Oleh Sarah Artsila Arafah Mahasiswi Psikologi UIN Arraniry asal Aceh Barat Daya dan Pegiat Forum Aceh Menulis Di era media sosial dewasa ini, kita tidak perlu bersusah payah pergi ke seorang ustaz atau guru untuk belajar ilmu agama. Barangkali juga bukan masanya untuk berlelah-lelah membaca kitab-kitab keagamaan klasik, apalagi dari sumber aslinya. Sebagai gantinya, hanya dengan bermodalkan gawai atau perangkat internet seharga puluhan ribu rupiah, kita sudah bisa mengunduh atau mengakses materi keagamaan dengan mudah. Cara yang paling umum adalah dengan mengikuti akun media sosial seorang pendakwah. Lalu materi keagamaan pun bisa diakses setiap saat. Karakteristik viral dari sebuah akun media sosial seperti Facebook, Twitter atau Whatsapp menjadi pilihan efektif sebagai media dakwah. Beberapa contoh misalnnya, seorang pendakwah kondang seperti Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar, atau Alm. Arifin Ilham memiliki akun media sosial dengan jutaan akun pengikut (followernya). ...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas