Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aceh Besar

ACT Aceh Bangun Balai Pengajian, Penantian Nurfaizah Selama 10 Tahun Akhirnya Terwujud

    Aceh Besar –  Rintik kecil mengawali pagi ini, terlihat seorang ibu bergegas kesana kemari mempersiapkan tempat dan makanan kecil. Ia bernama Nurfaizah, seorang difabel yang mengajarkan anak-anak di Gampong Weusiteh, Sukamakmur, Aceh Besar dan sekitarnya membaca alquran. Kedua tangan  Nurfaizah  mengalami polio sejak lahir , namun h al itu tidak menyurutkan niatnya mengajarkan cara membaca qalam ilahi. Ia berharap ilmu yang disalurkannya menjadi amal jariyah tatkala ia pergi selamanya dari dunia ini. Anak-anak pun menjadi dekat dan cinta kepada Alquran. Diakuinya, memang butuh kesabaran ekstra mengajarkan anak-anak belajar Alquran dari dasar. “Sifatnya anak-anak ya begitulah. Namun kita senang,” ujarnya sambil tersenyum. H ari demi hari santri Nurfaizah kian bertambah. Ruang belajar menjadi semakin sempit. Ia berharap bisa mendirikan sebuah balai pengajian khusus berukuran 10 x 5 meter di lahan kosong di samping rumahnya. Ditambah Alquran serta satu lemari t...

Program Wakaf Pangan Laut Produktif Hadir Perdana, ACT Sosialisasikan Ke Masyarakat Ie Suum Aceh Besar

Aceh Besar  –Potreronline.com, 19/09/21. Kesejahteraan masyarakat berbasis wakaf produktif masih terus dimasifkan. Agar mendorong kemandirian dan ekonomi masyarakat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh - Global Wakaf melakukan sosialisasi Wakaf Pangan Laut Produktif (WPLP) kepada masyarakat Ie Suum, Aceh Besar (18/9/2021). Keberadaan wakaf berperan dalam perbaikan kondisi sosial dan ekonomi yang kian menurun. Beberapa diantaranya adalah sektor UMKM dan perikanan. Dalam pertemuan yang menghadirkan masyarakat dari dua gampong tersebut, yaitu dari Gampong Ie Suum dan Lamreh, membuahkan beberapa program berbasis kelompok kerja masyarakat berbasiskan wakaf produktif. “Wakaf Pangan Laut Produktif program pemberdayaan dari Global Wakaf - ACT yang fokus pada pemberdayaan nelayan  untuk meningkatkan produksi hasil laut dan pemasaran sehingga dapat meningkatkan perekonomian nelayan,” jelas Rikar Maulana, Staf Program ACT Aceh saat menjelaskan program tersebut ke masyarakat yang hadir. Program...

Prof Sanny Optimis Aceh Mampu Hasilkan 1000 ekor Sapi Pertahun

Aceh Besar - Potretonline.com, 12/09/21. Ketua Yayasan Beudoh Gampong, Prof TA Sanny, M.Sc. usai lakukan kunjungan ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Penghijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) di Indrapuri Aceh Besar optimis Aceh mampu hasilkan 1000 ekor sapi, Minggu (12/9/2021).  Prof. Dr. Eng.Teuku Abdullah Sanny, M.Sc melakukan kunjungan pada Rabu, 1 September 2021 Ke BPTU HPT dengan luas lahan 430 hektar. Program pengembangan sapi pada BPTU HPT telah berhasil dijalankan sejak tahun 2015. Melihat kesiapan Aceh dengan adanya balai peternakan sapi unggul di Indrapuri, Prof.Sanny yakin melalui balai ini Aceh mampu menghasilkan 1000 ekor sapi. "Saya ingin melihat keseriusan pembibitan sapi di sini, ternyata serius,” ujar Prof.Sanny. BPTU melakukan pembibitan melalui persilangan antara jenis Belgian Blue dengan sapi Aceh dan persilangan jenis Wagyo dengan sapi Aceh. Kepala BPTU-HPT Indrapuri Ir.Yanhendri, M.Si berharap program pengembangan Sapi Aceh di bawah Kementrian Pertanian Di...

