Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bedah buku

BUKU SASTRAWAN ACEH SEBAGAI MATERI MUATAN LOKAL SEKOLAH

       Oleh Hamdani, S.Pd.  Guru SMAN 1 Lhokseumawe   Pendidikan merupakan modal utama kemajuan sebuah bangsa, sebagai pilar penting dalam membangun peradaban bangsa. Pendidikan adalah suatu usaha mengalihkan pengetahuan, pengalaman, kecakapan, serta keterampilan yang dimiliki dari generasi tua kepada generasi muda secara terus menerus agar bermanfaat hidupnya, baik jasmani maupun rohani. Pendidikan dewasa ini harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pada era modern dan teknologi seperti saat ini, siswa dituntut untuk lebih makin kreatif, berinisiatif, inovatif, mandiri, dan cerdas. Adapun hal-hal yang menjadi sasaran utama dalam pembelajaran saat ini adalah sesuatu yang bersifat intelektual dan keterampilan. Peran sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang membantu orang tua dalam mendidik anak-anaknya dituntut untuk selalu mengikuti tuntunan zaman tersebut. Artinya sekolah harus mampu untuk selalu menyesuaikan terhadap segala kemajuan yang ada...

Menghadirkan Tuhan Dalam Buku

  Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok, Penulis dan Pendiri Ikatan Guru Indonesia ( IGI) Ketua IGI Kota Bogor, ibu Siti Amalia mengirimiki buku esainya dan saya sangat senang bahwa guru, mohon maaf, semakin banyak yang mampu menulis dengan renyah dan nyaman dibaca, tidak seperti buku teks yang sering dijejalkan ke murid-muridnya. Nyaris di semua esainya, bu guru Amalia menuliskan dengan lengkap acuan buku, makalah dan dokumen yang dikutipnya. Sehingga dapat dibayangkan berapa puluh dokumen dan buku/makalah yang beliau baca untuk menghasilkan sebuah buku yang termasuk tidak tebal itu. Daftar acuan itu menunjukkan dahsyatnya bu Amalia dalam membaca yang tidak hanya teks bahasa Indonesia saja, namun tak sedikit yang dalam bahasa Inggris. Saya pikir saat ini masih belum banyak guru yang terlihat "keranjingan" membaca seperti beliau. Bagi sesama guru, buku ini akan bisa menjadi inspirasi bagaimana mengajar di kala pandemik karena sangat banyak hal teknis yang beliau sampaikan. B...

Tak Kenal, Maka Tak Sesal

  13 Kisah Penyesalan Sebagai Pembelajaran   Kisah nyata memang bisa membuat pembaca lebih merasa terhubung. Membaca kisah nyata seolah kita berkaca pada diri sendiri, termasuk membaca buku antologi ini, Tak Kenal Maka Tak Sesal (Tumpukan sesal berbuah sadar). Buku yang bertujuan untuk introspeksi diri ini, memang memberikan satu pengalaman tak terlupa. Kolaborasi 10 penulis Buku dengan tebal 120 halaman ini, ditulis oleh 10 orang yang kebanyakan adalah penulis baru. Mereka berkreasi untuk memberikan cerita terbaiknya. Ada 13 cerpen kisah nyata yang ditulis dari hati. Ada 3 topik besar yang diangkat dari buku ini, di antaranya adalah: Tentang kebodohan manusia yang ditulis oleh Aulia Manaf “Mulut Berbisa”, Shufairah Tajuddin “Tragedi Tiket”, Subhan Saja “Kebodohan Itu Adalah Aku”, Dina Rosanti “Ritual Setelah Maghrib”, dan Widya Est “Menertawakan Kekonyolan Diri”. Topik lainnya tentang tak kenal maka tak sesal, sebab setiap kita mengenal seseorang pasti akan ada penyesalan, di...

