Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok, Menganggur, meskipun seorang sahabat mengatakan "haram hukumnya" memicuku membayar utang membaca berbagai buku yang " kujanjikan dalam hati" akan kubaca, jadilah entah berapa puluh ribu halaman sudah kuhabiskan membacanya. Menggagas dan menemani kawan kawan dalam Gernas Tastaka membuatku tercebur membaca esai pendek, jurnal hingga buku tebal tentang " Learning" bagaimana manusia belajar menurut ahli sains yang memelajari otak. Bagaimana otak menusia belajar matematika, apa dampak cara pembelajaran yang buruk dan lain sebagainya. Aku pun terpaku dengan begitu banyak data statistik tentang kinerja murid Indonesia dalam membaca, sains dan matematika di jenjang SD/MI. Berpuluh laporan studi yang saling mendukung hasil dalam angka angka itu. Semuanya membuatku dan kawan-kawan semakin yakin ada masalah dalam pembelajaran ketiga "ilmu alat" dasar itu dan haqqul yaqin pilihan menerjuni Gernas Tastaka. ...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas