Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label SDM indonesia

Indonesia Tidak Sedang Baik - Baik Saja

  Oleh Ahmad Rizali  Menemani nyonya Isoman di rumah sembari WFH dan dengan melimpahnya dukungan tetangga, saudara, kerabat dan kawan serta pak RW setempat, membuat saya lebih banyak waktu merenungi kiprah selama beberapa tahun ini dan membuat saya agak gelisah ketika menjelang mata terpejam. Mari kita tengok mengapa. Gambar terbagus paling kiri atas adalah WHY mengapa kami di Gernas Tastaka dan NU Circle melakukan sesuatu. Visi Presiden/Wapres dalam dokumen tertulis di RPJMN sudah sangat jelas. Menggapai kejayaan 100 Tahun Indonesia Merdeka yang diramal akan memperoleh "Bonus Demografi" dan "PDB ke 3 Terbesar (7,4 T USD) Sedunia" wajib dilakukan Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia "Unggul" dengan cara yang jelas: Perbaikan Mutu Bumil/Melahirkan, Menurunkan Prevalensi "Kontet/Kerdil" atau Stunting dan Memperbaiki (akses) dan Mutu Pendidikan serta "Employability" lulusan SMK. Target dan "reasoning" di RPJMN 2019-2024 jug...

Bangsa Pecundangkah Kita?

Oleh Dinda Triani Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Unsyiah, Banda Aceh. Masyarakat mana yang tidak mengenal bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya? Negara dengan karya Tuhan yang melimpah. Pelajar Indonesia mana yang tidak mengetahui fakta tersebu?t. Sedianya pemerintah kita selalu mengagung-agungkan kekayaan Indonesia. Menyembah karya Tuhan pada tanah, yang katanya tongkat, kayu dan batu pun jika dilempar akan berubah menjadi tanaman. Lagu Kolam Susu yang didendangkan oleh Koes Plus dan populer di tahun 70 an tersebut, menggambarkan bagaimana Indonesia dinilai dahulunya. Negara yang lautan pun seolah menjadi kolam susu. Sehingga hidup di tanah ini tak perlu usaha yang keras, seadanya saja, tak terdapat masalah hingga keuntungan lah yang akan mendatangi kita. Tidak ada yang salah dengan lirik lagu ciptaan Yok Koeswoyo tersebut, karena memang begitulah tanah air ini diumpamakan, yang “kata orang” tak perlu berkeringat untuk kaya. Kita terbiasa menyanyikan lagu-la...