Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Penelitian

PELATIHAN MENULIS DI RUANG MEMORIAL PERDAMAIAN ACEH

Foto Dok. Mardian Banda Aceh, 07/03/19. Sebanyak 26 orang aktivis LSM dan komunitas serta  dosen muda dari beberapa Universitas di Aceh  pada hari Rabu 06- 07 Maret 2017, mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan menulis artikel dan riset yangbertempat di Ruang Memorial Perdamaian Aceh pada Badan Kesbangpol Aceh. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh   oleh Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai bentuk kontribusi  tim peneliti untuk menyiapkan para peneliti dan penulis muda Aceh  lebih giat meneliti dan menulis mengingat Aceh memiliki banyak sekali pembelajaran yang belum diteliti dan ditulis.  Oleh sebab itu, tim peneliti “Dimensi Gender Dalam konflik Perdamaian” Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini yang pendanaannya  didukungan oleh Swiss National Science Foundation, melakukan pelatihan singkat mengenai bagaimana meneliti dan menulis dengan baik dan benar.  Sebagai nara sumber dan sekaligus pelatih pada...

Mahasiswa Unsyiah Meneliti Hukuman Cambuk di Aceh

Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang terdiri dari dua mahasiswa Prodi Psikologi dan satu mahasiswa Prodi Ilmu Hukum yang tergabung dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) melakukan penelitian bertema Persepsi Masyarakat Terhadap Hukuman Cambuk sebagai Bentuk Penerapan Qanun Jinayat di Aceh ditinjau dari Perspektif Psikologi. Penelitian ini berawal dari rasa ingin tahu dan ketertarikan tim peneliti terhadap fenomena pemberlakuan qanun jinayat, penegakan hukuman cambuk yang masih terus menuai pro dan kontra dan berbagai hal lainnya. Hal ini merupakan sebuah fenomena sosial yang mempengaruhi perilaku yang akan ditampilkan oleh individu, sehingga diperlukan kajian secara psikologi untuk mengetahui bagaimana fenomena sosial tersebut. Penerapan hukuman cambuk diharapkan mampu mengurangi pelanggaran syariat Islam di Aceh, namun pelaksanaan hukuman cambuk menimbulkan reaksi masyarakat yang berbeda-beda. Penerapan qanun jinayat terutam...

PERLUKAH DOSEN PRAKTISI ATAU FOKUS PADA PENELITI?

Dr. Amie Primarni Berdomisili di Depok, Jawa Barat Di ruang tunggu Bandara, saya bertemu dengan teman-teman sesama profesi Dosen. Sebelum jadi dosen, apa Profesi bapak tanya seorang rekan di depan saya. " Saya peneliti ". Jawabnya. " Oh, sebuah profesi yang menarik dan membutuhkan ketekunan". "Ya, jawabnya". "Bidang Penelitian apa yang ditekuni ?. " Saya meneliti bidang kemasyarakatan". Lalu mereka terlibat dalam obrolan yang nampaknya seru. Di sebelah saya, suami berbincang dengan mantan kepala keuangan RS Pemerintah di Jakarta, yang saat ini menjadi Kaprodi dan juga Dosen. Sementara suami saya adalah mantan pekerja kantor yang menekuni bidang keuangan selama 18 tahun dan juga Dosen. Saya amati, memang ada perbedaan antara ilmu praktis dan ilmu teoritis. Tetapi tidak ada pemisahan di dalamnya. Ilmu praktis menuju pada jawaban How. Bagaimana mengerjakan akutansi. Ilmu teoritis menuju pada jawaban Why. Mengapa ha...