Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Media

ANAK MENGARUNGI DUNIA MAYA SENDIRI

  Oleh Indah Sriwindhari   Siang menjelang sore, sang nenek sibuk mencari cucunya yang entah kemana pergi bermain sejak siang pulang sekolah. Walaupun sudah berteriak-teriak memanggil, si cucu tetap tidak menjawab. Akhirnya menjelang azan ashar si cucu pulang. Tanpa menunggu si cucu masuk ke dalam rumah, ia langsung dimarahi neneknya. Ternyata ia tadi pergi ke warnet di seberang jalan dekat rumahnya. Tujuannya hanya satu, main game online. Sang nenek marah, bukan karena tujuan si cucu pergi  ke warnet, namun marah karena takut ketabrak mobil sebab letak warnet yang berada di seberang jalan umum.  Beberapa waktu kemudian sang orangtua membeli sebuah laptop dan modem internet agar si anak dapat bermain games online di rumah. Alasannya biar aman, aman dalam pengawasan. Anak senang dan orangtuanya pun merasa aman. Namun, sangat disayangkan, ternyata kejadian ini adalah salah satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Sebuah pertanyaan bagi ayah dan ...

PENTINGNYA PENGGUNAAN MEDIA UNTUK BIMBINGAN KONSELING

Ilustrasi : Gudang makalah-Blogger Oleh Mutia Febrianti Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Era globalisasi yang berkembang pesat saat ini, ditandai dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di berbagai segi kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, politik, sosial dan budaya serta pendidikan. Satu dari sekian banyak kemajuan yang sangat bermanfaat adalah kemajuan di bidang teknologi informasi yang menawarkan berbagai kemudahan dalam komunikasi dan interaksi sosial manusia di belahan bumi manapun berada. Hal ini membuat planet bumi yang dihuni manusia ini, layaknya sebuah miniatur mungil yang dapat dijelajahi dengan mudahnya, melalui salah satu media komunikasi yang canggih seperti internet.  Komunikasi dan interaksi dalam rangka membangun hubungan sosial antar manusia ini, juga merupakan kebutuhan pokok yang setiap saat perlu dan harus selalu dilakukanmanusia. Bahkan dalam kondisi diampun komunikasi sering ...

Media Cetak,Bernafas Dalam Lumpur atau Mati?

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat dan mendorong semakin cepatnya perubahan dalam berbagai sector kehidupan.  Perubahan dalam berbagai hal semakin tak terbendung dan tak dapat dihindari. Banyak produk teknologi informasi dan komunikasi yang dulu canggih dan terkesan mewah, kini tinggal kenangan. Satu contoh saja adalah pesawat telpon yang dahulu hanya menjadi milik orang-orang (kalangan) tertentu, kini sudah tidak dipakai lagi. Penggantinya lebih canggih, yakni berbagai macam jenis telepon selualar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, asal ada layanan internet. Semua informasi ada di tangan, semua ruang bisa dijangkau dalam waktu yang sangat cepat. Ruang semakin sempit dalam genggaman globalisasi. Karena, dengan satu klick, semua informasi ada di genggaman kita. Tak dapat dipungkiri bahwa  penyampaian dan penyebaran informasi bisa berjalan dalam hitungan detik dengan cara yang paling mudah dan semakin murah. ...

Majalah Anak Cerdas

Para Pembaca yang setia, Saat ini, anak-anak kita semakin sulit melepaskan diri dari penggunaan gawai yang berkelanjutan. Padahal, mereka juga selayaknya tidak terus tergantung dan terpapar dengan gawai, karena masih banyak media lain yang bisa digunakan. Bukan berarti kita tidak memberikan mereka kesempatan menggunakan gawai, namun perlu pengaturan dan juga memberi variasi alat dan media belajar. Kita tahu dan sadar bahwa saat ini, perilaku dan cara belajar anak-anak kita juga sudah berubah. Mereka sangat bergantung pada gawai atau fasilitas internet. Akibatnya anak-anak juga semakin jarang membaca buku. Maka, ketika anak-anak sudah jarang membaca buku, hal ini akan berdampak pada budaya membaca anak-anak sekarang. Mereka malas membaca, kurang peka dan lebih memilih bacaan yang instant yang kadangkala validitas isi informasi tersebut kurang bermutu, bahkan banyak yang hoaks, berisi fitnah dan sebagainya. Oleh sebab itu, majalah Anak Cerdas, sebagai satu-satunya maja...

