Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kreatif

Kewirausahaan dan Praktiknya di Aceh

Oleh Irianda Khadhri Hunaifi Mahasiswa  Prodi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh             Kewirausahaan merupakan sesuatu yang tak asing lagi bagi kita di zaman milenial ini. Namun masih banyak kita melihat yang menyalah-artikan kewirausahaan ini sendiri. Orang-orang masih beranggapan bahwa kewirausahaan itu masih hanya sebatas memiliki toko dan menjual barang-barang. Namun kewirausahaan yang sebenarnya itu adalah bukan hanya sekedar berjualan, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang memberikan inovasi yang baru dalam memberikan pelayanan kepada konsumen berdasarkan kebutuhannya ataupun dalam bentuk lain seperti penulis, gamer, dan sebagainya, mereka juga dikatakan sebagai seorang wirausahawan.    Mindset yang ditanamkan orang-orang selama ini adalah seorang wirausahawan tidak memiliki penghasilan yang tetap sehingga banyak orang lebih memilih menjadi seorang pegawai negeri ka...

ERA DIGITAL BUKAN MOMOK BERINOVASI

Oleh Rahmi Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar- Raniry, Darussalam, Banda Aceh Di era serba digital ini, s alah satu cara untuk menjadi pelaku wirausaha sukses adalah  dengan  terus belajar. Banyak cara untuk belajar. Salah satunya adalah belajar dari kisah para pelaku wirausaha sukses. Dengan cara ini bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk usaha atau upaya untuk memotivasi diri. Sangat bagus bagi   kita sebagai mahasiswa/i atau siapun yang ingin mencoba berwirausaha bisa termotivasi untuk menciptakan suatu peluang usaha.  Hal ini juga penting bagi para mahasiswa untuk meluruskan pemahaman mengenai kewirausahaan itu. Sebab, selama ini banyak yang salah faham dalam memahami kewirausahaan tersebut. Barangkali, ada baiknya kita cari sejumlah referensi mengenai wirausaha tersebut. Thomas W. Zimmerer, misalnya mengatakan bahwa kewirausahaan sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi da...

Mainan Edukatif Untuk Anak Kreatif? Pasti Dong

Oleh Tabrani Yunis Masa anak-anak, itu adalah masa-masa bermain, bukan masa yang memaksa mereka harus belajar keras sebagaimana layaknya kita yang sudah duduk di jenjang sekolah menengah, SMP, SMA atau bahkan kuliah. Di masa anak-anak ini, setiap anak ingin bermain.  Ya, ingin main-main, menyenangkan diri. Karena anak-anak harusnya tumbuh dan berkembang dalam suasana yang menyenangkan. Para orang tua yang menyuntai anak-anak pun selalu berusa membuat hati anak-anak mereka senang dan gembira, ceria serta bisa tumbuh sehat dan berkembang pula kemampuan intelektual mereka. Oleh sebab itu, agar anak-anak mereka bisa senang, bisa gembira dan ceria, banyak orang tua yang menyenangkan anak-anak mereka dengan cara membawa anak-anak ke tempat-tempat bermain. Misalnya ke pusat-pusat permainan, ke tempat wisata, atau bahkan ke tempat-tempat belanja untuk membeli mainan.  Misalnya, ke POTRET Gallery yang berlokasi di Jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh yang menyediakan ...

Aceh Documentary Kembali Buka Beasiswa untuk Produksi Film Dokumenter

Dok. ADC Banda Aceh- Yayasan Aceh Documentary tahun ini kembali memberikan beasiswa untuk produksi film dokumeter secara cuma-cuma, melalui Aceh Documentary Competition (ADC) 2019. ADC merupakan program edukasi, produksi dan kompetisi film dokumenter untuk kalangan muda-mudi Aceh.  Memasuki tahun ke-7 terselenggaranya Aceh Documentary Competition, Yayasan Aceh Documentary kembali mencari ide-ide menarik dari muda-mudi Aceh untuk disampaikan melalui media film dokumenter. Tahun ini ADC mengangkat  “Geunulam” sebagai tema. Bagi sebagian masyarakat kata  Geunulam cukup terasa asing terdengar.  Geunulam secara arti adalah beban yang menjadi tanggung jawab di masa depan. Tema ini berkaitan dengan seluruh fenomena sosial, pendidikan, budaya, lingkungan dan lainnya yang terjadi hari ini di Aceh.  Nasharul selaku manager program ADC mengatakan ideal atau tidaknya kondisi yang tampak dari semua lini kehidupan masyarakat hari ini butuh pandangan khusus d...

