Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pause

Tiga Cara Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

Oleh : Teuku Hendri Saifullah Ramadan adalah bulan amal dan silaturrahmi, bulan saling belas kasih dan kasih sayang. Bulan yang penuh amal bakti dan kepedulian. Sungguh beruntung orang yang berpuasa di bulan ramadan yang saling menjalin hubungan baik dengan keluarga ataupun saudaranya yang lain, salah satu caranya adalah dengan menjalin silaturrahmi. Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang memiliki arti hubungan dan rahim artinya kerabat. Rahim sendiri juga berasal dari kata Ar Rahmah yang berarti kasih sayang atau menjalin kekerabatan. Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits, yang artinya: "Bukanlah bersilaturrahim orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang putus." (HR Bukhari) Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Silaturrahmi artinya adalah tali persahabatan (persaudaraan). Dari pengertian tersebt dapat kita pahami bahwa menjalin silaturrahmi adalah amal perbuatan dari seorang muslim u...

TRADISI KEGIATAN RAMADAN DESA KAMI

Oleh :Hasbi Yusuf   Ketika masa kecil, kami tinggal bersama orang tua di sebuah desa yang agak jauh dari keramaian kota. Kehidupan di desa saat itu sungguh menyenangkan. Suasana kehidupan masyarakat sangatlah akrab, antara satu warga dengan warga yang lainnya terasa seperti bersaudara. Hampir semua kegiatan besar dilakukan bersama-sama secara gotong royong. Gotong royong merupakan energi dan potensi terbesar yang dimiliki masyarakat desa, tidak terkecuali dalam menyambut dan mengisi kegiatan bulan Ramadan. Sebulan sebelum masuk bulan Ramadan, Peutuwa Meunasah (imam Meunasah) bersama tokoh masyarakat mengadakan rapat menyambut bulan suci Ramadan. Rapat ini dilaksanakan untuk memastikan segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kegiatan desa dalam menyambut dan mengisi kegiatan bulan Ramadan.  Agenda rapat biasanya terkait penujukan personil kegiatan, petugas masak ie bu lada, petugas kebersihan dan cuci piring, dengan termasuk  pembahasan tentang penentuan besar insen...

Puasa dan Membaca

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Mungkin karena terbawa kebiasaan masa bocah dan remaja yang dengan cara membaca apa saja saat bulan puasa, maka untuk sebagian manusia mampu menjadikan membaca sebagai pengurang rasa lapar, cemas, resah, gundah gulana, kesepian dan lain sebagainya. Bagaimana tidak? Jika saat bulan puasa yang disiapkan adalah berjilid jilid buku cersil, novel apapun (kadangkala ada yang tak sengaja sedikit porno, karena kuatir mengurangi nilai puasa, disingkirkan), bahkan yang cerita bergambar (cergam) silat, hero dan petualangan. Jelas membaca kitab suci di masa itu bukanlah pilihan utama, hanya karena akan ada "pemeriksaan" jumlah lembar atau juz, maka mandatori dilaksanakan. Membaca kitab suci juga menjadi "prasyarat utama" sebelum membaca "kitab" sembarang kalir itu dan ketika sudah ada setoran bacaan kitab langit, maka kesenangan kitab bumi tak terusik. Jika masa lalu, hanya membaca dan mendengar radio adalah satu-satunya "pe...