Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gempa

ACT Aceh Ajak Masyarakat Kirim Logistik Kepada Korban Gempa Sulawesi Barat

Subulussalam – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh mengajak masyarakat membantu korban gempa yang mengguncang Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan sekitarnya, Provinsi Sulawesi Barat. Guncangan gempa mengakibatkan 81 orang meninggal dunia, luka berat 253 orang, luka ringan 679 orang, kerusakan bangunan, dan 19.435 orang terpaksa mengungsi. Kepala Cabang ACT Aceh Lisdayanti menuturkan, ribuan korban gempa di Mamuju bertahan menahan lapar dan haus akibat kekurangan makanan siap saji. Karena terbatasnya tenda darurat, puluhan warga terpaksa bertahan di dalam satu tenda. Para korban juga sangat membutuhkan MCK. Hanya tersedia dua toilet  sementara pengungsi berjumlah ribuan.  “Kita dulu pernah merasakan apa yang mereka  rasakan. Saatnya bagi kita bergerak membantu mengurangi beban musibah ini,” terangnya didampingi tim ACT Aceh usai bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Subulussalam dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kota ( SKPK )  di Pendopo Wali Kota Subulu...

Masjid Indah, Tanpa Sampah

Oleh Fatia Zahra Pelajar kelas VIII SMP Unggul, Pidie Jaya Masjid, rumah ibadah umat Islam, merupakah rumah ibadah yang selalu dijaga kebersihannya, karena umat Islam dituntut untuk selalu bersih dalam beribadah. Menyebut masjid, aku teringat dengan sebuah masjid di kampungku. Aku menyebutnya dengan salah satu masjid terindah, terutama di daerahku. Masjid itu diberi nama dengan masjid Al-Hidayah. Aku tidak tahu, mengapa disebut Al- Hidayah. Apakah karena saat membangun masjid itu, orang-orang kampung mendapat hidayah, atau memang sebgaja dipilih nama itu, karena hidayah itu adalah sesuatu yang indah. Banyak orang yang melaksanakan ibadah salat dan ibadah lainnya di masjid yang sejuk ini. Ya, sejuk karena angin yang berhembus membawa udara dingin dan sejuk. Kita akan merasa sentuhan lembut tiupan angina di dalam masjid. Kita enggan keluar masjid, ketika berada di dalamnya. Apalagi ketika matahari terasa terik. Sungguh sangat nyaman berada di dalam masjid ini. Apa yang me...

Kitab Kuno Aceh Abad 18 Bahas Tentang Waktu Gempa NTB dan Tsunami Aceh

BANDA ACEH (12/08/18)– Gempa 7.0 Skala Richter (SR) yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata sudah tercatat dalam dalam kitab kuno yang dipamerkan di Rumoh Manuskrip Aceh yang ada di Museum Aceh pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII di Banda Aceh. Kitab kuno yang sudah ada sejak abad 18 itu membahas tentang gempa berdasarkan waktu kejadian. Gempa di NTB terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018 atau 23 Dzulkaidah 1439 H, sekitar pukul 18.46 WIB. Bisa diutarakan bahwa gempa terjadi sewaktu Maghrib. "Jika pada Bulan Dzulkaidah gempa ketika magrib alamat orang kaya banyak mati," kata penjaga stan, ungkap Istiqamatunnisaq saat membaca kitab yang dibuat tahun 1725 tersebut. Maksud dari kalimat itu adalah, sebutnya, akan banyak orang yang meninggal akibat gempa. Istiqamatunnisaq juga membacakan gempa yang terjadi di waktu-waktu lainnya. Bahkan, gempa dengan disusul tsunami yang terjadi di Aceh pada Minggu 26 Desember 2004 silam dalam waktu Dhuha (pagi) juga te...

Bencana Yang Tak Disangka-sangka

Oleh Maghfirah Pelajar kelas IX A SMP Negeri 1 Meureudu, Pidie Jaya Di suatu malam yang sunyi, di saat orang-orang masih tertidur pulas, azan subuh pun berkumandang di masjid. Dengan tanpa disangka-sangka, terjadi bencana gempa yang sangat dahsyat. Gempa yang berkekuatan 6.5 skala richter mengguncang negeri kami, Pidie Jaya pada   hari Rabu, tanggal 7 Desember 2016. Gempa yang terjadi tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja, namun dalam hitungan menit itu   semua orang terbangun dan keluar dari rumah untu menyelamatkan diri. Banyak sekali bangunan yang rubuh, bahkan masjid-masjid pun ikut rubuh. Akibatnya, banyak pula orang yang meninggal akibat terjepit reuntuhan bangunan di saat mereka berusaha menyelamatkan diri saat itu. Tercatat   103 orang meninggal. Data yang diberitakan oleh TribunNews, 10 desember 2016 saat itu tercatat pula 857 orang luka-luka, yaitu 139 orang luka berat dan 718 orang luka ringan. Sementara jumlah pengungsi terus be...