Oleh: Awalin Ridha Berdomisili di Banda Aceh Sebut saja namanya melati. Seorang anak perempuan yang memiliki cita-cita setinggi langit. Mempunyai senyum seindah mentari. Gadis itu sangat periang dan aktif. Hari-hari dilalui dengan semangat. Namun, sebuah peristiwa menghancurkan masa depannya. Peristiwa yang tak pernah disangka bahkan tak pernah sedikit pun dia mengira akan terjadi seperti ini. Gadis kecil itu harus menerima kehancuran dirinya. Ternodai oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Masa depannya pupus. Senyum riangnya pudar. Hidupnya menjadi tak semangat. Dia harus menjalani hari-hari bersama masa lalu yang suram. Masa lalu yang telah membentuk ingatan buruk. Tubuhnya mulai trauma, jiwanya terusik, mentalnya jatuh. Sungguh kasihan gadis itu. Kisah di atas adalah sebuah ilustrasi. Gambaran kejadian yang terjadi pada anak. Malah, tidak hanya satu pelaku, bisa dua, tiga, atau sebelas. Pelaku-pelakunya tidah hanya dari orang luar. Tapi juga orang-orang yang dikenal dekat...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas