Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku

Tak Kenal, Maka Tak Sesal

  13 Kisah Penyesalan Sebagai Pembelajaran   Kisah nyata memang bisa membuat pembaca lebih merasa terhubung. Membaca kisah nyata seolah kita berkaca pada diri sendiri, termasuk membaca buku antologi ini, Tak Kenal Maka Tak Sesal (Tumpukan sesal berbuah sadar). Buku yang bertujuan untuk introspeksi diri ini, memang memberikan satu pengalaman tak terlupa. Kolaborasi 10 penulis Buku dengan tebal 120 halaman ini, ditulis oleh 10 orang yang kebanyakan adalah penulis baru. Mereka berkreasi untuk memberikan cerita terbaiknya. Ada 13 cerpen kisah nyata yang ditulis dari hati. Ada 3 topik besar yang diangkat dari buku ini, di antaranya adalah: Tentang kebodohan manusia yang ditulis oleh Aulia Manaf “Mulut Berbisa”, Shufairah Tajuddin “Tragedi Tiket”, Subhan Saja “Kebodohan Itu Adalah Aku”, Dina Rosanti “Ritual Setelah Maghrib”, dan Widya Est “Menertawakan Kekonyolan Diri”. Topik lainnya tentang tak kenal maka tak sesal, sebab setiap kita mengenal seseorang pasti akan ada penyesalan, di...

PETUALANGAN SEORANG DOSEN

  Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur Ini adalah buku otobiografi yang ditulis oleh Prof E. Sadtono, seorang mantan dosen sekaligus mantan rektor IKIP Malang yang telah mengajar puluhan tahun, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain. Kisah yang beliau tulis ini sangat menarik dan membuat saya berpikir bahwa semestinya setiap dosen perlu menulis juga kisah-kisahnya yang nantinya dapat mereka terbitkan setelah pensiun. Tapi tentu saja akan lebih baik, jika mereka bisa menerbitkan buku mereka ketika masih aktif mengajar. Sebagai seorang mantan guru bahasa Inggris, saya sering mendengar nama Prof Sadtono ini disebut, meski pun saya sama sekali belum pernah diajar oleh beliau dan juga belum pernah bertemu. Mungkin karena beberapa teman kolega saya pernah dibimbing oleh beliau dan mestinya Prof Sadtono adalah kolega para dosen saya di IKIP Surabaya. Yang jelas Prof Sadtono menyebutkan nama almarhumah Ibu Thea Kusumo sebagai salah satu koleganya meng...

SEPERTI BULAN DAN MATAHARI

  Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya “Apa yang dibutuhkan untuk memoderatkan cara berpikir beberapa pesantren yang ekstrem hanyalah dengan memberikan ilmu pengetahuan.”(Stanley J. Harsha) Ini adalah judul buku yang saya baca mulai kemarin dan akan menemani saya dalam perjalanan ke Bali pagi ini. Buku ini sangat menarik dan membuat saya merasa bahwa buku ini perlu dibaca oleh masyarakat Indonesia (saya selalu merasa demikian, jika menemukan buku-buku bagus. Everybody should read this good book, I always say to myself).  Buku ini ditulis oleh Stanley Harsha (saya yakin Anda akan mengira penulisnya orang Indonesia karena nama belakangnya Harsha). Tidak. Stanley J. Harsha adalah seorang mantan diplomat Amerika yang ‘bule deles’. Tapi Stanley beristrikan seorang wanita Indonesia, seorang putri Solo, cucu buyut dari Ki Padmosusastro seorang sastrawan Jawa, dan telah tinggal di Indonesia selama hampir 30 tahun. Itulah sebabnya Stanley dianggap sebagai “Satu Orang Dua Tanah Ai...

5 Manfaat Membaca Buku Kisah Nyata

Oleh: Aulia Manaf   Membaca buku memang segudang manfaatnya. Sumber ilmu pengetahuan dan peradaban. Begitu juga dengan membaca buku berdasarkan kisah nyata semacam biografi orang yang berpengaruh di dunia. Namun, orang biasa pun juga bisa menuliskan kisahnya. Karena ada yang bilang “ everyone has a story ”. Ya, setiap orang punya kisah hidup yang bisa jadi sangat bermanfaat untuk orang lain. Lalu apa saja manfaat membaca cerita berdasarkan kisah nyata? Pertama, membaca pengalaman orang lain sangat berbeda dibanding sekadar mendengar cetoleh orang yang sedang rumpi. Membaca pengalaman hidup orang lain adalah membaca pengalaman batin yang mendalam. Ada gejolak emosi dan konflik yang akan membuat pembaca penasaran sampai cerita berakhir. Pengalaman yang tertulis sangat berharga dan pembaca akan lebih berhati-hati supaya tidak mengalami kejadian buruk yang serupa.   Kedua, menambah wacana dan menuai hikmah. Wacana adalah sebuah informasi baru yang bisa memperkaya ilmu pengetahuan ...

