANG

Banda Aceh – Mengawali Tahun 2019, Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) atas bimbingan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh menyelenggarakan Festival layang-layang dengan tema “Let’s Play, Let’s Campaign” pada hari Minggu 24 Februari 2019 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Kegiatan ini menghadirkan sebanyak 455 peserta yang terdiri dari anak dan orang tua. Ketua FATAR, Miftari Rauzah menyebutkan pelaksanaan festival bertujuan untuk memperkuat kedekatan anak dan orang tua,  memberikan pendidikan ke masyarakat tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan anak, serta melestarikan permaianan tradisional Aceh. “Dalam kegiatan ini, anak-anak yang didampingi orang tua membuat kreasi layang-layang dengan memberikan hiasan terbaik pada layang-layang. Di saat yang sama, sambil bermain, anak-anak juga menyuarakan kampanye “Rokok bukan mainan anak” yang menjadi isu penting bagi anak sebagai pelapor dan pelopor. Harapan kami, kebersamaan orang tua dan a...