Headline bagi Siapa?

Oleh: Iqbal Perdana Staff di CCDE Pada anatomi media masa, headline menjadi wajah yang mencuri minat baca. Ia menjadi godaan paling mujarab untuk “menjerumuskan” para pembaca membeli, dan mengeja sebuah peristiwa, kata demi kata. Mengamini, sambil mengeleng-gelengkan kepala, lalu menjadi bahan bincang di meja-meja warung kopi. Dari sekian banyak tahapan pemberitaan; menentukan peristiwa, menentukan sumber yang akan diwawancarai, menulis dalam bentuk tulisan, editing, publish. Pembaca akan berperan setelahnya, yakni mengkonsumsi. Pembaca secara umum, langsung, tidak bisa mengintervensi praktek-praktek jurnalistik. Nantinya, pembaca hanya dapat memberi feedback. Sampai disini, rasanya pembaca tidak ada daya apalagi upaya menentukan headline, menempatkan sebuah peristiwa pada halaman depan atau halaman kesekian. Ia menjadi hak prerogatif media, atau mereka yang berkepentingan di belakangnya. Kalau sudah begini, rasanya pembaca seperti didikte untuk mengetahui hal ini...

Pemko Banda Aceh Launching Aplikasi Jawara

B anda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Bagian Humas Sekretariat Daerah me-launching aplikasi Jurnalisme Warga Kutaraja (Jawara). Peluncuran aplikasi berbasis website yang dapat diakses via http://bandaacehkota.go.id/jawara ini dirangkai dengan pelatihan jurnalistik bagi 31 calon jurnalis warga di Aula Diskominfotik Banda Aceh, Sabtu (2/6/2018). Kabag Humas Setdako Banda Aceh Taufik Mauliansyah mengatakan aplikasi ini merupakan sarana bagi warga Banda Aceh untuk menyampaikan informasi, saran dan juga kritikan yang membangun bagi Pemko Banda Aceh. “Dan yang tak kalah penting untuk memasyarakatkan program-program pemerintah, dan juga salah satu upaya peningkatan pelayanan publik di Banda Aceh.” "Aplikasi Jawara ini kami sosialisasikan melalui pelatihan jurnalistik dasar yang kita gelar hari ini dengan jumlah peserta 31 orang yang terdiri dari berbagai kalangan. Tulisan dari para jurnalis warga ini nantinya akan kita publish di aplikasi Jawara. Temanya bole...

Selayaknya Anda Mengenal Majalah POTRET Lebih Dekat

Oleh. Khairul Nurhaliza Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Unsyiah, Darussalam, Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh. Majalah POTRET, media atau majalah perempuan kritis dan cerdas yang terbit di Aceh dalam sejarahnya sudah berjalan selama lebih kurang 14 tahun. Jumlah angka yang tidak bisa dibilang sedikit untuk matangnya sebuah media. Majalah POTRET sendiri sudah menerbitkan 80 edisi sampai dengan sekarang. Selain dikhususkan untuk perempuan, POTRET juga menerbitkan majalah edukasi untuk anak-anak dengan nama Anak Cerdas. Masing-masing dari majalah ini memiliki tagline yang berbeda, yaitu “Media Perempuan Kritis dan Cerdas” untuk majalah POTRET dan “Media Edukatidf dan Inspiratif” untuk Anak Cerdas. Majalah POTRET sendiri sudah menyebar di beberapa daerah, baik di dalam maupun luar Aceh. Majalah yang menjadi media perempuan ini menjadi menarik dengan menggunakan strategi yang melibatkan citizen journalism untuk ikut campur tangan mengisi...

POTRET, Kembang dalam Perubahan

Oleh Lukyana Arsa Mahasiswa Semester 7 S1 Ilmu Komunikasi Unsyiah Berangkat dari kepedulian pada penulis-penulis perempuan yang tulisannya minim sekali dimuat di lini media massa, serta tekad yang terus tumbuh untuk terus menggalakkan semangat menulis ke berbagai kalangan, maka hadirlah majalah POTRET pada 11 Januari 2003 yang diterbitkan oleh Community Development and Education (CCDE), sebuah LSM lokal di Aceh. Majalah POTRET ini merupakan majalah yang diterbitkan dari sebuah penerbitan kecil yang diawali dalam newsletter setebal 12 halaman dan diterbitkan 3 bulan sekali secara berkala. Namun karena keterbatasannya target tersebut sedikit melenceng, yaitu majalah POTRET hanya bisa diterbitkan dengan rentang waktu 4-5 sekali terbit yang diakhiri dengan peristiwa tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Dengan semangat dan tekad yang kuat, majalah POTRET kembali terbit pada bulan Juni 2006 dengan tampilan yang berubah dan 48 halaman sekali terbit. Perlahan, namun pasti majalah POTRET ter...

Lebih Dekat dengan Majalah Anak Cerdas

Oleh : Isra Yaumnisa Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsyiah, Banda Aceh Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan pada berbagai kalangan, tak terkecuali pada anak. Zaman dahulu anak disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti membaca, bermain permainan tradisional dan bersosialisasi di luar rumah. Namun hal tersebut sudah sangat jarang kita temui. Saat ini anak disibukkan dengan kehadiran gadget dengan berbagai kemudahan. Salah satunya kemudahan untuk bermain berbagai macam game di gadget. Kehadiran gadget membawa dampak buruk bagi anak. Menurut sebuah penelitian mengatakan gadget dapat menimbulkan radiasi yang berbahaya pada anak. Tidak hanya itu, gadget dapat membuat anak kecanduan hingga melalaikan. Lalai untuk belajar, lalai membaca, dan bahkan lalai untuk makan. Kehadiran majalah anak dapat menjadi solusi, karena majalah tidak hanya sebagai media hiburan, juga bisa menjadi media edukatif bagi anak. Salah satu majalah yang bisa menjadi pilihan b...

Mengapa Mahasiswa Wajib Magang?

Oleh Ade Pratiwi Mahasiswi Universitas Syiah Kuala, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi Untuk mahasiswa yang kuliah di semester-semester terakhir, mungkin tidak asing lagi dengan kata magang atau bahkan sudah merasakan bagaimana itu magang. Tetapi bagi mahasiswa pertengahan yang akan memasuki dunia magang pasti bingung. Bagaimana sih magang itu? Apa saja yang dilakukan di tempat magang? Terus buat apa magang itu? Karena di Perguruan Tinggi, beberapa jurusan memiliki mata kuliah magang yang diwajibkan pada mahasiswanya jadi mau tidak mau mahasiswa tersebut harus mengambil mata kuliah magang agar bisa lulus dan menjadi sarjana. Nah, berbicara soal magang, magang merupakan pengimplementasian teori yang didapat dari bangku perkuliahan ke dalam dunia kerja dan memberikan pengalaman tentang dunia kerja yang akan dihadapi ke depannya. Dengan tujuan sebelum terjun ke dunia kerja, mahasiswa tersebut dapat berkenalan, mengasah keahlian dan dapat merasakan persaingan d...

Dampak Globalisasi Pada Kondisi Psikologis Masyarakat Aceh

Oleh Maghfirah Belangi Mahasiswa Semester 2 Psikologi, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh Di zaman sekarang, kita tidak lagi asing dengan kata “Globalisasi”. Globalisasi yang sesuai dengan namanya, memang sudah membawa pengaruh yang mendunia dalam berbagai lapisan dan aspek kehidupan. Kata globalisasi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu Globalization (gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses). Globalisasi diartikan sebagai suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah. Artinya, setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi di manapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Aceh pun tidak luput dari proses yang mendunia tersebut. Globalisasi telah membawa berbagai dampak, baik itu positif maupun negative dalam masyarakat Aceh. Di sini, saya tidak mendukung maupun menyalahkan globalisasi, akan tetapi saya hanya ingin mem...

GP ANSOR KECAMATAN KARANGLEWAS ADAKAN KONFERANCAB

KARANGLEWAS-Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Karanglewas di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Pasir Kulon Kecamtan Karanglewas, Sabtu (4/6/2017). Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Kecamatan Karanglewas, Polsek Karanglewas, Kepala Desa Pasir Kulon, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karanglewas, Muslimat NU Kecamatan Karanglewas, PAC Fatayat NU Kecamatan Karanglewas, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Karanglewas, dan tamu undangan lainnya. Hadir pula sebagai dewan komisioner Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Propinsi Jawa Tengah, Teguh Iman Darus Jami’ . Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banyumas. Adapun sebagai peserta kegiatan adalah berasal dari Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) se Kecamatan Karanglewas yang diwakil...

Keganjilan Hukum Angket KPK

oleh: Pangki T. Hidayat Direktur Eksekutif Research Center for Democratic Education Di tengah usaha Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP), Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru menggulirkan hak angket untuk komisi antirasuah tersebut. Ironisnya lagi, sidang paripurna DPR dengan segala keganjilannya pun malah mengakomodir usulan hak angket untuk KPK itu. Padahal bila dirunut dari konstruksi persoalan sesungguhnya, penggunaan instrumen hak angket untuk KPK adalah salah kaprah karena dipaksakan. Sebagaimana yang nampak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III dan KPK (19/4), awal mula usulan hak angket hanyalah karena adanya sejumlah nama anggota dewan yang disebut telah menekan Miryam S Haryani. Mafhum diketahui, dalam sidang tipikor kasus korupsi e-KTP Miryam malah mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama dirinya (24/3/2017). Alasannya, ada tiga penyidik KPK yang membuatnya tertekan dalam pembuatan BAP. ...

Menggugat Pendidikan Diskriminatif, Menuntut Pendidikan Berkeadilan Gender dan Kebhinekaan

  Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 ini tetap menjadi moment penting untuk meneguhkan kembali mandat pendidikan di Indonesia. Inti pendidikan adalah mencerdaskan, membangun karakter untuk kemajuan Indonesia dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan untuk perdamaian, kesejahteraan dan keadilan. Namun sayangnya, sampai saat ini pendidikan masih ada di seputaran urusan menjawab pasar tenaga kerja. Pendidikan masih jauh dari upaya mengatasi masalah-masalah krusial seperti diskriminasi, kekerasan terhadap perempuan yang tragis yaitu 1 dari 3 perempuan menjadi korban kekerasan dan masalah menajamnya sekat masyarakat berbasis politik identitas yang menggunakan nilai-nilai konservatif. Praktik-praktik diskriminasi berbasis identitas gender, suku, ras, dan terutama agama terus terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Diskriminasi berbasis identitas gender dalam pendidikan formal masih kental ditemukan dalam buku pelajaran maupun proses belajar yang diskriminatif terh...

DSI Banda Aceh Gelar Kegiatan Bimbingan Keluarga

  Banda Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh Kegiatan Bimbingan Hukum Keluarga dan Pembinaan Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah bagi masyarakat kota Banda Aceh, Selasa (18/4/2017) di aula gedung C Balai Kota. Acara yang mengusung tema "Keluarga Islami Cerminan Kota Madani" ini diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan Posyandu, guru PAUD, organisasi masyarakat, dan kepemudaan dari setiap Gampong dalam wilayah kota Banda Aceh. Acara ini digelar selama 2 hari dari tanggal 18 hingga 19 April dan dibuka secara resmi oleh Asisten I bidang Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat, Bachtiar S Sos. Dalam sambutannya, Bachtiar mengatakan bahwa tanggung jawab utama menjaga istri dan anak-anak adalah kepala keluarga.“Dalam Alquran surah At Tahrim ayat 6 Allah memerintahkan, Qu Anfusakum wa ahlikum nar`. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Jadi ini merupakan tugas utama dari seorang ayah sebagai kepala keluarga yang menentukan keluarganya masuk ...

Kuliner Pendidikan Tanah Rencong

  Oleh Mulia Putra (Dosen STKIP Bina Bangsa Meulaboh & Alumni UNSYIAH) Sepintas di benak kita, hampir tidak mempercayai bahwa ada yang namanya kuliner pendidikan. Sebenarnya, jika kita mau melihat lebih jauh, ada begitu banyak kuliner pendidikan Indonesia, mulai dari Sabang sampai Meureuke. Tergantung bagaimana kita mendifinisikan kuliner. Dalam hal ini, saya mendifinisikan kuliner sebagai sesuatu yang bisa membuat kita puas dan itu menyenangkan, sehingga dengan definisi ini kuliner tidak hanya identik dengan makanan yang enak rasanya, juga boleh merambah ke dunia pendidikan. Sebagai contoh dunia Pendidikan Provinsi Aceh. Nanggroe Aceh Darussalam, itu nama beberapa tahun yang lalu sekarang sudah menjadi Provinsi Aceh, pada realitasnya memiliki segudang kuliner pendidikan yang bisa dirasakan oleh anak-anak Aceh khususnya dan warga Indonesia umumnya. Aceh memiliki universitas Syiah kuala yang terkenal dengan Jantong Hatee (Jantung Hati ) rakyat Aceh yang di da...