Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Disabilitas

ACT Aceh Borong Dagangan, Bang Acong, Sang Difabel yang Berjualan di Atas Kursi Roda

  Banda Aceh – Potretonline.com, 22/08/21.  Matahari hampir berada di atas kepala. Lelaki itu tampak terduduk di kursi rodanya dengan pisau melekat di tangannya, menerawang jalanan dengan tatapan yang kosong. Hari ini tampak sepi, hari Jumat. Tak banyak yang berlalu-lalang, bahkan yang datang hanya sekedar menanyakan harga. Lelaki itu Bernama Supriadi, namun akrab disapa Bang Acong. Ia adalah penjual ikan difabel di daerah Merduati, tepatnya disebelah SD Negeri 8 Banda Aceh. Kedua kakinya tak bisa digerakkan sama sekali, ia berjualan setiap pagi hingga menjelang siang hanya ditemani oleh istrinya. Pria berumur 39 tahun ini adalah warga asli Gampong Merduati, banyak warga mengenal beliau adalah sosok yang gigih dan pekerja keras. Dahulu ia berjualan ikan berkeliling Banda Aceh dan Aceh Besar dengan becaknya, hingga kecelakaan merenggut kakinya hingga lumpuh. “Itu tahun 2016. Saya dulu kecelakaan di Seulawah waktu berkendara pakai becak ikan. Kaki saya yang jadi korbannya, ...

Siswa SLBN Aceh Jaya, Mendapatkan Bantuan Belajar Pada HDI tahun 2020

Calang,3/12/20. Potretonline.com. Dalam rangka memeriahkan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2020, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Aceh Jaya mengadakan berbagai kegiatan di lingkungan sekolah setempat, Kamis (3/12/2020)  Kegiatan HDI diawali dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh para tamu secara bergiliran, kemudian disulang langsung kepada siswa. Sebagai bentuk terima kasih, siswa menyerahkan setangkai bunga cantik kepada para tamu dengan tulisan “ Selamat Hari Disabilitas Internasional, Kekuranganku adalah Kelebihanku”,tulisan tersebut membuat haru para undangan, karena anak-anak memiliki motivasi yang tinggi untuk terus berusaha merubah kekurangan menjadi kelebihan.  Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Jaya yang diwakili oleh Kasubag TU Tarmizi, S.Pd, M.Pd menyampaikan apresiasinya atas kegiatan HDI yang diprakarsai oleh SLBN Aceh Jaya  “ Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan kami terus berusaha untuk memajukan pendidikan anak-...

TKSK Kota Banda Aceh: Kita Harus Melapor ke Aparatur Gampong

Banda Aceh– Potretonline.com, (27/05/20) Orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas dan penyandang disabilitas sebanyak 20 orang berkumpul di Sekretariat Children and Youth Disabilities for Change (CYDC) untuk menerima bantuan dari Ibu POLDA Aceh dan Bhayangkari Aceh. Dalam kegiatan ini, sembari menunggu kedatangan rombongan, ibu Ningsih, TKSK Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh membuka ruang diskusi dan berbagi informasi dengn teman-teman penyandang disabilitas dan orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas tentang bagaimana cara melaporkan data penyandang disabilitas atau yang memiliki anggota keluarg yang penyandang disabilitas kepada aparatur Gampong/Desa. Tentu saja berbagai pengalaman ini sangat penting dilakukan untuk menambah wawasan baru bagi penyandang disabilitas dan orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas. Mereka tidak pernah tahu cara melaporkan datanya karena tidak tahu bagaimana caranya sebab tidak ada yang memberitahukan. Deng...

MENDORONG PERUBAHAN KEBIJAKAN DI DESA MELALUI KEGIATAN SOSIAL

Banda Aceh – Potretonline.com, 18/05/20.  Sebanyak 50 orang penyandang disabilitas berkumpul di sekretariat Children and Youth Disabilities for Change (CYDC) untuk menerima bantuan paket Ramadhan. Beragam disabilitas hadir untuk menghadiri acara tersebut di antaranya disabilitas netra, disabilitas fisik, disabilitas rungu/tuli, dan disabilitas intelektual. Tentu saja kegiatan ini bukan hanya sebatas pemberian bantuan semata, tetapi juga untuk melakukan advokasi di tingkat desa agar mulai memperhatikan disabilitas yang ada di desa.  Kehadiran Geuchik Gampong Lamteumen Timur, Bapak Taswin Supandi dan Kepala Dusun Seroja Gampong Lamteumen Timur, Bapak Fahrihas Novi, mejadikan acara ini lebih bermakna, sebab dengan hadirnya dua tokoh masayarakat yang memiliki peran penting di Gampong Lamteumen Timur, diharapkan dapat mengubah beberapa peraturan/kebijakan ditingkat desa agar dapat berpihak kepada difabel.  Selama ini, kebijakan yang hadir di tingkat desa masih belu...

