Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama Islam

Tiga Pesan Paling Berharga

Oleh: Teuku Hendri Saifullah Keatua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah kec. Manggeng Kab. Aceh Barat Daya   Bagi seorang muslim yang bertaqwa, dalam menjalani kehidupannya di dunia ini haruslah seimbang. Artinya kehidupan yang tidak hanya mengutamakan sisi hubungan dengan Allah semata (vertikal/ hablumminallah) dengan selalu beribadah semata melainkan juga harus memiliki rasa sosial atau memiliki hubungan baik antar sesama manusia (horizontal/hablumminannas). Kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang bisa menggabungkan 2 (dua) hal tersebut secara baik dan benar sesuai dengan perintah Allah. Serta diikuti dengan akhlak yang mulia. Hal ini telah dijelaskan dalam sebuah hadis rasul yaitu: "Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal r.a, dari Rasulullah Saw. Bahwa beliau bersabda, "Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan (melakukan) kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan (keburukan). ...

Catatan Akhir Ramadan

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Tahun ini ramadan sama sepinya dengan tahun kemarin, tak cukup beriman untuk berani i'tikaf di masjid Istiqlal sembari ikut salat malam dengan mutu suara Imam setara Syech Sudais di Makkah. Berbuka dengan ratusan jamaah di lantai dasar masjid juga mengasyikan. Istiqlal di kala Ramadan, bak masjid antar bangsa, kulit sawo matang, kuning, putih, dan hitam kelam terlihat di sana. Sahur di warung tenda di halaman masjid juga mendekatkan hati kita dengan jelata. Ramadan Tahun ini seakan mengulang sejarah alm. Abah yang memulai lagi "back to basic" di usia early 60th kembali memulai pekerjaan baru di Jeddah dan saya memulai pekerjaan mengurusi sekolah yang mikro sesudah melanglang ke pekerjaan makro. Seperti sebuah tugas khusus dan mengingatkanku "apalah artinya makro, tanpa faham esensi mikro" dan mengingatkan "the devil is in the detail".  Sepinya tahun ini meski lebih sibuk dari tahun lalu membuatku diberiNya kesempa...

Tiga Cara Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

Oleh : Teuku Hendri Saifullah Ramadan adalah bulan amal dan silaturrahmi, bulan saling belas kasih dan kasih sayang. Bulan yang penuh amal bakti dan kepedulian. Sungguh beruntung orang yang berpuasa di bulan ramadan yang saling menjalin hubungan baik dengan keluarga ataupun saudaranya yang lain, salah satu caranya adalah dengan menjalin silaturrahmi. Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang memiliki arti hubungan dan rahim artinya kerabat. Rahim sendiri juga berasal dari kata Ar Rahmah yang berarti kasih sayang atau menjalin kekerabatan. Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits, yang artinya: "Bukanlah bersilaturrahim orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang putus." (HR Bukhari) Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Silaturrahmi artinya adalah tali persahabatan (persaudaraan). Dari pengertian tersebt dapat kita pahami bahwa menjalin silaturrahmi adalah amal perbuatan dari seorang muslim u...

Beribadah Hanya Di Awal Ramadan Saja

  Oleh: Teuku Hendri Saifullah  Berdomisili di Manggeng, Aceh Barat Daya Bulan Ramadan telah tiba, semua umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan perasaan suka cita. Karena bulan tersebut adalah bulan ibadah, sehingga datangnya bulan ramadhan merupakan sesuatu yang sangat dinantikan oleh para ahli ibadah. Umat muslim selama bulan ramadan dianjurkan untuk menjalankan berbagai macam amalan, baik sunnah maupun wajib. Menjalankan amalan sunnah di bulan puasa Ramadan akan mendapatkan pahala dari ibadah wajib, sedangkan untuk yang menjalankan amalan wajib di bulan puasa Ramadan pahalanya akan dilipat gandakan. Pada bulan ini semangat kaum muslimin untuk beribadah terasa lebih meningkat, jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya jumlah jamaah yang datang ke masjid atau Musala untuk melaksanakan salat wajib berjamaah. Terlebih pada saat salat isya, tarawih, tarawih serta juga shalat shubuh.  Keadaan seperti ini, ...

EMPAT HAL YANG DAPAT MENGERASKAN HATI

  Oleh  Hendra Gunawan, MA Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara   Salah satu ciri seorang Muslim sejati adalah memiliki hati yang lembut yaitu hati yang mudah menerima hidayah atau kebenaran dari Allah SWT sebagaimana digambarkan Allah SWT dalam al-Qur’an pada surah az-Zumar ayat 22. “ Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya”. Berbeda dengan orang-orang yang memiliki hati yang keras sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an pada surah al-Baqarah ayat 74 yang berbunyi sebagai berikut : ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةٗۚ  ... Artinya: “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi..”. {Qs. al-Baqarah/2:74}   Para ulama menafsirkan hati yang keras ini, adalah hati yang keras dari menerima kebenaran dari Allah SWT, selalu merasa berat menjalankan ibadah, dan s...