Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Siswa

MENYOAL KETERLIBATAN PELAJAR DALAM AKSI UNJUK RASA BERPOTENSI KEKERASAN

Oleh: Dony Purnomo,S.Pd Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro Wonogiri Jawa Tengah Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di berbagai daerah beberapa waktu lalu memunculkan pergerakan ke arah pelajar di sekolah menengah. Banyak ditemukan pesan Whatsap mengenai aksi yang digalang dengan tajuk siswa-siswi Indonesia bergerak pada hari senin 30 September 2019 pada pukul 07.30 WIB sampai selesai. Dalam pesan berantai itu mengajak para pelajar untuk turun ke jalan menyuarakan tuntutannya dalam bentuk unjuk rasa. Jika sampai terjadi pengerahan massa dari pelajar dalam aksi unjuk rasa merupakan hal yang memprihatinkan untuk wajah pendidikan Indonesia. Belum saatnya para pelajar terlibat dalam aksi unjuk rasa. Beberapa hal yang menjadikan pertimbangan pelajar belum saatnya terlibat dalam aksi unjuk rasa yaitu; Pertama, dalam aksi unjuk rasa rentan terhadap kekerasan fisik. Banyak kejadian unjuk rasa yang akhirnya ricuh dan mengakibatkan korban jiwa. Sebagai contoh nyata dua mahasisw...

Memahami Problema Gerakan Membaca di Indonesia

Oleh : Lukyana Arsa Mahasiswi Semester 7, Ilmu Komunikasi, FISIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh Membaca merupakan sebuah keterampilan dalam berbahasa, yang kegiatannya adalah memahami teks bacaan guna mendapatkan suatu informasi. Membaca juga merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dan sangat bagus dijadikan sebagai hobi. Dengan membaca wawasan seseorang lebih luas, pola pikirnya lebih kritis dan tajam, serta argumentasi-argumentasinya lebih ilmiah dan dapat dibuktikan dengan bukti yang empiris. Untuk mewujudukan berbagai tujuan tersebut, tentulah kita harus memiliki bahan bacaan yang banyak, tidak cukup bahan bacaan hanya berasal dari satu sumber saja. Mengapa? Karena semakin banyak bahan bacaan yang dibaca, akan semakin kritis cara berpikir, serta dapat menjadi pembanding bahan bacaan yang satu dengan yang lainnya. Di era modern seperti sekarang ini semuanya telah menjadi mudah, sehingga tidak mungkin jika dikatakan tidak memiliki bahan bacaan. Koran,...

Ketika Dokter Salah Mengobati Penyakit Pendidikan Aceh

Oleh Tabrani Yunis Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh dan Pimpinan Redaksi Majalah POTRET. Kualitas pendidikan Aceh, dari dulu hingga kini, masih belum banyak berubah. Masih bekum membuat hati kita lega. Masih membuat raut wajah kita kerut, karena sejak dahulu hingga kini, sejak dahulu minim dana, hingga kini banjir dana, kualitas pendidikan di Aceh masih saja digolongkan dalam kategori rendah dibandingkan daerah lain atau secara nasional dan dalam berbagai alat ukur dan objek atau elemen yang diukur. Bila membaca neraca pendidikan nasional (NPD) provinsi Aceh tahun 2015, ada beberapa fakta yang memilukan dan memalukan kita. Pertama, terkait dengan index Pembangunan Manusia (IPM) Aceh, berada pada urutan ke 11 dari 34 provinsi di Indonesia. Kedua, Ditinjau dari hasil proses belajar dengan menggunakan alat ukur ujian nasional (UN), rerata integritas UN siswa Aceh berada pada angka 54.97 sementara secara nasional berada pada angka 63.2...

Siswa Berkarakter

ilustrasi /eureka Oleh : Sadri Ondang Jaya, S.Pd Guru SMA Negeri 1, di Gosong Telaga-Singkil Ada kekuatiran yang menyeruak, ketika menyaksikan pelajar menjadi ‘preman’ lantas tawuran antar sesama mereka. Ada kegalauan muncul, kala menjumpai banyak kaum remaja kita bergaya punk, dan kebarat-baratan. Malah, ada memasuki sekte aliran sesat. Ada kegelisahan timbul, saat membaca berita, bahwa dari 4.500 remaja di 12 kota, 95 % remaja gandrung nonton film porno, 62,7 % pernah berhubungan seks pranikah, 27 % melakukan aborsi. (hasil survei yang dilakukan oleh KPIA Menkoinfo). Hasil penelitian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bahwa tahun 2010, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pranikah. Penyalagunaan Narkoba menunjukkan, dari 3,2 juta jiwa yang ketagihan Narkoba, 78 persen di antaranya adalah remaja. Sedangkan penderita HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya yang pengidapnya kebanyakan remaja. Ada kegundah-gulanahan membu...