Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hutan

Apa Kabar Hutan Negeriku?

Oleh Ulmiza Putri Mutia,  Mahasiswi jurusan Farmasi FMIPA Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari keanekaragaman hayati, hasil laut, hasil tambang, bahkan memiliki flora dan fauna langka yang yang tak terhitung jumlahnya. Memiliki kekayaan yang melimpah, tidaklah terlepas dari fakta bahwa Indonesia memiliki hutan yang sangat luas yang menjadi habitat flora dan fauna langka, serta menjadi penghasil kekayaan yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia  bergantung mata pencahariannya kepada hasil hutan. Mulai dari masyarakat kelas ekonomi rendah, menengah, bahkan masyarakat kelas atas. Setiap penelitian yang dilakukan di hutan Indonesia, selalu menghasilkan penemuan spesies-spesies baru serta keunikan lain yang tidak ditemukan di negara lain.  Hutan Indonesia merupakan hutan dengan luas ke-3 di dunia dengan jenis hutan tropis dan hutan hujan d...

Hutanku Dirampas Rajanya Maling Hutan

Oleh Linda Ramadhani Siswa Sekolah Lingkungan Aceh Bicara mengenai hutan, Indonesia memang negara dengan luas hutan ke-3 di dunia. Maka, dengan kekayaan hutan yang begitu luas, harusnya menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat. Namun, kini kondisinya terus berkurang dan pengelolaan kini diambil alih oleh industri berskala besar. Berkurangnya jumlah luas hutan kita, salah satu penyebabnya adalah karena pemberian izin oleh pemerintah. Izin yang diberikan pemerintah tak sebanding dengan lahan yang dipakai oleh perusahaan. Perusahaan mengambil lahan yang lebih luas dari yang seharusnya yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga, hutan yang seharusnya menjadi warisan sejarah, kini telah hilang dimakan zaman. Pemerintah harusnya lebih jeli dan bijak dalam mengeluarkan izin. Tentu saja, harus melihat konsekuensi apa yang harus diterima oleh masyarakat sekitar, apabila hutan mereka diberi izin untuk perusahaan. Dengan adanya pemberian izin tersebut, maka akan banyak melahirk...

Suara- Suara Benggalang Nan Resah

Dok. Walhi Aceh Oleh Tabrani Yunis Cabut izin tambang Cabut izin tambang Cabut izin tambang Kami tidak butuh tambang di Benggalang Suara- suara  menggelar dari lembah bukit yang resah berteriak  teriak menyeruak rumput - rumput yang basah meleburkan embun-embun di dedaunan yang gelisah Ancaman kematian lubang  lubang tambang  di tanah  gemah geripah Suara- suara itu bergema  melewati sawah-sawah Mengalirkan harapan anak cucu pada sejengkal tanah melantunkan lagu-lagu perjuangan mempertahankan tanah dan darah Jangan rampas kesuburan tanah Benggalang dengan serakah Ingatlah, sejengkal pun  tidak akan kami serah Walau darah mengalir hingga ke lembah Biarkan rimbun daun dan burung-burung bernyanyi bersama  harimau dan gajah Sebagai makhluk yang mendapat amanah Allah jangan kuburkan kami dengan dengan birahi yang serakah Cabut, cabutlah izin tambang kematian itu dari tanah yang gemah geripah Bebaskan ...

Rawatlah Aku

Dok. Viva Oleh Nuraina  Siswi SMAN 1 Tanah Luas, Aceh Utara Kau tertawa dengan harta Kau bersandiwara dengan cinta Takutlah alam akan murka Jangan lupa wahai manusia kau masih butuh akan udara Ketika paku mulai dicabut Kulit indah mulai mengeriput Kau makan sampai kenyang perut Tapi alamku kau buat bangkrut Kapan kalian sadar Aku berjuang keras untuk hidup tapi terkadang bagai ditampar Seringkali ku direnggut sampai ke akar Bahkan ada yang tega aku dibakar Kenikmatanku selalu diinginkan Keracunanku seringkali ditingkatkan Kehidupanku tidak gemar diperanak cucukan Niscaya aku akan punah dan menghilang secara pelan-pelan Aku rusak tanpa dihiraukan Aku mekar indah tanpa dipedulikan Dan ketika aku rapuh, aku dilupakan Tetapi hasil alamku selalu diinginkan Aku tak pernah dipedulikan Aku akan menghilang perlahan Kepedulianmu selalu kau acuhkan Padahal hidup matimu dalam tubuhku akan kaurasakan Kejahatan kalian Memb...

