Oleh Alfia Rahmah Pelajar kelas VII- 2 SMP Negeri 2 Unggul, Masjid Raya, Aceh Besar Pagi hari aku terbangun dan ingin segera berangkat ke sekolah. Namun, aku belum sarapan pagi. Aku bisa akan lapar selama di sekolah nanti. Aku pun memanggil Mama dan bertanya; Ma, Mana sarapannya Ma? Sebentar sayang, Mama sedang memasaknya, jawab Mama. Tidak berapa lama, Mama pun keluar dari dapur dengan membawa sebuah piring yang berisi telur dadar. Mama, aku tidak mau makan ini terus. Tapi Elina, kamu harus bersyukur. Mama, masih sanggup menyediakan dan membuat ini. Ya, aku mau kita punya pembantu Ma, kataku. Baiklah, jawab Mama dengan datar. Akupun menikmati sarapan yang sudah disediakan Mama, lalu usai makan aku berangkat ke sekolah dengan diantar Mama. Aku menghabiskan waktu di sekolah hingga jam terakhir berakhir yang ditandai dengan bunyi bel pulang. Ternyata Mama memebuhi keinginanku agar ada pembantu di rumah. Mama, menemukan seorang perempuan, yang kemudian...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas