Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Syair

Pendidikan Kesehatan Dalam Syair Aceh

Oleh Hamdani Mulya Pengamat Sastra Aceh Syair dalam bahasa Aceh disebut ca'e. Pementasan acara baca syair Aceh disebut dengan meuca'e, yang artinya membaca syair. Di Aceh syair merupakan jenis karya sastra lama yang menarik untuk dinikmati. Ca'e dapat dikatakan serupa jenis puisi lama jika dalam karya sastra Melayu. Syair Aceh sebagai karya sastra tentunya mengandung berbagai pesan moral. Sebagai suatu kearifan lokal yang harus dilestarikan. Sejauh yang penulis amati, buku kumpulan syair Aceh semakin langka di pasaran, toko-toko buku yang ada di Aceh. Jarang ada buku terbaru yang terbit berupa buku kumpulan syair Aceh. Padahal syair Aceh sebuah karya sastra yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan, kesehatan, dan nilai sejarah. Dalam kesempatan ini penulis ingin memperkenalkan sebuah buku kumpulan syair Aceh berjudul Ceureumen (artinya: Cermin). Dari hasil pengamatan penulis Ceureumen sengaja dijadikan sebagai judul oleh penulis Marzuki Sabon untuk pedoman hidup yang di dal...

MERENUNGI CIPTAAN ALLAH

Oleh: Putri Ratasya Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Wahai ananda anak tersayang Inilah syair dari pengarang Mengungkapkan karya indah Yang Maha Pengayang  Hendaklah dibaca berulang-ulang  Diciptakan bumi sebagai hamparan Didirikan langit yang kokoh tujuh lapisan  Diturunkan air hujan dari awan-awan Inilah ciptaan Allah sebagai Tuhan Dibangun gunung-gunung sebagai pasak Ditumpahkan air lautan yang berombak-ombak  Dihamparkan tanah tempat berpijak Ditumbuhkan pohon-pohon dengan buah yang masak Dijadikan mentari yang terang benderang Menyinari bumi dari pagi hingga petang Bulan pun bersinar tatkala malam datang Ditemani jutaan bintang-bintang Angin beterbangan saling kejar-kejaran Ombak lautan memecah sampai di tepian Ribuan ikan berenang dalam lautan Inilah karya indah Allah sebagai Tuhan Siang dan malam silih berganti Hendaklah pembaca mengamati Ciptaan Allah yang tak tertandingi Dengan ini syair pengarang diakhiri Lhokseumawe, 17 Desember 2021  Editor : Hamdani Mulya

Terus-terus Rindu

dol. Watipad Oleh :  Nsyah Terus-terus rindu yang kutuliskan Terus-terus rindu yang kurasakan Terus-terus rindu yang kuidamkan Terus-terus rindu yang kukorbankan Terus-terus aku terbuai dalam kerinduan Terus-terus aku gila karena rindu Mengapa terus dan terus Mengapa gila terus gila terus Padahal aku jelas-jelas tak mau membayangkan Rindu bukanlah bayangan yang untuk dikejar Rindu tak pantas untuk ditangisi Karna akan hanyut tak bertepi Kuadrat kadarnya rindu Bila kurang dikubik lagi Bila tambah akan menjadi gila lagi