Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aceh Tengah

Bupati Aceh Tengah dan Ketua BKPRMI Aceh Mewisuda 1.004 Santri TPA

Aceh Tengah - Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Badan Kemakmuran Pengurus Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) provinsi Aceh ikut hadir dan mewisudakan 1.004 santri dan santriwati TKA, TPA dan TQA. Di halaman kantor Setdakab Aceh Tengah, Minggu (30/12/2018). Ketua Umum DPW BKPRMI Aceh, DR Mulia Rahman SPdi MA kepada media mengatakan, sebanyak 1.004 Santri dan santriwati Taman Kanak-Kanak Alqur’an (TKA), Taman Pendidikan Alqur’an (TPA) dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) telah diwisuda. “Kunci dalam pembangunan harus didasari dengan agama dimana generasi muda harus terus dibekali dan dipersiapkan untuk masa yang akan datang yang mana harus terus mencintai Al Qur’an,” ungkap Mulia. Menurut Mulia Rahman, anak-anak harus sejak awal ditanamkan ilmu agama tentunya untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan mengedepankan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.  Mulia Rahman ketua DPW BKPRMI yang baru terpilih ini berharap, kegiatan wisuda akbar san...

SEPASANG BATU DI TEPI DANAU LAUT TAWAR

Oleh Cut  Alya  Allyva  Pelajar KELAS Vll-2  SMP N 1 Bandar Dua, Pidie Jaya, Aceh Pada zaman dahulu kala di negeri Aceh, hiduplah seorang gadis berparas cantik.  Si gadis amat menyanyangi dan mencintai keluarganya. Begitu pun keluarganya amat menyanyangi dan mencintai gadis itu. Kecantikan  gadis tersebut terdengar sampai ke negeri seberang lautan. Seorang pemuda tampan yang berasal  dari keluarga terhormat datang ke desa  dimana si gadis tinggal. Si pemuda mengajukan pinangannya untuk memperistri si gadis. Si gadis tidak semerta- merta menerima pinangan itu, ia harus berembuk dahulu dengan keluarganya .  “Tampaknya,  ia pemuda yang baik dan bertanggung jawab.  Sikapnya santun dan bersahaja. Pantas kiranya ia  menjadi suamimu,” kata ayah si gadis.  Si gadis akhirnya menerima pinangan si pemuda setelah keluarganya memberi restu padanya. Pesta pernikahan pun la...

Tanah Gayo di Mata Duta Wisata Aceh

Sembari menunggu jus jeruk pesanannya, gadis asal Aceh Besar itu terus saja berbincang dengan seorang pemuda di hadapannya. Mereka duduk di kursi sofa warna ungu pada sebuah ruangan bebas asap rokok. Keduanya merupakan pasangan Duta Wisata Aceh untuk tahun 2018, Irna Maulisa dan Rifky. Malam itu, Senin 17 September 2018, mereka tengah menikmati masa istirahat dari kesibukan siang harinya bersama teman-teman di sebuah coffee shop di tengah kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.  Mereka berada di kota dingin dalam rangka mengikuti rangkaian even Gayo Alas Mountain Internasional (GAMI) Festival, sebuah even promosi wisata yang digelar Pemerintah Aceh dan pemerintah empat kabupaten di dataran tinggi Gayo: Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues sejak 14 September hingga 24 November 2018 di Takengon. "Kami di sini (Takengon) sudah sejak hari pembukaan GAMI Festival 2018. Sudah hampir sepekan" kata Lisa panggilan akrab Lina Maulisa, mengawali p...