Banda Aceh –Potretonline.com,13/08/21. Hujan dan badai melanda Banda Aceh sore itu. Menjelang magrib, masih ada seorang ibu bersama anaknya duduk di pinggir jala n . Ia terduduk di samping sepeda motornya dengan keranjang yang berisi dagangan dan bermodalkan sedikit spanduk kecil. Sesekali menoleh ke arah kendaraan yang melintas, berharap ada satu atau dua yang menepi membeli timphan, makanan khas Aceh yang ia jual. Memang tak banyak, kurang dari 10 kotak, namun itu pun tak habis terjual hingga menjelang malam. Kak Nurmis sapaannya, berasal dari Gampong Lampe u ne u rut, Ujong Blang, Aceh Besar. Setiap pukul 3 sore beliau membawa dagangannya ke Ul e e L heu, salah satu jalur lintas yang ramai di lalui orang-orang. Kak N urmis memiliki 4 orang anak, dimana anak paling tua beliau masih duduk di bangku sekolah dasar. Kak N urmis ikut membantu sang suami dalam mencari nafkah dengan berjualan timphan, karena sang suami hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Namun...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas