Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Biografi

PETUALANGAN SEORANG DOSEN

  Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur Ini adalah buku otobiografi yang ditulis oleh Prof E. Sadtono, seorang mantan dosen sekaligus mantan rektor IKIP Malang yang telah mengajar puluhan tahun, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain. Kisah yang beliau tulis ini sangat menarik dan membuat saya berpikir bahwa semestinya setiap dosen perlu menulis juga kisah-kisahnya yang nantinya dapat mereka terbitkan setelah pensiun. Tapi tentu saja akan lebih baik, jika mereka bisa menerbitkan buku mereka ketika masih aktif mengajar. Sebagai seorang mantan guru bahasa Inggris, saya sering mendengar nama Prof Sadtono ini disebut, meski pun saya sama sekali belum pernah diajar oleh beliau dan juga belum pernah bertemu. Mungkin karena beberapa teman kolega saya pernah dibimbing oleh beliau dan mestinya Prof Sadtono adalah kolega para dosen saya di IKIP Surabaya. Yang jelas Prof Sadtono menyebutkan nama almarhumah Ibu Thea Kusumo sebagai salah satu koleganya meng...

Berkah Menang TTS, Bayar Uang Kuliah

Oleh Tabrani Yunis Anda pasti tahu TTS bukan? Ya, paling kurang anda pernah melihatnya di media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid dan bahkan di media elektronik dan lainnya.Bisa jadi, atau mungkin anda adalah salah satu penggemar berat TTS dan sudah sangat lihai mengisinya. Ya, TTS yang merupakan singkatan dari Teka Teki Silang itu adalah sejenis permainan olah raga otak atau juga disebut dengan permainan untuk mengasah otak yang sudah sejak dari dahulu dimainkan atau dilakukan oleh banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia. Bagi penulis sendiri, sebagai orang Indonesia mengenal TTS itu ketika ketika masih duduk di bangku SMP di Manggeng ( dulu Aceh Selatan), Aceh Barat Daya pada tahun 1976. Masih segar dalam ingatan bahwa kala itu sering membaca majalah Intisari di rumah tetangga yang juga saudara. Majalah Intisari sudah menyediakan halaman khusus TTS. Maka pada waktu itu, pertama kali belajar mengisinya, namun tidak mampu menjawab semua soal atau pertanyaan, karena tergo...

Memilih Sekolah, Membangun Masa Depan

  Oleh Tabrani Yunis Bagian ke tiga Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP Negeri Manggeng, Aceh Barat Daya (dulu Aceh Selatan) pada tahun 1978-1979, ibu saya berkata:  “Top (nama kecil pangilan ibu), Ibu ingin bertanya sedikit tentang sekolahmu, bagaimana kelanjutan pendidikanmu? Kiita tidak punya biaya. Kalaupun mau sekolah hanya ada dua pilihan, pertama, bersekolah di kampung dan kamu masuk SMA yang ada di kampung saja atau pilihan kedua, kamu melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Tapak Tuan” .   Inilah dua pilihan berat yang harus saya hadapi saat itu. Kedua pilihan ini tidak menjadi permintaan saya. Kalau melanjutkan ke SMA, saya akan menganggur setelah itu. Karena pasti tidak mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang lokasinya berada di Kota Banda Aceh. Lalu, kalau masuk SPG, saya tidak punya minat sedikitpun untuk menjadi guru. Saya menganggap menjadi guru adalah sebuah bencana. Bencana karena melihat kondisi kehidupan guru yang sangat tidak beruntung....

Perjalanan Mengubah Nasib

  Oleh Tabrani Yunis           Bagian ke dua    Dilahirkan dari keluarga miskin atau kaya, bukanlah sebuah pilihan. Artinya, tidak seorang pun bisa memilih agar lahir atau tidak lahir dari keluarga miskin. Begitu juga sebaliknya tidak bisa menolak atau meminta agar lahir dari keluarga kaya. Itu adalah ketentuan Allah semata. Namun, orang akan lahir dari keluarga miskin dan juga ada dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi. Keduanya bukan karena mereka bisa memilih. Yang jelas, hidup dari kedua strata tersebut pasti beda nikmatnya. Beda hidup si kaya dan si miskin. Biasanya, anak yang lahir di kekuarga kaya, bisa menikmati hidup dalam segala kemudahan dan tergantung seberapa sejahteranya atau kayanya orang tua mereka. Mereka bisa menikmati apa yang disebut hidup sejahtera. Sementara anak yang lahir dari keluarga miskin, menikmati apa adanya sesuai dengan kemampuan orang miskin. Tak dapat dipungkiri pula, dalam banyak kasus, keluarga miskin juga ...

Mengukir Perjalanan

Oleh Tabrani Yunis Bagian Pertama Kata pepatah, jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Pepatah ini, tentu tidak berlaku bagi semua orang. Artinya,  tidak semua orang akan bisa hidup lebih lama dan tidak semua orang bisa berjalan lebih jauh. Syarat untuk bisa berjalan lebih banyak dan lebih jauh tersebut bukan ditentukan oleh satu faktor. Banyak faktor yang mungkin bisa membuat seseorang untuk bisa mewujudkan aktivitas berjalan lebih banyak dan lebih jauh tersebut. Bisa jadi karena faktor usia yang begitu pendek. Namun, ada orang yang usianya panjang, namun langkahnya tidak begitu panjang. Artinya perjalanan yang ia tempuh, hanya terbatas di area kelahiran. Ia tidak mendapatkan kesempatan uituk bisa melangkahkan kaki lebih jauh, karena terbatasnya uang, ilmu, teman dan pengetuhuan, serta karier yang tidak gemilang, sehingga tidak ada sumber keuangan yang membuat ia bisa menempuh perjalanan yang jauh. Seperti kita ketahui bahwa  untuk mendapatkan ...

Sadri Meluncurkan Buku Biografi Abuya Teungku Syekh H. Zamzami di Hari Santri

  Sadri Ondang Jaya, lelaki  kelahiran di Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Aceh Singkil pada tanggal 12 Agustus 1969, dikenal sangat produktif dalam menulis. Bayangkan saja, selain menjalankan profesi pengabdian sebagai guru, ia juga aktif sebagai Pengurus NU Aceh Singkil.  Namun, tetap aktif menulis di media terbitan Aceh dan luar Aceh. Ia banyak mengisi rubric Opini di media cetak seperti di harian Serambi Indonesia, majalah POTRET dan lain-lain. Selain itu ia juga sebagai contributor Aceh Trend untuk wilayah Singkil.  Sadri atau Odang, panggilan yang sering disapa oleh orang-orang yang mengenalnya merupakan suami dari Eva Rinawati, ayah dari Muhammad Hadi Akbar dan Muhammad Faiz Nabilla ini, yang pernah mengecap pendidikan di SMP Negeri satu Singkil, MTsh dan Pesantren Darul Hasanah Syekh Abdurrauf, SPG Negeri Tapaktuan dan FKIP Unsyiah Banda Aceh. pada tanggak 22 Oktober 2020, dalam menyambut hari santri,  Sadri bersama Penerbit Band...