Haluan Baru Indonesia*

_Oleh: Riri Isthafa Najmi (Penulis Generasi Milenial Aceh)_ Indonesia sudah berada di ambang bonus demografi, generasi milenial dan produktif akan menguasai, jiwa muda nan kreatif akan memenuhi kuota dan populasi, ikut mendegradasi kaum lawas yang tak peduli dan empati. Indonesia butuh pemimpin yang berjiwa kreatif, pengambil kebijakan yang dinamis dan progresif, terlalu lama republik ini dikuasai pikiran lawas, sibuk melahirkan dan menghidupkan hantu-hantu buas. Saatnya generasi muda ikut aktif menyortir, agar para kaum yang miskin ide bisa diparkir, kaum yang menolak janji yang tidak masuk akal, menampik sosok feodal yang hanya bisa membual. Mari kita buktikan pemuda bukan barisan pasif, bukan hanya jadi generasi yang ikut-ikutan naif, sejatinya awak belia punya semangat dan cita-cita, Berani, cerdas, jujur, ikhlas, dan tampil apa adanya. Generasi milenial penentu haluan baru republik, jangan mudah diadu domba kedunguan para elit, para kepentingan rezim picik, zalim dan paranoid, ...

Mengubah Sampah Menjadi Barang Yang membawa Berkah

                              Oleh Cut Alya Allyva Kelas VII-2, SMP Negeri 1 Bandar dua, Pidie Jaya, Aceh Sampah, berupa barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi, atau sisa-sisa makanan dan minuman yang tidak dikonsumsi lagi itu, selama ini terus menjadi masalah dalam kehidupan kita. Menjadi masalah ketika semakin banyak sampah yang dihasilkan orang di rumah, di kantor, di sekolah, rumah sakit dan segalanya. Jumlah sampah yang semakin banyak itu membuat suasana sebuah kampung atau lingkungan menjadi kotor. Penyebabnya, karena banyak orang  yang tidak sadar akan bahayanya sampah di sekitar lingkungan yang bisa membuat kita sakit. Padahal kita semua tahu bahwa setiap sampah, seperti bungkus-bungkus makanan, berupa dau dan plastic atau kardus itu nantinya akan menjadi sampah. sampah-sampah yang berserakan di sekitar kita. Sampah-sampah itu akan membuat lingkungan sekitar menjadi kotor d...

Kopi, Bisakah Ia Kembali?

By Zahratul Idami 21 Maret 2018 Pagi itu, ketika aku sedang menikmati kopi pagiku sembari membaca berita online di gadget -ku. Dering handphone terdengar keras, memecah konsentrasi akan gadget -ku. Ahh suamiku menelpon, kenapa dia menghubungiku, sedang ia baru saja berangkat kerja. “Assalamu’alaikum, benarkan ini dengan Ibu Sarah?” tanya suara di seberang sana yang kusadari bukan suara pemilik handphone. “Wa’alaikumsalam, iya saya sendiri, ke...” belum habis pertanyaan yang mau aku ajukan kenapa handphone suamiku berada ditangan orang lain, aku mendengar kabar yang bahkan aku tak mempercayainya hingga saat ini. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun , Ya Allah, Kenapa dia begitu cepat pergi meninggalkan aku. Aku menyukai kopi, meskipun aku perempuan. Tak jarang suamiku mebawaku oleh-oleh kopi Gayo ketika ia bekerja di luar kota. Jika dipikir ulang, dia sungguh perhatian terhadapku. Berbanding terbalik dengan sikapku padanya. Bahkan ketika dia sakitpun ak...