Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Era digital

Menyiapkan Guru Terampil Mengajar di Era Digital, Tugas Siapa?

Oleh Tabrani Yunis Pimpinan Redaksi Majalah POTRET   Perayaan hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1422 H baru saja usai. Hari ini sudah memasuki hari ke enam. Kegiatan rutin membuka toko POTRET Gallery di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh pun sudah dimulai. Di tengah kesibukan ,melayani konsumen yang berbelanja, tiba-tiba ingatan tertambat pada sebuah kegiatan yang pernah penulis ikuti di bulan Ramadan. Penulis teringat kala itu, usai salat Jumat, waktu sudah pukul 1.45 waktu Indonesia bagian barat, penulis buru-buru meninggalkan toko POTRET Gallery menuju hotel Hermes Palace yang terletak di jalan T.P. Nyak Makam, Lambhuk, Banda Aceh. Hanya dalam waktu beberapa menit saja, penulis tiba dan parkirkan mobil Ford Everest di parkiran hotel itu, lalu berjalan menuju pintu masuk dan ke meja panitia yang menyelenggarakan acara. Ada acara yang menarik untuk dihadiri, namun karena suasana pandemic, harus mengikuti dan mematuhi protocol kesehatan, sambil registrasi dengan mengisi da...

Bila Mahasiswa Malas Membaca, Mau Kemana?

 Oleh Farah Fajrina  Mahasiswa  Jurusan Tata Busana, FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Mahasiswa di era digital yang serba modern ini  yang kerap disebut dengan generasi milenial sedang dilanda krisis pengetahuan alias berkepala kosong, mengapa demikian?  Mungkin pernyataan ini membuat banyak mahasiswa tersinggung, terutama mereka yang selama ini masih rajin belajar. Namun, tidak bagi mereka yang kurang belajar atau juga kurang membaca. Pernyataan ini tidak menjadi masalah bagi mereka, karena mereka tidak tahu dan tidak membaca, apalagi membaca  tulisan ini.  Jadi, selayaknya tidak perlu takut akan reaksi mereka. Namun, pernyataan di atas, sesungguhnya sangat beralasan. Satu-satunya alasan yang bisa menjadi penyebab utama dari krisis pengetahunan atau berkepala kosong tersebut adalah karena kebanyakan mahasiswa sekarang, malas membaca. Ya, minimnya mereka membaca setiap harinya.  Bila kita tanyakan, ...

Media Cetak,Bernafas Dalam Lumpur atau Mati?

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat dan mendorong semakin cepatnya perubahan dalam berbagai sector kehidupan.  Perubahan dalam berbagai hal semakin tak terbendung dan tak dapat dihindari. Banyak produk teknologi informasi dan komunikasi yang dulu canggih dan terkesan mewah, kini tinggal kenangan. Satu contoh saja adalah pesawat telpon yang dahulu hanya menjadi milik orang-orang (kalangan) tertentu, kini sudah tidak dipakai lagi. Penggantinya lebih canggih, yakni berbagai macam jenis telepon selualar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, asal ada layanan internet. Semua informasi ada di tangan, semua ruang bisa dijangkau dalam waktu yang sangat cepat. Ruang semakin sempit dalam genggaman globalisasi. Karena, dengan satu klick, semua informasi ada di genggaman kita. Tak dapat dipungkiri bahwa  penyampaian dan penyebaran informasi bisa berjalan dalam hitungan detik dengan cara yang paling mudah dan semakin murah. ...