Oleh Tabrani Yunis Flughafen Zurich, 12 Agustus 2005 Welcome to Switzerland, welcome to Zurich Perjalanan yang panjang dari Kuala Lumpur ke Zurich terlewati ketika pesawat berbadan lebar MH 10 mendarat mulus di bandara Flughafen, Zurich pada pukul 6.30 pagi. Dengan mata yang masih terasa mengantuk, aku dan 10 remaja yang masih berstatus siswa SMA di Aceh itu turun dari pesawat bersama ratusan penumpang yang datang dan pulang ke Zurich. Seorang lelaki yang berusia kira-kira 40 yang berdiri di belakang ku dengan ramah tiba-tiba menyapa dan berkata pada Suci, siswa SMA Modal Bangsa. Wow, you do not need to wear jacket now in Zurich. It is summer now, begitu katanya. Suci menyambut ungkapan itu dengan senyum dan membalasnya. Yeah sir, but for us it is very cool. Where are you going and what will you do here in Zurich, tanya lelaki itu. Secara serentak kami menjawab, we are attending International Youth Camp in Trogen, Switzerland. It will ...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas