Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bimbingan karier

Mencari Jalan Keluar Ketika Tersesat di Belantara Kampus

  Oleh Tabrani Yunis Hari itu Rabu, tanggal 31 Maret 2021, dosen yang menyebutkan dirinya sebagai dosen generasi baby boomer itu masuk lagi mengajar di ruang kuliah menjelang sore hari. Kali ini ia masuk untuk pertemuan atau kuliah kedua di semester ini, setelah hari Rabu sebelumnya menjalankan tugas sebagai dosen untuk mata kuliah entrepreneurship yang sering disebut dengan kewirausahaan itu. Para mahasiswa memang harus mengikuti mata kuliah entrepreneurship atau yang juga sering disebut wirausaha ini dengan porsi 2 SKS. Walau mungkin sebagai bentuk alternatif, entrepreneurship ini merupakan mata kuliah yang kini wajib diambil atau diikuti oleh para mahasiswa. Bisa jadi, agar mereka mampu membangun kehidupan sebagai entrepreneur setelah tamat dan menjadi alternatif dalam memilih profesi setelah selesai kuliah. Mata kuliah yang penting, karena perubahan zaman yang penuh tantangan. Sebagaimana biasanya,m orientasi mahasiswa, setelah selesai kuliah, mencari pekerjaan sebagai pegawai ...

Membaca Peluang Usaha Bagi Alumnus Jurusan Bimbingan dan Konseling

foto. dok.pribadi Oleh Mu’arrifah Santika Mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh Menjadi mahasiswa sekarang, di satu sisi memberikan harapan yang besar di masa depan, namun di sisi lain, banyak lulusan perguruan tinggi ( sarjana) yang kini menganggur, karena sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan. Selain sulit mendapatkan lapangan pekerjaan, juga tidak adanya ketrampilan dan sikap serta kemauan untuk berwiraswasta. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap mahasiswa mampu melihat arah perkembangan jurusan yang mereka tempuh, termasuk para mahasiswa yang kini sedang belajar di jurusan Bimbingan dan Konseling. Ada banyak orang yang memprediksikan  bahwa jurusan BK adalah jurusan yang banyak dibutuhkan ke depan. Dikatakan demikian, di sini BK banyak dibutuhkan untuk bekerja di sekolah-sekolah, yang umumnya belum banyaknya yang memiliki guru BK, terutama  di sekolah-sekolah yang banyak peserta didik. Seko...

UNTUK APA GELARKU NANTI?

foto. dok. Pribadi Oleh Ismiyati Mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Ketika kita membaca sebutan gelar S.Ked, S.Pd,S.E,S.T pada ujung nama seseorang, apa yang terpikir dalam benak kita? Orang yang hebat, orang yang berpendidikan, atau bahkan    sebagai bukti di atas selembar kertas saja?     Bukti yang diperoleh atau mendapatkannya membutuhkan banyak biaya, pengorbanan, kerja keras kemandirian. Tidak tahu jam untuk belajar. Bisa saja dari pagi ke pagi, bukan karena seorang itu pemalas atau bertele-tele, tetapi karena banyaknya tugas     yang bukan hanya dari satu dosen,     tetapi ketika semua menyerang dan aplikasi tiap menit bernotif grup WA selalu bernotif dan apa isinya “tolong jawab pertanyaan ini diketik yang rapi jangan copas jam 12.00 WIB dikumpul. Tidak boleh telat. Yang telat tidak diterima lagi”.   Nah,  apa yang harus mahasiswa lakukan? Bahkan ada di kam...

Bukan Salah Pilih

Oleh: Reti Sufarni Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat,   UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Banyak mahasiswa pada mulanya tidak pernah tahu mengapa mereka memilih sebuah jurusan di sebuah fakultas yang ada di sebuah Universitas. Kita bisa tanya pada mahasiswa yang kini sedang belajar di sana. Misalnya, mahasiswa yang sedang belajar Prodi Sosiologi Agama.   Cobalah tanyakan kepada mereka, mengapa mereka dulu, setamat SMA memilih kuliah di Prodi Sosiologi agama. Kita akan menemukan banyak jawaban yang justru tidak tahu dan tidak paham. Bukan tidak mungkin ada yang mengira bahwa Prodi Sosiologi Agama ini ialah jurusan keguruan yang ada di fakultas Tarbiyah yang menjurus pada bidang keguruan. Jadi aneh sekali bukan?   Padahal jurusan ini adalah jurusan yang mengajarkan mahasiswanya dengan ilmu yang berkaitan antara masyarakat dan agama serta filsafat yang bukan untuk menjadi guru seperti di Tarbiyah. Bahkan, penulis sendiri pun dulu tidak pe...

Mahasiswa Yang Tersesat Di Belantara Kampus

Oleh Delima Saflidara Mahasiswi Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Sudah tiga tahun saya kuliah, banyak hal yang aneh terasa. Mungkin bukan   hanya terjadi pada perasaan saya. Namun juga pada banyak mahasiswa yang saya tahu, di jurusan saya pada mulanya tidak tahu mengapa mereka kuliah di jurusan itu. Berasal dari jurusan ilmu eksak di SMA, saya pun kemudian memilih Sosiologi Agama sebagai jurusan di kampus tanpa paham sedikit pun tentang jurusan itu. Saya pernah berpikir bahwa sudah banyak hal yang saya lakukan. Namun ternyata ke semuanya itu bukanlah apa-apa. Dari awal kuliah sampai dengan hari ini, saya melewati dua batas waktu yang bertolak belakang, sekaligus berbanding lurus. Dari semester satu sampai lima, saya berupaya keras mencari tahu esensi dari program studi atau jurusan yang telah saya pilih. Saya berusaha mengenalnya. Proses itu saya nikmati sekali, meski ada banyak pertanyaan bercampu...