Umi Mawadah, Jago Cipta Komik Strip

Ditulis Oleh Laura Oktaviany Marantika Umi Mawadah, yang kerap dipanggil Umi, lahir pada tanggal 09 November 2004 di Desa Jongar Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara. Umi adalah anak ke empat dari empat bersaudara. Umi ini adalah anak yang mengalami keterbatasan pendengaran dan wicara. Kita sering menyebutnya dengan tunarungu. Saat ini Umi duduk di bangku kelas IX/B SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh yang beralamat di jalan Rel Kereta Api Desa Jurong Peujera Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kini Umi tinggal jauh dari orang tua dan saudaranya. Ia harus merantau demi menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa Umi dan rela tinggal di asrama dengan izin orang tuanya. Selama tinggal di asrama, Umi adalah pribadi yang baik dan ceria serta disenangi oleh teman-teman asrama. Juga teman kelas dan sekolahnya. Di asrama Umi dididik menjadi anak yang mandiri, mengurusi diri sendiri dan hal-hal pribadi lainnya. Umi juga setiap hari membantu ibu asrama seperti menya...

Sudahkah Kampus-kampus di Aceh Ramah Terhadap Penyandang Disabilitas?

Oleh: Harri Santoso                   Menurut Koordinator Kopertis Wilayah V Aceh Prof. Dr. Farid Wajdi terdapat 150 Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di seluruh Aceh. Pertanyaannya adalah sudahkah 150 perguruan tinggi ini ramah terhadap penyandang disabilitas? Hal ini penting mengingat Aceh telah mendeklarasikan sebagai negeri syariah, tentu saja syariah bukan hanya wisata, makanan, sistem perbankan, namun juga diharapkan dalam dunia pendidikan. Pentingnya pendidikan bagi penyandang disabilitas diharapkan akan mampu melahirkan sosok-sosok penyandang disabilitas yang mandiri dan mampu menjadi subjek pembangunan, bukan objek pembangunan Aceh maupun Indonesia. Selain itu, pendidikan tinggi dituntut untuk segera ramah terhadap penyandang disabilitas, karena untuk menjawab tuntutan pendidikan inklusif yang telah dilaksanakan pada pendidikan dasar dan menengah di beberapa kota di Aceh. ...

Mainan Anak-Anak Disabilitas Sangat Mahal

Foto mainan edukatif di POTRET Gallery Oleh Tabrani Yunis Dunia anak-anak adalah dunia bermain, bukan dunia belajar keras seperti remaja atau orang tua. Anak-anak sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Ya, bermain untuk menyenangkan hati. Bermain adalah salah satu kebutuhan anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan mereka. Bagi anak-anak, tiada hari tanpa bermain. Ya, anak-anak akan bermain setiap hari. Bisa bermain sendiri, maupun bermain bersama kakak, abang, ayah, ibu, nenek, kakek dan dengan teman-teman sebaya.  Banyak cara mereka bermain. Bisa bermain dengan apa yang ada di sekitar mereka, bisa pula dengan mainan yang harus dibeli di pasar.  Artinya, kegiatan bermain anak-anak, tentu tidak cukup hanya bersenda gurau,  ketawa-ketiwi, atau berlari ke sana-ke mari. berkejar-kejaran, tetapi juga memerlukan alat-alat permainan yang berbeda-beda dan menjadi kesukaan anak. Setiap orang tua pasti sudah tidak asing dengan mainan anak-anak mere...

Kisah Nurfaizah, Difabel yang Mengajarkan Anak-anak Baca Alquran

Banda Aceh – Keterbatasan fisik bukan halangan bagi Nurfaizah (33) mendidik anak-anak di desanya – Weu Siteh Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar – agar bisa membaca Alquran. Setiap malam rumah Nurfaizah selalu dipenuhi suara anak-anak belajar di rumah yang dijadikan juga sebagai balai pengajian bernama Awwalul Qullub. Nurfaizah mengidap polio sejak lahir di kedua tangannya. Segala aktivitas dilakukannya secara mandiri menggunakan kedua kakinya. Baik itu menulis, memasak, dan segala aktivitas lainnya. Kondisi  fisik tidak mematahkan semangatnya mengajar anak-anak mengaji selama 11 tahun – sejak 2008. Ia mengajar anak-anak dari dasar hingga bisa membaca Alquran dengan sepenuh hati. Baginya, anak-anak itu sudah dianggap seperti anak-anaknya sendiri. “Kami menerima anak-anak yang mau belajar mengaji dari dasar. Tidak sedikit anak-anak yang diterima belajar mengaji karena harus memulai belajar dari dasar, tapi insya Allah selama ini kami siap menyambut mereka,” ucapnya saat men...

Mengenal Istilah Disabilitas

Oleh :  Harri   Santoso Pernahkah   anda   melihat  orang-orang di  sekitar   anda   dengan  kondisi   fisik ,  fisikis   bahkan   perilaku  yang  berbeda   dari  kebanyakan   masyarakat ?   Masyarakat   dahulu   menyebutnya dengan  orang  cacat .   Namun   pemerintah   pada   tahun  2010  telah  mengubah   istilah   tersebut   menjadi   penyandang   disabilitas   dalam rangka   mengurangi   diskriminasi   terhadap   mereka .   Selain   istilah penyandang   disabilitas   dikenal  pula  istilah   penyandang   difable ,  istilah   penyandang   difable   dianggap   jauh   lebih   positif   dibanding istilah   penyandang   disabilitas .   Jika   merujuk   dari   istilah ...