ACT Paparkan Pembangunan Wakaf Terpadu Di Depan Wamentan RI

Aceh Besar -Potretonline.com, 10/09/21.  Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh memaparkan program pembangunan ( masterplan ) Kawasan Wakaf Terpadu berbasis Perkebunan dan Ternak di depan Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI) Harvick Hasnul Qolbi pada Rabu (8/9/2021) di Kebun Kurma Barbate, Aceh Besar. Husaini Ismail Head Regional ACT Sumbagut memaparkan program pengembangan Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) yang ada di Aceh. Lokasi dimana KWT tersebut sedang dikembangkan adalah KWT Barbate, KWT Lembah Seulawah, KWT Aceh Jaya. “Saat ini ada tiga tempat yang ACT sedang kembangkan menjadi kawasan wakaf terpadu. Salah satunya ada di Barbate, dan yang dikembangkan disini adalah dari pengelolaan wakaf kebun kurma serta Lumbung Ternak Wakaf (LTW) berupa domba,” ujar Husaini. Kehadiran kawasan wakaf terpadu ini disambut baik oleh Wamentan RI. Lebih jauh Husaini menjelaskan di kawasan Barbate juga memiliki potensial yang besar dalam pengembangan agrowisata dan agroindustri. Hingga kini...

Di Tengah Pandemi, Program Pangan Gratis ACT Aceh Menyapa Kaum Duafa di Lembah Seulawah

Banda Aceh  – Potretonline.com, 23/08/21. Pandemi masih belum usai, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh semakin gencar melaksanakan Operasi Pangan Gratis (OPG). Berkolaborasi dengan Aceh Wakaf Corporation (AWC), ACT Aceh mendistribusikan paket pangan dan Air Minum Wakaf di Gampong Paya Keureuleh, Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar. Aksi ini dilaksanakan pada Senin (23/8/21) dengan melibatkan relawan MRI Banda Aceh dan MRI Aceh Besar. Langkah ini merupakan upaya sinergisitas ACT Aceh dan AWC dengan Gampong Paya Keureuleh untuk rencana pembangunan Kawasan Wakaf Terpadu (KWT). Aksi ini turut dihadiri oleh Husaini Ismail selaku Head Regional ACT Sumbagut dan disambut langsung kedatangannya oleh Mizwar selaku Keuchik Gampong Paya Keureuleh. “Saat kondisi pandemi seperti ini sudah sewajarnya kita harus saling bantu dan saling menguatkan,” ujar Husaini. Rikar Maulana selaku tim Divisi Program ACT Aceh juga menjelaskan bahwa seluruh warga mendapatkan beras wakaf sedangkan puluhan paket sembak...

Forum Alumni Dayah Ulee Titi Salurkan Bantuan Rp 57 Juta Untuk Palestina Melalui ACT Aceh

Aceh Besar  - Melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Forum Alumni Yayasan Dayah Ulee Titi Peduli Palestina menyalurkan uang tunai sejumlah Rp 57.905.000 (lima puluh tujuh juta Sembilan ratus lima ribu rupiah) yang dihimpun dari para alumni untuk Palestina. Dana hasil penggalangan dana tersebut diserahkan oleh  Tgk.  Muchlis Abdullah  atau sering disapa Abuna  kepada ACT Aceh di lingkungan Yayasan Dayah Ulee Titi, Aceh Besar, Rabu (2/06). “Alhamdulillah dari kami menyerahkan dana ini memberikan amanah kepada ACT untuk pembelian ambulans di Palestina. Memang sedikit dari kami, namun jika digabungkan dengan donasi dari masyarakat Aceh lainnya insyaallah akan tercapai,” ujar Abuna. Abuna Muchlis Abdullah sebagai  fasilitator penggalangan dana   Forum YDUT Peduli Palestina mengatakan mengapa melakukan pengumpulan dana ini adalah berawal karena mengetahui bagaimana kondisi di Palestina yang sangat memprihatinkan dan tergeraklah hati kami untuk melakukan peng...

PC IMM Aceh Besar Hadirkan Kembali Kegiatan Diksuswati

  Oleh : Putri Meliza Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Bidang Immawati Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Aceh Besar  baru saja selesai menggelar kegiatan Diksuswati 1 (Pendidikan Khusus IMMawati) pada tanggal 28-30 April 2021 di Auditorium Rektorat Universitas Muhammadiyah Aceh. Diksuswati 1 ini merupakan kegiatan pertama yang ada di Aceh, karena sudah lama sekali Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Aceh tidak membuat kegiatan Diksuswati I.  Kegiatan Diksuswati 1 ini mengangkat tema “Keseimbangan Gender Berdasarkan Tujuan Islam yang berkemajuan. Selama tiga hari kegiatan diksuswati berlangsung secara offline dan online menggunakan aplikasi zoom dan tetap dengan protocol Kesehatan. Jumlah peserta yang diterima oleh MOT (Master Of Training) IMMawati Rahmatul Hijrati S.Sos pada tanggal 28 April 2021 berjumlah 21 orang,  namun seiring dengan berjalannya waktu total jumlah peserta yang mengikut...

Global Wakaf ACT Aceh Panen Perdana Pohon Kurma di Aceh Besar

  Aceh Besar – Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh melakukan panen perdana kurma di lahan wakaf kebun kurma yang diwakafkan oleh dua petani kurma asal Aceh yakni Mahdi Muhammad dan Sukri di Lembah Barbatee, Gampong Ie Suum, Mesjid Raya, Aceh Besar. Lahan tersebut  Kepala Cabang Global Wakaf ACT Aceh Zulfurqan menuturkan, pohon kurma yang telah ditanam di lahan wakaf Global Wakaf ACT Aceh berjumlah 700 batang. Lahan yang diwakafkan mencapai seluas 6 hektare, di mana seluas 3.6 hektare khusus diperuntukkan untuk kebun kurma dan sisanya sebagai lahan ternak wakaf.  “Meskipun hasil panen perdana ini tidak kami jual, namun permintaan kurma, terutama kurma muda oleh pengantin baru sudah mulai banyak,” ujarnya, Aceh Besar, Minggu, 2 Mei 2021 usai memanen kurma. Ia menjelaskan, usia rata-rata pohon kurma di lahan wakaf ini masih berkisar 2-4 tahun. Satu pohon kurma dapat menghasilkan rata-rata 200-400 kilogram kurma dalam setahun. Harga 1 kilogramnya dijual Rp 300.000. Pem...

DPW LPPEKOP-BKPRMI Aceh dan Badan Baitul Mal Aceh melaksanakan Seminar Zakat-Wakaf Produktif Aceh

Sebanyak 30 (tiga puluh) orang peserta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion Edukasi Zakat dan Wakaf Produktif Berbasis Kecamatan yang diselenggarakan   pada hari Senin, 16 November 2020 dan bertempat di Aula Gedung ATC (Aceh Training Center) Jl. Rel Kereta Api Lama Desa Meunasah Manyang PA Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar. Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan  dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan. Ustadz Muhammad Rizki, S.Pd.I selaku ketua panitia pelaksana memaparkan, mereka mewakili kecamatan masing-masing dari beberapa Kecamatan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini merupakan kerjasama Badan Baitul Mal Aceh dengan Panitia Pelaksana Kegiatan LPPEKOP. Kegiatan ini juga salah satu program kerja Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi dan Koperasi - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW LPPEKOP - BKPRMI) Provinsi Aceh. Keseluruhan rangkaian kegiatan acara merupakan Anggaran yang di fasilitasi oleh ...

PASAR INDUK LAMBARO MENUJU PUSAT PERDAGANGAN TERPADU

Oleh : Hasbi Yusuf   Geliat ekonomi di kawasan Pasar Induk Lambaro (PIL) kabupaten Aceh Besar, berlangsung  nyaris 24 jam setiap hari. Banyak orang memprediksi bahwa perputaran ekonomi di PIL telah melampaui kota Banda Aceh, malah merupakan yang terbesar di Aceh. Namun sayangnya PIL belum mendapat perhatian yang serius dari segi pembenahannya oleh pemerintah Kabupaten Aceh Besar (PKAB). Jika PKAB memiliki nyali dan naluri bisnis dan perdagangan, maka PIL dapat segera menjelma menjadi kawasan Pusat Perdagangan Terpadu (PPT) atau   "Trade Centre (TC) "  untuk Kabupaten Aceh Besar yang sekaligus secara otomatis akan berperan ganda sebagai   "Smart Satellite City (SSC)"   untuk memperkuat energi perekonomian & perdagangan bagi Kota Banda Aceh. Pertumbuhan PIL akan berkembang pesat menjadi PPT, seandainya beberapa kendala yang menghambat pertumbuhan pasar dapat dicari solusinya. Minimal diminimalisir intensitasnya, seperti pada ...

Di Balik Keindahan Pulau Nasi, Warganya Jarang Menikmati Daging Kurban

Aceh Besar – Keindahan pesisir pantai di Gampong Deudap, Pulo Aceh, Aceh Besar mampu menyihir mata memandang. Di kala senja tiba, warna kekuning-kuningan memantul dari lautnya, berhiaskan boat-boat nelayan pulang mencari rezeki.  Gampong Deudap tepatnya terletak di Pulau Nasi, salah satu pulau dari gugusan pulau di Pulo Aceh. Wisatawan dapat menikmati keindahan panorama alam pantai  Ujong Eumpee dan Pantai Nipah di sana.  Gampong Deudap ditempati oleh 82 keluarga. Dikutip dari Wikipedia, pendudukan Pulo Aceh merupakan pendatang dari daratan Aceh, Pulau Weh, maupun pulau lainnya. Geografis Deudap berupa pesisir dan perbukitan membuat warganya menjalani profesi nelayan, pekebun, dan petani. Para pekebun biasanya menanam cabai rawit, singkong, dan semangka. Dari hasil alam tersebut masyarakat memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, di balik keindahan pesona alamnya, rata-rata warga Deudap berasal dari kalangan kurang mampu. Daging menjadi makanan sangat mahal bagi mereka. Bah...