Oleh Tabrani Yunis Perjalanan hidup untuk mengubah nasib, keluar dari belenggu kemiskinan ternyata memang tidak mudah. Apalagi bila surah terperosok terlalu dalam di jurang kemiskinan itu. Tentu sangat sulit untuk bangkit dan semakin sulit bila tidak ada kemauan atau tekat untuk keluar dari jurang itu. Oleh sebab itu, setiap orang miskin harus berupaya untuk keluar dari belenggu kemiskinan itu. Kita tidak mungkin berharap orang lain yang mengeluarkan kita dari belenggu tersebut. Mengapa demikian? Sebenarnya, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang atau suatu kaum, kecuali orang atau kaum itu sendiri yang mengubahnya. Caranya? Sebagai manusia, kita diharuskan belajar. Kita harus mendapatkan pendidikan. Hal ini jugular yang saya alami. Terus terang, hati saya sangat gembira tatkala sudah mendapat bekal ijasah SPG dan kemampuan bahasa Inggris dan lulus atau diterima di Program Diploma 2 Universitas Syiah Kuala. Anehnya, kegembiraan ...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas