Oleh Cut Putri Monica Weta Siang hari sepi aku duduk memangku sebuah notebook dan sebuah pulpen. Aku bingung mau berbuat apa? Menulis puisikah atau menulis sebuah cerpen. Kuhela nafas panjang dan sedikit mengenang masa kecilku. Dalam keluarga papa dan mama. Aku cucu pertama sehingga kasih sayang, perhatian semua tercurah hanya untuk ku. Aku hidup dalam kebahagiaan dan berkecukupan. Sejenak aku terbawa dalam kenangan lama, aku terhenyak dari lamunan seketika saat adikku datang mengagetkanku. “Ha, apa tuch tulis surat cinta ya? Nanti adek bilang pada mama” ledek adikku. Tanpa menjawab aku abaikan ucapan adikku. Kembali kuraih pulpen dan buku yang terlepas dari tangan dan pangkuanku. Aku berpikir menulis tentang perjalanan kehidupan keluargaku. Memang aku masih terlalu kecil untuk menulis semua cerita tentang keluargaku, karena dalam cerita ini terjadi berbagai macam peristiwa yang sampai kini membekas dalam benakku. Dalam keluarga kami ada empat hamba Allah, papa, mama, aku dan adik...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas