Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Medsos

“Perilaku Mengedit Foto Diri di Media Sosial, Bagaimana Menurut Pandangan Psikologi?”

Oleh Raihan  Mahasiswa  Fakultas Kedokteran, Program studi Psikologi Universitas Syiah Kuala , Banda Aceh Perkembangan internet saat ini terus mengalami peningkatan yang sangat pesat. Salah satu layanan internet yang sangat populer di segala kalangan adalah media sosial. Penggunaan media sosial tentu memiliki manfaat seperti membuat seseorang dapat terhubung dan berinteraksi dengan orang lain kapan pun dan di mana pun tanpa harus bertemu langsung. Setiap pengguna juga dapat membagikan momen atau kegiatan sehari-hari melalui unggahan foto atau video kepada pengguna media sosial lainnya. Di balik keuntungan menggunakan media sosial, sedikit pengguna yang mengetahui dan sadar akan faktor psikologis seseorang terkait penggunaan media sosial, khususnya dalam hal memposting foto diri. Seseorang yang membagikan foto diri pada media sosial dapat menimbulkan pandangan mengenai bagaimana mereka menilai dan mengevaluasi hidup mereka.  Suatu perilaku yang marak muncul terk...

MEDIA SOSIAL: BOM DUA ARAH TERHADAP DISKRIMINASI, INTOLERANSI DAN KEKERASAN EKSTRIMISME

Oleh : Mulkan Kautsar Duta Wisata Bireuen 2018/Duta Wisata Aceh Intelegensia 2018, Berdomisili di Bireun, Aceh Perbedaan persepsi, agama dan suku. Tiga kata ini merupakan hal yang telah memicu diskriminasi, intoleransi dan kekerasan ekstrimisme serta menghantui jutaan umat manusia dalam bingkai perdamaian di seluruh dunia. Indonesia sebagai negara yang sangat majemuk tidak terlepas dari ketakutan akan hal ini. Hari ini, masyarakat hidup dalam rasa saling curiga dan mengenyampingkan toleransi antar sesama. Tidak sedikit manusia yang saling membunuh hanya karena satu perbedaan dan melupakan persamaan. Siapa yang menjadi korban?  Anak anak dan mereka yang tidak bersalah. Mereka kehilangan rumah, keluarga dan mimpi yang terkubur bersama keegoisan segelintir orang. Keadaan semakin diperburuk dengan media yang tidak bertanggungjawab, atau pengguna media sosial yang hanya menggunakan opini tanpa bukti dalam menyebarkan tulisan-tulisan palsu. Lalu yang lebih parah, pemba...