Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Majalah Potret

Sehat?

  Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok  Musim ini, kata itu sangat didambakan umat manusia di seluruh dunia. Sedikit saja gejala (mungkin) selesma, bagi pelahap medsos akan cemas dan berpikir buruk bahwa dirinya sudah dipeluk Covid. Rakyat kecil, karena tak "kober" main medsos ya santai saya. (Mungkin) sudah terjangkiti, namun berfikir hanya kena flu biasa dan menenggak jamu "tolak angin" meskipun mereka bukan orang pintar, lewatlah penyakitnya.  PRT yang membantu kami sejak putra saya lahir, sudah lebih 25 Tahun, di PCR dan positif. Gejalanya hanya sedikit batuk batuk dan saat dites, hanya merasa pegal pegal. Saya yakin perempuan tua ini imunnya sangat kuat karena setiap pagi jalan kaki dari rumahnya ke rumah kami yang berjarak sekitar 1 Km pulang dan pergi selama berpuluh tahun. Beberapa tahun belakangan hanya berangkat saja, pulang dijemput putranya bermotor.  Beliau manusia pekerja. Disuruh libur Sabtu Ahad, baru setahun ini dia ambil hanya Ahad saja. Dia menc...

Seni Konseling

  Oleh : Nisa Urrahmi Prodi : Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh  Konseling adalah seni. Kata konseling tidak lagi asing terdengar di telinga, namun masih ada juga beberapa yang terlihat bingung mendengar kata konseling atau bimbingan dan konseling. Ketika saya ditanya kuliah jurusan apa? Saya menjawab “bimbingan dan konseling”. Lalu terlihat ekspresi orang yang tidak tahu jurusan yang saya jalani dan kembali bertanya pada saya apa itu konseling?  Setelah saya menjelaskan barulah paham dengan kalimat “ooo” panjang yang terdengar, namun ada juga yang mengetahui luarnya saja atau salah pemahaman tentang konseling itu sebenarnya. Banyak yang berfikir bahwa bimbingan dan konseling itu adalah seorang guru BK. Memang benar, tapi setelah lulus nantinya kita bisa saja menjadi seorang guru BK, namun guru BK yang bagaimana? Apakah guru BK yang berurusan hanya dengan anak - anak bandel atau sudah mendapat julukan polisi sekolah dimana ...

Menulis di Media dan Memetik Hasilnya

Oleh Tabrani Yunis Idealnya, seorang   sarjana, lulusan perguruan tinggi itu mampu atau bisa menulis, bahkan sangat mahir. Dikatakan demikian, karena ketika menyandang status sebagai mahasiswa, sering mendapat tugas menulis dari dosen, seperti menulis makalah atau tugas karya ilmiah. Bahkan sebagain tugas akhir untukm bisa meraih gelar sarjan, seorang calon sarjana harus mampu menulis skripsi. Jadi, seorang calon sarjana akan bisa menjadi sarjana, kalau sudah berhasil menulis skripsi dan mempertanggungjawabkan skripsinya lewat sidang sarjana. Bila lulus, baru sah menjadi sarjana apabila ia mampu dan lulus ujian akhir itu. Hebat bukan? Tentu saja hebat dan bahkan membanggakan, karena lulusn menjadi sarjana. Namun, sayangnya banyak sarjana yang lulus dan meraih gelar sarjana, kemudian menyatakan bahwa mereka tidak bisa menulis. Bila tidak percaya, cobalah ajak mereka yang sudah sarjana tersebut menulis, mengisi ruangb opini di media massa, maka sering sekali kita mendapatka...