SEPERTI BULAN DAN MATAHARI

  Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya “Apa yang dibutuhkan untuk memoderatkan cara berpikir beberapa pesantren yang ekstrem hanyalah dengan memberikan ilmu pengetahuan.”(Stanley J. Harsha) Ini adalah judul buku yang saya baca mulai kemarin dan akan menemani saya dalam perjalanan ke Bali pagi ini. Buku ini sangat menarik dan membuat saya merasa bahwa buku ini perlu dibaca oleh masyarakat Indonesia (saya selalu merasa demikian, jika menemukan buku-buku bagus. Everybody should read this good book, I always say to myself).  Buku ini ditulis oleh Stanley Harsha (saya yakin Anda akan mengira penulisnya orang Indonesia karena nama belakangnya Harsha). Tidak. Stanley J. Harsha adalah seorang mantan diplomat Amerika yang ‘bule deles’. Tapi Stanley beristrikan seorang wanita Indonesia, seorang putri Solo, cucu buyut dari Ki Padmosusastro seorang sastrawan Jawa, dan telah tinggal di Indonesia selama hampir 30 tahun. Itulah sebabnya Stanley dianggap sebagai “Satu Orang Dua Tanah Ai...

Menulis Cerita Anak Bersama FAMe

Oleh Tabrani Yunis Terasa sangat beruntung pada hari ini, di hari Sabtu, 27 Maret 2021 ada hal yang sangat bermanfaat. Keberuntungan bukan karena mendapat satu karung uang atau sebongkah berlian juga sebatang emas 24 karat, tetapi karena bisa ikut hadir dalam sebuah acara yang bergengsi dan kaya akan pengetahuan, karena ada orang-orang hebat yang menginspirasi. Ya, sebuah acara yang terkait dengan upaya membangun gerakan literasi yang dilakukan oleh FAME Banda Aceh di sebuah cafe yang bernama Oen Kopi di kawasan jalan T.P. Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh. Acara itu merupakan kegiatan rutin FAME yang kali ini membicarakan tentang menulis cerita anak. Cukup menarik. Apalagi dalam dalam acara itu, ada sosok-sosok yang kaya ilmu dan pengalaman sebagai narasumber. Salah satunya seorang penulis cerita anak yang sudah banyak mendapat penghargaan karena piawai menulis cerita anak. Narasumber yang sudah punya nama baik dan tenar menulis, karena sudah sering mendapat juara menulis cerita a...

FUAS dan FAMe VIRTUAL, "BEDAH BEASISWA DI DALAM DAN LUAR NEGERI."

Aceh Selatan - Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) bekerja sama dengan Forum Aceh Menulis (FAMe) menggelar program Virtual atau Seminar Bedah Beasiswa Online yang bertajuk, "See The World by Winning The Scholarship. "Grab Your Dreams, Get Your Future." Seminar bedah beasiswa yang menghadirkan para penerima beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri ini juga dimintakan kesediaanya sebagai pemateri untuk membedah terkait pengalaman, wawasan, persiapan, minat, tekad, tips, trik, dan motivasi untuk mendapatkan beasiswa yang memang menjadi primadona bagi banyak mahasiswa di perguruan tinggi. Kepada seluruh peserta dan hadirin yang ingin bergabung di seminar bedah beasiswa FUAS dan FAMe ini dapat bergabung via Google Meet,  https://meet.google.com/rsq-df eo-kbz  pada Selasa siang, (16 Juni 2020), pada pukul 13.50 WIB. Koordinator Forum Aceh Menulis, Riri Isthafa Najmi mengatakan program bedah beasiswa yang dilaksanakan oleh FUAS dan FAMe ini mendapatkan antusias dan semangat yan...

Bedah Buku " Ketika Pala Berbunga"

Aceh Selatan - Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) menyelenggarakan Bedah Buku dan Diskusi Pemikiran Sayed Mudhahar Akhmad pada Rabu, 27 Mei 2020 di Berkah Coffee, Jambo Mayang, Kota Fajar, Aceh Selatan. Dua penulis Aceh yang membedah buku, "Ketika Pala Mulai Berbunga, Seraut Wajah Aceh Selatan," karya Sayed Mudhahar Akhmad adalah Muhammad Ridho Ag (Penulis Strategi Marketing Ideologi Islam Transnasional) dan Zulfata (Penulis Agapolisme). Buku bersampul hijau yang terbit pertama kali pada 1992 itu diberi judul yang begitu menggoda, “Ketika Pala Mulai Berbunga." Sejauh ini buku tersebut adalah buku yang sangat komprehensif menceritakan kehidupan sosial, budaya, agama, ekonomi, demografi hingga geografi Aceh Selatan kala itu. Mulai sejarah dan kontribusi rakyat Aceh Selatan pada masa perjuangan kemerdekaan melawan kolonial Belanda dan setelah kemerdekaan. Buku ini juga berbicara tentang jumlah demografi masyarakat kecamatan dan gampong, (saat itu Aceh ...