Menatap Hutan Aceh Kini

Oleh WALHI Aceh Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Hutan juga mempunyai fungsi klimatologis yang sangat penting untuk mengatur iklim lokal dan global serta menjaga siklus perubahan cuaca. Selain itu, hutan juga mempunyai fungsi hidrologis untuk menjaga daerah resapan air, menjaga persediaan air, dan ketersediaan air [1] . Sedangkan l ahan atau sumber daya lahan  merupakan suatu lingkungan fisik yang meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi, dan vegetasi di mana faktor-faktor tersebut mempengaruhi potensi penggunaannya. Termasuk di dalamnya adalah akibat-akibat kegiatan manusia, baik pada masa lalu maupun sekarang, seperti reklamasi daerah-daerah [2] . Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 859/MENLHK/SETJEN/PLA.2/11/2016 tanggal 11 November 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Keputu...

Penyusutan Hutan Aceh dan Dampaknya

Catatan Walhi Aceh (bagian Pertama) Hutan kita,  yang menjadi  tempat dan sumber kehidupan semua makhluk hidup, manusia, flora dan fauna, serta sebagai sumber CO2 dan lainnya itu, kini kian hari kian menyusut, sejalan dengan tingginya aksi deforestasi yang dilakukan oleh para pembabat hutan. Penyusutan kawasan hutan tidak hanya terjadi akibat aktivitas ilegal, tetapi juga akibat adanya kebijakan yang menyasar pada penggunaan kawasan hutan melalui usulan perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan, serta izin pinjam kawasan hutan. Baik yang digunakan untuk operasi produksi tambang maupun nontambang, serta peruntukan lainnya. Penyusutan kawasan hutan yang diakibatkan oleh aktivitas ilegal selama ini selalu dituding sebagai penyebab utama  pengawahutanan atau deforestasi. Padahal kebijakan negara juga  berkontribusi terhadap laju  deforestasi dengan dalih kebutuhan infrastruktur, energi, industri maupun sebagai lahan pertanian. Deforestasi tela...

MARI LESTARIKAN ALAM SEKITAR KITA

Oleh: M. Syakira Kelas IX B SMP Negeri 3 Bandar Dua,  Ule Gle, Pidie Jaya              Dalam kehidupan kita, sering kali kita melihat orang – orang yang merusak alam dengan berbagai cara, mulai dari hal yang kecil- kecil seperti membuang limbah sembarangan dan hingga pada cara yang lebih besar dan dahsyat, yakni membakar hutan. Padahal Allah Maha adil dan lagi maha bijaksana. Sebelum menciptakan kita semua, Ia sudah menciptakan langit dan bumi lengkap dengan isinya untuk kepentingan hidup kita semua. Selain itu juga Allah telah  melengkapi kita semua dengan akal. Dengan akal itu kita semua dapat memanfaatkan alam lingkungan kita untuk kesejateraan hidup kita semua.             Kita harus bersyukur karena di negara kita yang subur ini Allah telah menganugerahkan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan binatang yang dapat kita manfaatkan, bai...

Bumiku Yang Malang

By Lina Zulaini Warna hijau tenggelam menjulang berganti tiang Sejuk itu ku rindu Aroma asoka itu ku pilu Masihkah kau merindu halaman rumah penuh deru? Ataukah kau suka wajah baru kaca penuh debu Hutanku yang hijau Kini lekang bahkan akar pun tak bersisa Akankah kita hidup seribu tahun lagi? Jati tangguh jadi tempat lesehan sang angkuh Pinus jemari indah melambai pergi dari semesta ini Bumi yang aku sayang kita kau tinggal kenangan Semua tangan jahil menyentuh kelembutanmu Banda Aceh, 01 April 2018

KIDUNG ALAM

Oleh Rizkina Meutuah Mahasiswa aktif Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah, Daurssalam, Banda Aceh Siang itu, matahari tepat di tengah ubun-ubun. Begitu terik. Bak Kayee termenung menatap langit. Awan berarak perlahan menampakkan keeksotikan langit biru yang terbentang luas. Dedaunan yang menari tak membuyarkan lamunan Bak Kayee . Seperti ada sesuatu yang dipikirkannya. “Apa yang kau pikirkan, Bak Kayee? ” tanya Naleung. Bak Kayee tak menghiraukan pertanyaan Naleung. Tarian dedaunan tampak tak seindah biasanya, karena Bak Kayee sedang enggan bernyanyi. “ Bak Kayee, ada apa denganmu? Tidak biasanya kau seperti ini. Apa yang kau pikirkan?” kini giliran Angen yang bertanya. Bak Kayee tetap bergeming. Sejurus kemudian, ia menghela napas. “Aku hanya sedang merenungi kesalahanku.” Akhirnya Bak Kayee buka suara. Naleung dan Angen tampak tak mengerti. “Kesalahan? Apa maksudmu? Kau tidak bersalah atas apapun. Kita selalu bertasbih pada Allah. Apa yang salah?” tanya...