ACT Peringati Tsunami di Krueng Raya, Warganya Dulu Fardu Kifayah 1.000 Jenazah Korban Tsunami Sebulan

  Aceh Besar –26/12/20, Potretonline.com. Ratusan jamaah di Masjid Miftahul Jannah Kemukiman Krueng Raya, Aceh Besar, larut dalam zikir dan doa bersama mengenang peristiwa bencana gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004. Jumlah korban meninggal dan hilang akibat bencana tersebut di kemukiman yang terdiri dari 8 desa itu saja sekitar 2.500 orang. Pukul 10:00 WIB agenda zikir serta doa selesai. Pihak BKM Masjid mengumumkan bahwa para jamaah bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh dalam rangka memperingati 16 tahun gempa dan tsunami Aceh. Kegiatan tersebut dilaksanakan ACT Aceh bersama puluhan relawan, baik itu dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), BKM Masjid Miftahul Jannah, DJP KPP Pratama Banda Aceh, dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Sabtu, 26 Desember 2020.  Lebih 100 pasien berobat dari kalangan dewasa, lansia, dan anak-anak terlihat begitu antusias mendapatkan pengobatan dari rel...

Menyibak Dampak Kebakaran Hutan

dok. National Geographic Indonesia Oleh METI KARMILA, Mahasiswi jurusan Matematika FMIPA Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan potensi kekayaan alamnya sangat luar biasa, baik sumber alam hayati ataupun nonhayati. Di samping itu Indonesia juga memiliki hutan yang sangat luas yang menjadi habitat flora,fauna dan menghasilkan keunikan yang tidak didapatkan di negara lain.  Namun kejadian Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia pada tahun 2019 dan sebelumnya, sangat disayangkan. Kebakaran tersebut memicu munculnya kabut asap dan hampir merata menyelimuti sebagian Indonesia, Malaysia dan Singapura. Selain karena faktor cuaca, kobaran api juga dihasilkan dari metode pembakaran hutan ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.Tindakan manusia dalam kebakaran hutan dan lahan jelas lebih tinggi proporsinya. Manusia modern membuka hutan dengan ceroboh. Dahulu, ketika masyarakat adat tinggal di...

Covid-19 Semakin Mewabah, Bagaimanakah Strategi Yang Tepat Untuk Penanganannya?

dok. Pribadi  Oleh Rafizaton Mahasiswi Jurusan Fisika, Angkatan 2019 FMIPA, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh Dewasa ini, dunia begitu berduka semenjak mewabahnya covid-19 yang telah merenggut banyak jiwa manusia. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut coronavirus yang baru ditemukan. Covid-19 telah menyerang berbagai belahan dunia. Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Jerman, dan Perancis adalah negara-negara dengan angka kasus positif covid-19 tertinggi di dunia. Tiga dari negara tersebut, yakni Italia, Spanyol, dan Perancis, memiliki angka kematian terbanyak.  Pandemi coronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit covid-19 yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Kasus pertama covid-19 di Indonesia ini menyerang dua warga negara Indonesia yang merupakan ibu dan anak. Kedua pasien ini sempat melakukan kontak dengan WNA Jepang yang datang ke Indonesia pada 14 Februari 2020. Hingga ka...

Apakah Tulisan Anda Cukup Menarik dan Penting Dibaca?

Oleh Tabrani Yunis. ( Sebuah Catatan Yang Tercecer)  Bagian ke dua Ini adalah tulisan lanjutan. Ya, lanjutan dari tulisan sebelumnya yang diposting di  www.potretonline.com pada tanggal 20 Juli 2019 lalu, dengan judul “ Berbincang Tentang Menulis, sembari menikmati Mie Aceh”. Tulisan yang menjadi catatan yang tercecer, agar tidak lupa. Sebut saja ini sebuah tulisan untuk melawan lupa. Dengan harapan tulisan ini bisa menjadi pengingat ( reminder ) akan sebuah kegiatan yang sangat positif dalam membangun kapasitas menulis orang-orang muda di Aceh kala ada pihak yang peduli dan mau berbuat untuk orang muda Aceh, walau sudah hampir setahun berselang. Maka, wajar pula tulisan ini disebut sebagai catatan yang tercecer, di mana bagian pertama mungkin sudah dibaca. Kalau pun belum, bisa dicari di  www.potretonline.com . Nah, apa yang perlu dicatat dalam tulisan bagian kedua ini adalah terkait dengan lokasi atau location. Walau ini selama ini, dalan masyaraka...

Media Cetak,Bernafas Dalam Lumpur atau Mati?

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat dan mendorong semakin cepatnya perubahan dalam berbagai sector kehidupan.  Perubahan dalam berbagai hal semakin tak terbendung dan tak dapat dihindari. Banyak produk teknologi informasi dan komunikasi yang dulu canggih dan terkesan mewah, kini tinggal kenangan. Satu contoh saja adalah pesawat telpon yang dahulu hanya menjadi milik orang-orang (kalangan) tertentu, kini sudah tidak dipakai lagi. Penggantinya lebih canggih, yakni berbagai macam jenis telepon selualar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, asal ada layanan internet. Semua informasi ada di tangan, semua ruang bisa dijangkau dalam waktu yang sangat cepat. Ruang semakin sempit dalam genggaman globalisasi. Karena, dengan satu klick, semua informasi ada di genggaman kita. Tak dapat dipungkiri bahwa  penyampaian dan penyebaran informasi bisa berjalan dalam hitungan detik dengan cara yang paling mudah dan semakin murah. ...

UNTAIAN HARAPAN MEREKA

Oleh Zakia Olivia Berdomisili di Surabaya Tidak ada yang menarik dariku. Jika kalian bertanya bagaimana rupaku, aku akan memilih skala sedang untuk menjawabnya, atau bagaimana keadaan relasiku dengan orang lain. Sebaris kalimat di awal paragraf ini telah menjawabnya. Tidak ada yang menarik dariku.  Banyak orang berkata, jika hidup itu rumit. Kurasa itu tidak sepenuhnya salah. Karena dengan anggapan seperti itu, aku bisa menemukan apa yang akhirnya pantas untuk dikatakan ‘menarik’. Ya. Kisah hidupku dengan adik tercintaku Sina. Nama kami cukup serasi, Sanna dan Sina. “Sinaaa lihat telurnya, hati-hati gosong ya!” Aku berlari ke arah dapur, memastikan bahwa Sina telah dengan baik menggoreng telur mata sapi untuk bekalnya. “Kak Sanna bawa bekal tidak? Sina gorengkan juga ya?” Aku tersenyum lebar lalu mengangguk antusias, itu membuat Sina mau tak mau juga ikut tersenyum melihat tingkahku yang berlebihan. Terkadang di beberapa situasi, Sina bisa menjadi lebih dewasa dibandingkan d...

Menembus Pelosok Desa Dengan 1000 Sepeda dan Kursi Roda

Anak-anak Miskin di Seuneudon menerima bantuan Oleh Tabrani Yunis Banyak orang bercita-cita untuk bisa keliling dunia, atau bisa keliling Indonesia, atau ingin bisa berjalan mengelilingi setiap kabupaten di dalam sebuah provinsi. Ya, paling kurang, bisa berjalan keliling hingga ke pelosok-pelosok desa. Katakanlah, bagi para pelancong, pengembara atau traveler, kegiatan berjalan keliling dunia itu adalah impian yang ingin diwujudkan. Namun sayang, keinginan itu sering hanya ada di angan-angan, atau terlukiskan dalam sebuah cita-cita. Masalahnya, karena untuk bisa melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang diinginkan itu, membutuhkan dana. Sebut saja  dana untuk biaya transportasi, konsumsi maupun akomodasi.  Semakin jauh jalan ingin ditempuh, maka semakin besar biaya dibutuhkan. Benar, bukan? Apalagi bila kala berjalan atau travel tersebut ingin bisa menikmati sarana transportasi yang mewah dan berkelas, maka semakin besar dana yang dibutuhkan untuk biaya perjala...