Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pemuda

Peran Pemuda Memajukan Bangsa di Era Milenial

Oleh Muhammad Nazar Mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Seperti apa sih peranan kita sebagai Pemuda dalam memajukan bangsa?Banyak pemuda kita yang tidak menyadari bahkan mengetahui apa peran mereka. Padahal, mereka memiliki peranan yang sangat penting. Di tangan mereka lah maju atau mundurnya, berkembang atau tidaknya bangsa ini di masa depan. Mereka adalah pemilik masa depan. Jadi,    hanya mereka lah yang bisa menentukan masa depan dari bangsa. Apalagi dunia saat ini sudah move on dari zaman kuno, dan memasuki era milenial yang disebut sebagai masa dimana teknologi berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi di masa kini. Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi sehingga menuntut kualitas dan kinerja manusianya untuk lebih ditingkatkan. Pemuda harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar, dan menjadi lebih baik serta melakukan navigasi ya...

*Peran Generasi Muda dalam Mendukung Industri Pariwisata Berwawasan Kebudayaan*

Oleh FIRAUZA HELDIN KETUA UMUM IPAMAS MEUKEK PERIODE 2017-2019 dan KETUA 1 HAMAS PERIODE 2019-2021 Peran generasi muda dalam industri pariwisata berwawasan kebudayaan adalah saat di mana para pemuda, khususnya mahasiswa mengembangkan sektor pariwisata yang didasarkan oleh wawasan budaya. Generasi muda adalah ujung tombak. Dalam era pembangunan saat ini, peran dan dukungan pemuda sangat diharapkan dalam mengisi pembangunan. Oleh karena itu, keterlibatan mereka menjadi sangat penting bila diharapkan akan diwujudkan pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi lebih relevan ketika dikaitkan dengan berbagai upaya untuk percepatan aktivitas kepariwisataan dalam rangka mendukung proses pembangunan pariwisata di berbagai wilayah di Aceh, khususnya Aceh Selatan. Pendapat mengenai peran kepariwisataan dalam pembangunan dan terlebih lagi untuk daerah sedang berkembang sudah sering kali diungkapkan di dalam berbagai literatur. Secara garis besar, keun...

Saatnya Pemuda Aceh Besar Bangkit Menjadi Pengusaha

Sudah saatnya pemuda mandiri. Kuliah bukan untuk mendapatkan pekerjaan. Kuliah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kuliah menggali dan berbagi ilmu, bukan mendengar dan hanya menerima ilmu. Melihat kondisi zaman yang semakin hari semakin menuntut kita untuk bersaing, “siapa cepat dia dapat, siapa lambat tidak selamat”. Kalimat tersebut saya sampaikan pada teman yang akan memulai aksi dalam dunia usaha. Karena bagi mereka yang mempergunakan waktu sebaik mungkin akan selamat dunia akirat. Untuk menjawab tantangan zaman, maka pemuda Aceh Besar yang bergabung dalam wadah PB - IPAR ( Ikatan Pemuda Aceh Besar) berinisiatif bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar dan KADIN Aceh melaksanakan pelatihan selama dua hari di Gedung BP Paud Dikmas, Aceh Besar. Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang antusias ingin menjadi pengusaha dan narasumber yang mengisi materi tersebut berasal dari pen...

PERAN PEMUDA DI ERA MILLENIAL

Oleh Said Erfandi Pratama Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Di era yang serba canggih seperti saat ini, tentunya cara berfikir dan bersikap para pemuda juga ikut berubah. Seiring dengan berjalannya waktu, tidak dipungkiri bahwa keterlibatan pemuda dalam segala aspek kehidupan,  baik ekonomi, politik, hukum, sosial turut memberikan pengaruh yang besar bagi individu, masyarakat, maupun negara sekalipun. Para pemuda di era generasi seperti sekarang ini sebut generasi millineal, dimana generasi millenial itu sendiri berarti generasi yang lahir pada tahun kisaran 1980-2000 atau yang berumur 17-37 tahun yang biasanya disebut juga dengan generasi Y. Generasi millenial pada saat ini dianggap sangat spesial karena generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang mana generasi saat ini sudah mulai mengenal dengan yang namanya teknologi. Namun harus kita pahami bahwa hadirnya para pemuda di era millenial seperti saat ini bukan tanp...

WIRAUSAHA BURUNG PUYUH DI ACEH

Oleh Ulfa Noviana Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh                         Burung puyuh merupakan salah satu unggas yang hidup di daerah tropis di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia sendiri memanfaatkannya sebagai bahan konsumsi, baik   dagingnya ataupun telur yang dihasilkan burung puyuh tersebut. Kebutuhan masyarakat Indonesia dalam permintaan telur puyuh sendiri sungguh sangat besar, namun berbanding terbalik dengan hasil produksinya yang masih minim. Bikan hanya itu, tetapi juga masih kurangnya minat masyarakat Indonesia dalam membuka usaha telur burung puyuh.             Pada salah satu media cetak pada (21/5/2017), Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno   mengatakan kebutuhan pasar akan telur burung   puyuh   masih sangat tinggi. Nam...

GP ANSOR KECAMATAN KARANGLEWAS ADAKAN KONFERANCAB

KARANGLEWAS-Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Karanglewas di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Pasir Kulon Kecamtan Karanglewas, Sabtu (4/6/2017). Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Kecamatan Karanglewas, Polsek Karanglewas, Kepala Desa Pasir Kulon, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karanglewas, Muslimat NU Kecamatan Karanglewas, PAC Fatayat NU Kecamatan Karanglewas, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Karanglewas, dan tamu undangan lainnya. Hadir pula sebagai dewan komisioner Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Propinsi Jawa Tengah, Teguh Iman Darus Jami’ . Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Banyumas. Adapun sebagai peserta kegiatan adalah berasal dari Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) se Kecamatan Karanglewas yang diwakil...

Isu-isu Pengaruh Kelompok Teman Sebaya Terhadap Perkembangan Remaja

Oleh: Nurbaiti Mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala Kelompok teman sebaya akan memungkinkan individu untuk saling berinteraksi, bergaul dan memberikan semangat serta motivasi terhadap teman sebaya yang lain secara emosional. Kehadiran kelompok teman sebaya dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan remaja. Kelompok teman sebaya Memberikan Pengaruh Positif dan Negatif Terhadap Perkembangan Remaja Menurut Erikson (dalam Gunarsa, 2004), masa remaja adalah masa pencarian identitas diri, dimana identitas diri ini dibentuk dari hubungan psikososial remaja dengan individu lain yaitu dengan teman dan sahabat. Hubungan psikososial sesama remaja dalam mengidentifikasikan diri dan merasa nyaman disebut dengan istilah kelompok teman sebaya (Larson & Richard dalam Papalia, 2005). Ikatan secara emosional dalam kelompok teman sebaya akan mendatangkan berbagai pengaruh besar bagi individu dalam kelompok. Dibandingkan dengan remaja yang tidak mem...

Remaja dan Pembangunan Berkelanjutan, Compatible or Not ?

Oleh Rachmat Arriz Saputra Siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh Pemenang /Juara I Lomba Menulis Essay tentang Remaja dan Sustainable Development Goals yang dalam Rangka Sosialisasi SDGs, di Banda Aceh Sebuah planet yang berusia 4,54 miliar tahun, mempunyai kekayaan alam yang melimpah, dan ditempati oleh lebih dari jutaan manusia. Di setiap permukaannya, merupakan representasi dari planet yang kita tinggali sekarang ini, planet ini bernama bumi. Bumi dapat kita analogikan dengan satu kata, yaitu Ibu. Karena, kita telah hidup, tumbuh, dan berkembang dengan memakai seluruh sumber daya alam yang ada di bumi dan mayoritas dari manusia menyebabkan timbulnya berbagai masalah di permukaan bumi. Masalah - masalah tersebut tidak hanya memberikan pengaruh buruk bagi eksistensi dan rusaknya bumi, namun juga memberikan pengaruh buruk terhadap masyarakat seperti : kelaparan, kemiskinan, dan rendahnya tingkat kesehatan dan lain-lain. Hal ini mendorong seluruh pemimpin dunia untuk menciptakan suatu gagas...

Menelisik Psikososial Aceh Melalui Buku Blak-Blakan

Oleh Iqbal Perdana Staf di Center for Community Development and Education Sebuah masalah yang sifatnya sangat pribadi, seperti masalah dalam keluarga, lazimnya tidak akan “bocor” keluar. Oleh karenya, banyak yang justru lari dari masalah dan menganggap semua baik-baik saja. Menganggap masalah itu adalah hal yang “wajar”, tidak perlu dicarikan solusi. Misalnya distorsi hubungan antara orang tua dan anak, kualitas hubungan pasangan suami-istri, perkembangan anak dan lain sebagainya. Masalah-masalah yang muncul dalam keluarga adalah hal yang sangat sensitif, sebagian menyebutnya rahasia. Namun apakah menumpuk masalah tanpa mencoba menemukan jalan keluar adalah pilihan yang tepat? Agaknya tidak tepat. Lari dari masalah bukan berarti menyelesaikan masalah. Di Aceh, dinamika problematik psikologi yang menjadi akar munculnya kasus-kasus kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan wujud-wujud lainnya sudah tampak sejak lalu. Misal kasus suka sesama jenis; gay atau les...

Membuka Wawasan Tanpa Membaca?

ilustrasi Oleh Asmaul Husna Mahasiswi Semester I Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Berbicara tentang ilmu pengetahuan, semua orang pasti ingin mempunyai ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Dengan memiliki wawasan yang luas, kita dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita tahu. Akan tetapi yang menjadi permasalahannya adalah diri kita. Ya, kita malas untuk mencari ilmu, bahkan ilmu yang sudah ada di depan mata saja kita masih malas untuk mempelajarinya. Tidak perlu contoh jauh-jauh, sebut saja membaca. Membaca adalah salah satu proses untuk kita bisa mendapat ilmu pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas, tetapi tetap saja kita masih malas membaca.  Sekarang pertanyaannya bagaimana kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, sedangkan kita tidak mau melakukan cara untuk bisa mendapat sesuatu tersebut? Contoh dalam kehidupan sehari-hari, misal kita pergi ke suatu tempat, lalu kita melihat ada sebuah apel yang sangat besar diata...

Budaya Sensor Mandiri Tingkatkan Kualitas Perfilman Indonesia

Oleh Iqbal Perdana Staf di Center for Community Development and Education Ibarat tsunami, ibarat jatuh cinta. Kini dunia gambar bergerak (film) tidak dapat dibendung, arusnya begitu kencang. Tenaganya begitu kuat. Jika tidak “dikawal”, maka efek buruknya berimbas pada pribadi dan keluarga. Lebih jauh, pranata sosial berubah tak karuan, sampai menalak budi pekerti yang luhur. Hilangnya identitas diri dan perangai buruk lainnya seperti bom waktu yang setiap saat dapat meledak. Semua itu bisa terjadi jika setiap pribadi yang menikmati film tidak mengedepankan budaya sensor mandiri . Sebab di Indonesia, bukan hanya beras yang diimpor, tetapi juga tontonan. Akhir-akhir ini, berseliweran di berbagai stasiun televisi tanah air sinetron-sinetron impor, kebanyakan dari India dan Turki. Durasinya bisa sampai 6 jam (dengan judul yang berbeda-beda). Penikmatnya kebanyakan ibu-ibu rumah tangga juga anak-anak gadis tanggung yang jomblo, sisanya laki-laki melankolis yang tampakn...

Melindungi Anak Menyelamatkan Generasi

Oleh: Ahmad Arif | Pendiri dan Pemilik Pustaka RUMAN (Rumoh Baca Aneuk Nanggroe) Banda Aceh Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia, sesudah Amerika, dan China dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 240 juta orang. Dari total pengguna internet saat ini, 49,9% adalah perempuan dan 30% anak. Menurut Linda Gumelar, Menteri KPP-PA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), kondisi ini tentu saja membuka akses seluas-luasnya bagi semua pihak untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut dengan mudah, murah dan cepat. Di sisi lain, tidak semua pengguna internet mempunyai niat yang baik dan ini sudah terbukti dari data yang ada yang menggambarkan internet dipakai untuk menipu, mengiming-imingi dan akhirnya digunakan untuk me"trafik” anak maupun remaja putri untuk tujuan eksploitasi seksual dan prostitusi. Survei yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati pada 2008 (republika.co.id, 29/10/2012) menun...