“PARA PEREMPUAN DI TANAH SERAMBI”

         Oleh Heni Susanti     Buku kumpulan cerpen yang berjudul Para Perempuan di Tanah Serambi ini ditulis oleh Rinal Sahputra. Anak kelima dari eram bersaudara, lahir dan besar di Aceh. Karena mencintai dunia kepenulisan, Rinal mendaftar sebagai anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh pada tahun 2006. Selang beberapa tahun kemudian Rinal dipercaya sebagai ketua umum FLP Aceh. Rinal adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan sempat bekerja selama beberapa tahun sebagai dokter umum sebelum kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Manchester, Inggris.  Ada 19 cerpen yang terdapat di dalam buku ini. Semua tokoh utamanya adalah perempuan Aceh. Secara keseluruhan, kumpulan cerpen ini menggambarkan tentang perasaan dan watak perempuan Aceh, keadaan Aceh di masa konflik dan tsunami, juga tentang  adat dan budaya kota Serambi Mekkah. Buku ini dibuka dengan cerpen "Surat yang Kembali". Cerpen ini mengisahkan tentang...

Rindu Tak Bertepi, Puisi-Puisi Untuk Gizi Nurani

Catatan  D Kemalawati   Butuh waktu beberapa lama bagi saya menulis pengantar buku puisi Tabrani Yunis yang diberi judul “Kulukis Namamu di Awan”. Bukan semata-mata karena waktu membaca yang terbatas, tetapi setiap satu puisi saya baca, selalu saja saya temukan sesuatu yang membekas di sana. Saya harus berhati-hati memilih dari sekian puisi yang meninggalkan bekas itu, untuk saya jadikan pembuka jalan masuk ke puisi-puisi lainnya yang semuanya memiliki cita rasa istimewa. Menilik judul buku yang dipilih penyairnya “Kulukis Namamu di Awan” maka kelindan pikiran kita saat menggauli isinya adalah adanya nama-nama dan peristiwa yang menjadi garis hubung dengan si penyair.  Garis hubung yang tegas diabadikan dalam puisi-puisi di sana. Dan, tentu dengan mudah nama-nama itu dapat kita temukan ditulis dengan jelas seperti pada puisi berikut: Seonggok Rindu (Buat istriku Salminar, dan anak-anakku Albar Maulana Yunisa dan Amalina Khairunissa)   Bismillah  Al fatihah ...

Pendidikan Yang Berkebudayaan (PYB): Catatan Khusus

    Oleh: Ahmad Rizali-NU Circle Berdomisili di Depok PYB itu adalah judul sebuah buku yang menurutku adalah sebuah magnum opus dari pemikir Yudi Latif (YL) yang sangat komprehensif menyusun mozaik landasan konsep Pendidikan di Indonesia dengan memutar ulang jejak sejarah yang melatarinya dan berupaya membawanya ke konteks kekinian. Sehingga terasa sangat pas jika subjudulnya adalah "Histori, Konsep dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif". Kata transformasi saya yakin dipakai oleh YL untuk memperkuat gagasannya bahwa Pendidikan itu adalah sebuah proses dan dalam proses tidak ada yang "ujug u jug ", pasti ada sebab awal. Seringkali pembaca yang tak sabaran, sesudah mengamati sampul buku akan langsung menelaah daftar isi dan tanpa membaca pengantar dan pendahuluan langsung meloncat ke topik yang paling disukai dan dicari, tenggelam di sana. Ini kesalahan awal dalam membaca sebuah buku, apalagi buku berat sejenis PYB. Pengantar dan Pendahuluan adalah ibarat ketika me...

Sadri Meluncurkan Buku Biografi Abuya Teungku Syekh H. Zamzami di Hari Santri

  Sadri Ondang Jaya, lelaki  kelahiran di Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Aceh Singkil pada tanggal 12 Agustus 1969, dikenal sangat produktif dalam menulis. Bayangkan saja, selain menjalankan profesi pengabdian sebagai guru, ia juga aktif sebagai Pengurus NU Aceh Singkil.  Namun, tetap aktif menulis di media terbitan Aceh dan luar Aceh. Ia banyak mengisi rubric Opini di media cetak seperti di harian Serambi Indonesia, majalah POTRET dan lain-lain. Selain itu ia juga sebagai contributor Aceh Trend untuk wilayah Singkil.  Sadri atau Odang, panggilan yang sering disapa oleh orang-orang yang mengenalnya merupakan suami dari Eva Rinawati, ayah dari Muhammad Hadi Akbar dan Muhammad Faiz Nabilla ini, yang pernah mengecap pendidikan di SMP Negeri satu Singkil, MTsh dan Pesantren Darul Hasanah Syekh Abdurrauf, SPG Negeri Tapaktuan dan FKIP Unsyiah Banda Aceh. pada tanggak 22 Oktober 2020, dalam menyambut hari santri,  Sadri bersama Penerbit Band...