Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perempuan Aceh

Kisah Nurmis, Basah Kuyup Berjualan Timphan dalam Deras Hujan, Dagangannya Habis Diborong ACT Aceh

Banda Aceh  –Potretonline.com,13/08/21. Hujan dan badai melanda Banda Aceh sore itu. Menjelang magrib, masih ada seorang ibu bersama anaknya duduk di pinggir jala n . Ia terduduk di samping sepeda motornya dengan keranjang yang berisi dagangan dan bermodalkan sedikit spanduk kecil. Sesekali menoleh ke arah kendaraan yang melintas, berharap ada satu atau dua yang menepi membeli timphan, makanan khas Aceh yang ia jual. Memang tak banyak, kurang dari 10 kotak, namun itu pun tak habis terjual hingga menjelang malam.  Kak Nurmis sapaannya, berasal dari Gampong Lampe u ne u rut, Ujong Blang, Aceh Besar. Setiap pukul 3 sore beliau membawa dagangannya ke Ul e e  L heu, salah satu jalur lintas yang ramai di lalui orang-orang. Kak  N urmis memiliki 4 orang anak, dimana anak paling tua beliau masih duduk di bangku sekolah dasar. Kak  N urmis ikut membantu sang suami dalam mencari nafkah dengan berjualan timphan, karena sang suami hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Namun...

“PARA PEREMPUAN DI TANAH SERAMBI”

         Oleh Heni Susanti     Buku kumpulan cerpen yang berjudul Para Perempuan di Tanah Serambi ini ditulis oleh Rinal Sahputra. Anak kelima dari eram bersaudara, lahir dan besar di Aceh. Karena mencintai dunia kepenulisan, Rinal mendaftar sebagai anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh pada tahun 2006. Selang beberapa tahun kemudian Rinal dipercaya sebagai ketua umum FLP Aceh. Rinal adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan sempat bekerja selama beberapa tahun sebagai dokter umum sebelum kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Universitas Manchester, Inggris.  Ada 19 cerpen yang terdapat di dalam buku ini. Semua tokoh utamanya adalah perempuan Aceh. Secara keseluruhan, kumpulan cerpen ini menggambarkan tentang perasaan dan watak perempuan Aceh, keadaan Aceh di masa konflik dan tsunami, juga tentang  adat dan budaya kota Serambi Mekkah. Buku ini dibuka dengan cerpen "Surat yang Kembali". Cerpen ini mengisahkan tentang...