Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label IAIN Langsa

Menilik Eksistensi Seni Tradisional Dari Perspektif Milenial di Aceh

Oleh Lili Nurma Yanti Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Langsa, Aceh Sampai hari ini kehidupan keseharian kita masih dikelilingi oleh ruang lingkup seni. Melalui seni kehidupan bermasyarakat lebih memiliki warna tersendiri. Sebenarnya karya seni merupakan suatu yang lumrah, kemudian muncul suatu keunikan dimana minat untuk berkarya di kalangan non-akademik seni menjadi sesuatu fenomena yang menarik. Pada masa ini generasi milenial menjadi topic hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan masyarakat di perlbagai belahan dunia. Berbagai macam aspek kehidupan yang bersinggungan dengan generasi milenial menjadi sangat menarik untuk dibahas. Terutama pada hal ini, sangat menarik apabila kita menilik kembali bagaimana seni dalam perspektif generasi milenial, terutama di kawasan Aceh.  Yang terjadi pada hari ini sebagian milenial di Aceh masih banyak yang enggan peduli terhadap pelestarian seni tradisional. Namun hal ini hanya segelintir dan tidak me...

Tradisi Arak-Arakan Pengantin Dengan Iringan Rebana Dalam Pernikahan Adat Jawa Di Gampong Lengkong

Sumber foto: Google Penulis: Nevilia Agustryanti, (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prodi Perbankan Syariah IAIN Langsa) Rebana biasanya dikenal sebagai instrument khas pengiring musik atau syair-syair Arab dan rebana ini pertama kali ditemukan pada abad ke-6 M saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah pada saat mereka menyambut Rasulullah SAW. Pertama kali rebana masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Hijriyah, dimana rebana ini diperkenalkan oleh ulama besar dari negeri Yaman yang bernama Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi.  Habib Ali menggunakan rebana tersebut ke Indonesia dengan tujuan untuk menyebarkan agama Islam. Di samping itu juga Ali Habsyi mendirikan majelis shalawat sebagai sarana kecintaan terhadap Rasulullah SAW dan kemudian majelis tersebut menyebar ke daerah Kalimantan dan Jawa. Beliau juga sempat mengarang sebuah buku yang berjudul “Simthu Al-Durar” yang di dalamnya berisi bacaan-bacaan salawat dan pujian kepada Rasulullah SAW. Bahkan se...

DIGITAL MARKETING, KEBIASAAN MILENIAL GAMPONG LENGKONG

Oleh : Rosmala Dewi Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah,  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Aceh Di era digital ini, kehidupan kita semakin dipermudah dengan adanya kemajuan teknologi informasi. Seiring dengan perubahan zaman yang bergerak ke arah yang semakin canggih, semakin banyak pula inovasi yang terjadi, yang tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Manusia terus bergerak dalam perkembangan digitalisasi. Saat ini teknologi komunikasi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam menjalani aktivitas manusia seperti penggunaan komputer, smartphone, televisi dan teknologi lainnya. Hal ini sudah menjadi hal yang biasa kita temui dalam kalangan masyarakat. Seiring dengan berjalannya waktu, tentu saja akan adanya pergeseran generasi. Perkembangan teknologi informasi ini berdampak pada sebuah generasi, yang pada saat ini sering disebut dengan generasi milenial. Generasi milenial dapat dikatakan sebagai generasi yang lahir pada zam...

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI

Oleh Hesti  Ramadhani Mahasiswi Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Langsa, Aceh Dampak dari pandemi begitu terasa di penjuru dunia, termasuk Indonesia. Hampir di seluruh provinsi mengalami perubahan yang sangat signifikan, baik dari bidang ekonomi, sosial, agama, pendidikan, kebudayaan, dan lainnya. Salah satu aspek yang terkena dampaknya yaitu bidang perekonomian. Perekonomian yang terjadi sekarang ini menjadi dampak hilangnya pekerjaan ataupun kurangnya penghasilan dari kondisi awal. Sebelum pandemi terjadi, masyarakat banyak yang melakukan aktivitas secara normal     pada umumnya, seperti bekerja, bersekolah, beribadah, bersosialisasi, dan lainnya. Namun setelah pandemi ini terjadi semua aktivitas tersebut tidak dapat dilakukan lagi secara normal.   Pendemi ini mengharuskan kita untuk berpikir kreatif dan inovatif untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan. Untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang sedang menurun,...

Memotret Alue Pineung

  Oleh: Nurmila Rusda Azmi Mahasiswi Jurusan PBI IAIN Langsa , Aceh Alue Pineung, dua kata dalam bahasa Aceh itu adalah nama desa yang berada di kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh. Pada tahun 2010 desa ini dimekarkan menjadi 2 desa, yakni desa Alue Pineung dan Alue Pineung Timue. Kebanyakan masyarakat menyebut kedua desa ini dengan sebutan Alue Pieung 1 (Induk) dan Alue Pineung 2 (Alue Pineung Timue). Tentu saja dari kedua desa ini memiliki dua kepala desa (Geuchik) serta pembangunan daerah yang pastinya berbeda. Menjadi menarik bagi kita melihat Alue Pineung dari banyak sudut pandang. Bisa melihat perkembangan pembangunan yang signifikan, bisa pula melihat kehidupan masyarakatnya. Desa Alue Pineung Induk, tampak telah berkembang pesat sejak 8 tahun terakhir setelah pemekarannya. Perkembangan yang terjadi dapat dilihat dari Pembangunan yang semakin merata dikarenakan mulai bertambahnya penduduk serta modernisasi pada sebagian besar masyarakat di desa ini. Beberapa pemban...

Peran Milenial Membangun Negeri

Oleh Nila Kusmawati Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, IAIN Langsa Apakah yang disebut dengan milenial? Siapakah generasi milenial tersebut? Bagaimana ciri-ciri milenial? Apakah yang dinamakan dengan membangun negeri? Siapa saja yang dapat membangun negeri? Ya, dengan disuguhkan satu kalimat “ milenial membangun negeri” pasti muncul beberapa pertanyaan di pikiran kita. Seperti beberapa pertanyaan di atas. Jaman sekarang kata milenial sudah tidak asing lagi bagi kalangan remaja dan orang dewasa, bahkan beberapa anak juga sangat familiar dengan kata tersebut. Generasi milenial juga dikenal dengan sebutan generasi Y. Mungkin sebagian besar masyarakat mengira bahwa generasi milenial adalah mereka yang lahir ditahun 2000 hingga 2021. Menurut beberapa pendapat ahli, Generasi milenial adalah mereka yang lahir pada tahun 1980 hingga tahun 2000 yang saat ini berusia dari 21 hingga 41 tahun. Sebagian ahli juga mengatakan milenial adalah yang lahir di antara 1980 sampai dengan 1995. Bagaimana? Apa...

MILENIAL MEMBANGUN NEGERI

Oleh Nurmila Rusda Azmi Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris,  IAIN Langsa, Aceh Milenial adalah generasi yang tumbuh di mana perkembangan teknologi menjadi gaya hidup bagi mereka di dalamnya. Di masa perkembangan teknologi yang menjadi  semakin pesat ini harus sebanding dengan kinerja manusia dan yang paling utama adalah kualitas generasi mudanya (milenial). Generasi muda atau milenial harus mampu beradaptasi dan cepat belajar dari setiap perkembangan yang muncul sebagai perkembangan zaman. Generasi muda sebagai penerus bangsa harus mengembangkan  pola pikir mereka dan menjadi perubahan yang baik ke depannya bagi bangsa dan negara serta bagi dirinya sendiri. Hal ini dikenal dengan istilah ( Agent Of Change ). Generasi muda harus memiliki sikap kritis dan penuh semangat dalam mempengaruhi dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan suatu gerakan perubahan yang baik di dalam lingkungan sosial. Dalam menggerakkan perubahan ini, banyak peran yang dapat dilakukan ol...