Oleh Tabrani Yunis Ini adalah kunjungan singkat, yang hanya dalam waktu kurang dari dua jam berada di salah satu kawasan objek wisata di Negara Malaysia. Kunjungan singkat dan terbatas, karena tiba di kota ini, sudah pukul 10 malam yang membuat tubuh hanya ingin rebah di peraduan, menanti pagi. Keinginan untuk menikmati pesonan wisata di sebuah kota yang terlerak di dekat Selat Malaka yang memisahkan antara Aceh dan Malaysia, menjadi sangat menarik, karena memberikan inspirasi dan pelajaran penting, walau sebenarnya bukan sebagai pejabat di Dinas pariwisata. Ya, paling tidak memberikan pelajaran bagi penulis yang kemudian bisa dibagikan lewat tulisan ini. Melaka atau lebih sering disebut Malaka merupakan kota terakhir dari tujuan wisata kami dari paket perjalanan tour 4 hari ke dua negara pada tanggal 17 November 2018 hingga 20 November 2018. Dikatakan kota terakhir, karena kota ini adalah destinasi terakhir kami kunjungi setela...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas