Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bencana

Tanggap Bencana, FK-BUMN Bantu Korban Erupsi Semeru Melalui ACT Aceh

Banda Aceh – Potretonline.com, 11/21/11. Respon tanggap bencana Semeru, Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Negara (FK-BUMN) Provinsi Aceh tunjukkan kepeduliannya. Kamis (9/12/21), FK-BUMN menyerahkan donasi kemanusiaan untuk korban bencana erupsi Gunung Semeru melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh. Penyerahan donasi sebesar Rp10.000.000 ini dilakukan di Bandara Sultan Iskandar Muda. “Kami cukup memahami bagaimana penderitaan yang dialami saudara kita akibat bencana, maka dari itu kami menggalang dana untuk meringankan beban mereka yang tengah dilanda musibah,” ucap Ferry selaku Ketua FK-BUMN. Donasi yang diserahkan merupakan hasil galang dana kepedulian dari anggota FK-BUMN untuk membantu kebutuhan para korban yang masih harus mengungsi. “Muslim itu ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya sakit maka anggota lainnya akan merasakan juga. Maka dari itu kita harus ikut membantu,” ujar Ferry saat penyerahan donasi melalui ACT Aceh. Sebagaimana yang diketahui, bencana erupsi yang...

Kurangi Imbas Covid-19, Bank Indonesia dan ACT Aceh Salurkan Paket Bantuan untuk Masyarakat Terdampak

Banda Aceh – Potretonline, 14/05/20-Bank Indonesia Perwakilan Aceh bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menyalurkan paket sembako dan alat kesehatan kepada masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mengurangi dampak covid-19. Pendistribusian paket berupa beras, minyak goreng, tepung terigu, vitamin, masker, susu full cream, dan hand sanitizer, dilaksanakan di Masjid Oman, Lamprit, Banda Aceh, Rabu (13/5). Turut hadir dalam pendistribusian paket seperti Ketua BKM Masjid Oman Ustaz Muhammad Jamil Ibrahim, tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh, Walikota Banda Aceh diwakili Staf Ahli Fadhil, perwakilan  Gugus Tugas Covid-19  Michael Octaviano , BKPRMI, dan para penerima manfaat. Seluruhnya nampak memakai masker sebagai upaya mencegah covid-19. Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh Zainal Arifin Lubis menuturkan, pendistribusian bantuan paket dari BI juga dilaksanakan seluruh BI di Indonesia. “Dengan kondisi seperti ini kalau bisa seluruh Ace...

Relawan Aceh Ikut Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Jakarta – Banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Aksi Cepat Tanggap (ACT) – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengerahkan para relawan membantu para korban. Adalah Teuku Muhammad Iqbal dan Mulya, relawan medis ACT – MRI asal Aceh ikut membantu korban banjir dengan memberikan layanan kesehatan gratis dalam satu tima tim relawan lainnya. Iqbal merupakan seorang dokter dan Mulya seorang perawat. Mulya mengatakan bahwa keberadaannya di Jakarta awalnya untuk mengantarkan mobil ambulans ACT yang sudah menyelesaikan misi kemanusiaan di empat kabupaten/kota di Aceh. “Waktu kami hampir tiba di Jakarta, kami terima informasi kalau Jakarta dilanda banjir para. Kami langsung menunggu instruksi terkait apa yang bisa kami bantu,” pungkas pemuda asal Bireuen ini, Jakarta Timur, Minggu (5/1). Ia menuturkan, mereka sudah memberikan pelayanan selama dua hari. Salah satu kawasan yang didatangi yakni kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur....

Tenda Biru

Dok. Aksi cepat tanggap Oleh  Nimas Ayu Ningtyas Kelas VII-3 SMP Negeri 2 Unggul, Masjid Raya, Aceh Besar Beberapa tahun lalu, tepatnya tanggal 26 Desember 2004, Aceh dilanda bencana tsunami yang sangat dahsyat.  Bencana yang menewaskan ratusan ribu orang. Kala itu, ribuan mayat bergelimpangan di tas jalan, di dalam lumpur, di puing-puing rumah dan bangunan dan bahkan dibawa arus ke laut. Sangat banyak korban tsunami yang tidak ditemukan. Banyak yang hilang, tanpa diketahui di mana mereka berada. Itulah kisah sedih yang terjadi di pagi hari, di saat orang-orang sedang memulai aktivitas pagi. Kala itu, tanpa ada ada yang bisa mengira, tiba-tiba gempa dahsyat mengguncang bumi Serambi Makkah. Gempa yang membuat lapisan tanah di laut retak dan bahkan mematahkan lempengan bumi. Saat itu, ada hal yang tak pernah disaksikan orang, ketika usai gempa mengguncang, air laut surut, seakan mengering, membuat ikan-ikan berhamburan. Sayangnya, banyak orang yang ti...

Singkil Banjir Lagi, Sekolah Terpaksa Libur

Oleh Karunia Wirayanda Kelas X IPA SMA Negeri 1 Singkil Pagi Sabtu, 15 Desember 2018, Singkil kembali dilanda banjir. Banjir semakin sering melanda daerah ini, sehingga sudah menjadi hal biasa yang terjadi di Aceh Singkil. Sebagaimana biasanya, banjir sering terjadi pada bulan Oktober hingga awal bulan Januari. Ketika musim hujan, sungai-sungai kian tak mampu menampung air, hingga  air sungai – sungai itu meluap menggenangi daerah ini. Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, merilis banjir merendam lintas utama Aceh Singkil menuju Kota Subulussalam, tepatnya di Desa Ujung Bawang. Selain itu Desa Pea Bumbung di Kecamatan Singkil juga terendam banjir. Bahkan, SMA Negeri 1 Singkil, tidak pernah luput dari genangan air, seperti apa yang terjadi hari ini, Sabtu. Seringnya terjadi banjir di Singkil yang juga mengalir ke SMA Negeri 1 Singkil itu, telah membuat proses belajar mengajar di sekolah ini terganggu. Kegiatan belajar...

Aceh Bebas Banjir, Mungkinkah?

Oleh: Tahara Dilla Santi, M. Biomed  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada tahun 2011 menetapkan Indonesia di urutan pertama dunia untuk wilayah rawan bencana tsunami dan tanah longsor, urutan ketiga bencana gempa bumi,dan urutan keenam untuk banjir. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2018, bencana banjir telah terjadi di Indonesia sebanyak 374 kali dengan korban meninggal/hilang 42 orang, luka-luka 45 orang, terdampak dan mengungsi 656.235 orang, rumah rusak berat hingga sedang 266 unit, rusak ringan 926 unit dan terendam 137.159 unit. Kerusakan pada fasilitas kesehatan di tahun yang sama sebanyak 13 unit, rumah ibadah 161 unit dan fasilitas pendidikan 174 unit.  Di Provinsi Aceh, banjirmasih menjadi persoalan utama dan belum dapat teratasi hingga saat ini. Hasil analisis bencana di Aceh sejak tahun 1998 sampai  2009 oleh Tim  Tsunami and Disaster Mitigation Re...

FUAS Dan KAMMI Aceh Selatan Menyerahkan bantuan Untuk Palu dan Doggala

Aceh Selatan, 10/10/18. - Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS ) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI) Aceh Selatan melakukan penyerahan bantuan untuk korban bencana alam (gempa dan tsunami) di Palu-Donggala. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum FUAS dan KAMMI Aceh Selatan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Aceh Selatan dengan jumlah donasi sebesar Rp 4.321.000,00 (Empat Juta Tiga Ratus Dua Puluh Satu Ribu Rupiah) yang diserahkan di Tapaktuan, Aceh Selatan pada Rabu (10/10/2018) siang. Ketua Umum FUAS Aceh Selatan, Yulifhirmarijal mengatakan keprihatinan terhadap kondisi masyarakat di Palu dan Donggala yang menjadi korban musibah gempa dan tsunami adalah dasar dimana donasi ini dilakukan. Penjarahan yang viral di media adalah satu dari sekian banyak bukti bahwa masyarakat Palu dan Donggala sangat membutuhkan uluran tangan kita secepatnya. "Ini adalah bentuk kepedulian FUAS dan KAMMI Aceh Selatan secara...

Bencana Yang Tak Disangka-sangka

Oleh Maghfirah Pelajar kelas IX A SMP Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya Di suatu malam yang sunyi, di saat orang-orang masih tertidur pulas, azan subuh pun berkumandang di masjid. Dengan tanpa disangka-sangka, terjadi bencana gempa yang sangat dahsyat. Gempa yang berkekuatan 6.5 skala richter mengguncang negeri kami, Pidie Jaya pada   hari Rabu, tanggal 7 Desember 2016. Gempa yang terjadi tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja, namun dalam hitungan menit itu   semua orang terbangun dan keluar dari rumah untu menyelamatkan diri. Banyak sekali bangunan yang rubuh, bahkan masjid-masjid pun ikut rubuh. Akibatnya, banyak pula orang yang meninggal akibat terjepit reuntuhan bangunan di saat mereka berusaha menyelamatkan diri saat itu. Tercatat   103 orang meninggal. Data yang diberitakan oleh TribunNews, 10 desember 2016 saat itu tercatat pula 857 orang luka-luka, yaitu 139 orang luka berat dan 718 orang luka ringan. Sementara jumlah pengungsi terus be...

BPBD Banda Aceh Inisiasi Lahirnya Buku Rencana Kontijensi Banjir

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda menginisiasi pembuatan buku Rencana Kontinjensi (Renkon) banjir. Buku Renkon banjir ini dibahas pada kegiatan formalisasi rencana kontinjensi banjir Kota Banda Aceh yang dibuka Plt Walikota, Ir Hasanuddin Ishak, Rabu (23/11/2016) di Gedung ITLC Samsung, Banda Aceh. Kepala BPBD Kota Banda Aceh, Drs Ridwan menjelaskan banyak pihak yang terlibat dalam penyusunan buku Renkon banjir ini, baik dari SKPD Pemko Banda Aceh maupun organisasi terkait seperti BPBD, DKKK, Dinas PU Banda Aceh, RAPI, IOF, PMI, SAR, PU Pengairan Aceh. Kata Ridwan, setelah buku Renkon banjir diformulasikan selanjutnya akan dijadikan sebagai pedoman dalam menangani bencana banjir di Banda Aceh. “Buku ini kita buat sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Kota dan masyarakat untuk pencegahan banjir, mitisagai dan langkah kesiapsiagaan bencana banjir di Banda Aceh. Dalam penangannya nanti, semua pihak berpedom...